Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Lazismu Jatim: Perubahan Perilaku Kunci Jaga Lingkungan di Kaliampo

badge-check

Lazismu Jatim: Perubahan Perilaku Kunci Jaga Lingkungan di Kaliampo Perbesar

KlikMojok – Pada Sabtu, 12 September 2026, Lazismu Jawa Timur meluncurkan program Bina Kampung Kaliampo Bestari di Dusun Kaliampo, Desa Kali Pecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Inisiatif ini secara khusus mendorong perubahan perilaku lingkungan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar lebih aktif menjaga kebersihan area sekitar mereka.

Program unggulan Bina Kampung Kaliampo Bestari ini secara spesifik menyasar warga di wilayah RT 12 RW 3, yang merupakan bagian dari Dusun Kaliampo di Desa Kali Pecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Sebagai bagian integral dari program tersebut, telah diselenggarakan pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diikuti oleh 57 Kepala Keluarga (KK) dari kawasan Kaliampo.

Inisiatif dari Lazismu Jawa Timur ini dirancang tidak hanya untuk menyediakan pembangunan septic tank sebagai sarana fisik. Lebih dari itu, program ini berfokus pada penguatan edukasi yang bertujuan agar masyarakat memiliki kesadaran dan kemampuan untuk merawat lingkungan mereka secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan program Bina Kampung Kaliampo Bestari juga mencakup penyuluhan lingkungan yang komprehensif. Acara penyuluhan ini dilaksanakan di Masjid Risdayus Sholihin, berlokasi di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, pada hari Sabtu, 12 September 2026.

Prof. Sigit Hernawan, Ketua Lazismu Jawa Timur, menjelaskan bahwa program ini didasarkan pada enam pilar kebaikan yang menjadi landasan bagi pelayanan kepada masyarakat. Pilar-pilar tersebut mencakup aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, sosial dakwah, dan kemanusiaan.

Sigit Hernawan menegaskan bahwa pembangunan sarana fisik, seperti septic tank, harus diimbangi dengan perubahan perilaku dari masyarakat itu sendiri. Ia menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur fisik seringkali relatif mudah untuk diwujudkan. Namun, tantangan sebenarnya terletak pada upaya menjaga kebersihan dan membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang memerlukan pendampingan berkelanjutan.

“Yang penting adalah perubahan perilaku. Pembangunan itu gampang, tetapi bagaimana masyarakat menjaga dan merawatnya,” ujar Prof. Sigit Hernawan, menekankan inti dari program ini.

Dengan adanya pembangunan septic tank ini, diharapkan akan tercipta dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan sekitar. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai secara khusus diharapkan untuk tidak lagi menggunakan sungai sebagai lokasi pembuangan limbah rumah tangga.

Selain fokus pada aspek pembangunan fisik, program Bina Kampung Kaliampo Bestari juga didukung oleh tiga kegiatan utama yang saling melengkapi. Ketiga kegiatan tersebut meliputi pembangunan sarana sanitasi yang memadai, edukasi lingkungan yang berkelanjutan, serta upaya penguatan kapasitas masyarakat agar mereka mampu memelihara dan menjaga keberhasilan program yang telah dilaksanakan.

Ke depan, Lazismu Jawa Timur juga telah merencanakan untuk menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai pemilahan sampah. Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, melainkan juga diarahkan untuk membentuk kader-kader lingkungan yang akan berperan aktif di tingkat masyarakat.

Melalui pendekatan ini, warga setempat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat semata dari program yang dijalankan. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan memiliki peran aktif dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan serta dampak positif dari program di lingkungan tempat tinggal mereka.

Sigit Hernawan kembali menegaskan prinsip bahwa setiap program yang digagas oleh Lazismu harus mampu memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan sarana fisik mutlak perlu diikuti dengan edukasi dan pendampingan yang intensif kepada warga.

Melalui program Bina Kampung Kaliampo Bestari ini, Lazismu menyematkan harapan besar agar perubahan yang terjadi tidak hanya terbatas pada selesainya pembangunan septic tank. Justru sebaliknya, diharapkan masyarakat secara kolektif dapat membangun kebiasaan baru untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama dan terus-menerus.

“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari semangat Lazismu melalui enam pilar kebaikan. Kami berharap program mampu memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan terawat,” pungkas Sigit Hernawan, menutup penjelasannya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tragedi di Jalan Trowulan: Ketika Masa Depan Remaja Terenggut dalam Adu Banteng Kendaraan

12 Sep 2026 - 12:39 WIB

Tragedi di Jalan Trowulan: Ketika Masa Depan Remaja Terenggut dalam Adu Banteng Kendaraan

Ketika Api Mengamuk di Bypass Krian: Pelajaran Berharga dari Korsleting dan Bahaya Material Mudah Terbakar

12 Sep 2026 - 09:46 WIB

Ketika Api Mengamuk di Bypass Krian: Pelajaran Berharga dari Korsleting dan Bahaya Material Mudah Terbakar

Jalur Baru Asa Atlet: Polemik Dana Hibah KONI Blitar dan Kesejahteraan Olahraga

12 Sep 2026 - 09:45 WIB

Jalur Baru Asa Atlet: Polemik Dana Hibah KONI Blitar dan Kesejahteraan Olahraga

Awal Perjalanan Akademik: PKKMB STKIP Muhammadiyah Lumajang 2026 Sambut 70 Mahasiswa dengan Semangat Berprestasi

12 Sep 2026 - 09:44 WIB

Awal Perjalanan Akademik: PKKMB STKIP Muhammadiyah Lumajang 2026 Sambut 70 Mahasiswa dengan Semangat Berprestasi

Transformasi Peran Wali Kelas di Sekolah Muhammadiyah GKB: Lebih dari Sekadar Pengajar

12 Sep 2026 - 09:43 WIB

Transformasi Peran Wali Kelas di Sekolah Muhammadiyah GKB: Lebih dari Sekadar Pengajar
Trending di Pendidikan