Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Denyut Baru di Jantung Kota: Alun-Alun Bojonegoro Bertransformasi Menjadi Ruang Publik Inklusif

badge-check

Denyut Baru di Jantung Kota: Alun-Alun Bojonegoro Bertransformasi Menjadi Ruang Publik Inklusif Perbesar

KlikMojok – Bukan sekadar hamparan rumput luas di tengah kota, Alun-Alun Bojonegoro kini tengah bersolek, bersiap menjadi jantung kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih modern. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp28 miliar untuk merehabilitasi ikon kota ini, sebuah langkah strategis untuk menciptakan ruang publik yang responsif terhadap kebutuhan warganya.

Proses penataan ulang ini tidak dilakukan secara instan, melainkan bertahap. Tahap pertama, yang dijadwalkan pada tahun 2026, akan berfokus pada sisi utara alun-alun. Ini bukan sekadar perbaikan kosmetik, melainkan sebuah transformasi holistik yang bertujuan mengubah alun-alun menjadi sebuah ruang terbuka multifungsi. Harapannya, area ini akan menjadi magnet bagi masyarakat, tempat mereka dapat berolahraga, bermain, bersantai, bahkan mengembangkan aktivitas ekonomi lokal.

Sisi utara alun-alun, dengan luas sekitar 43.130 meter persegi, akan menjadi kanvas pertama bagi proyek ambisius ini. Dari total luasan tersebut, sekitar 18.073 meter persegi secara khusus dipersiapkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Ini menunjukkan komitmen Pemkab untuk tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologis dan menyediakan paru-paru kota yang segar.

Sejumlah fasilitas baru yang inovatif dan terpadu akan mengisi kawasan ini. Sebuah panggung modern dan area kantin dengan konsep dua lantai semi-basement yang dilengkapi 16 kios telah dirancang. Area ini tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga diharapkan menjadi etalase dan ruang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan serta mengembangkan usaha mereka, sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

Aspek kesehatan dan rekreasi juga menjadi prioritas utama. Konsep penataan ini mencakup penyediaan gym outdoor yang memungkinkan warga berolahraga di bawah langit terbuka, taman air atau water playground yang akan menjadi surga bagi anak-anak, dua area playground tambahan untuk beragam aktivitas bermain, area senam yang luas, serta shelter-shelter nyaman sebagai tempat duduk dan bersantai bagi para pengunjung. Semua dirancang untuk mendorong gaya hidup aktif dan interaksi sosial yang sehat.

Tidak ketinggalan, aspek sanitasi publik yang kerap menjadi tantangan di ruang terbuka juga mendapat perhatian serius. Fasilitas toilet umum akan dibangun dengan standar modern, mencakup tujuh toilet pria, 11 urinoir, dan 14 toilet wanita, menjamin kenyamanan dan kebersihan bagi semua pengunjung.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKP CK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menjelaskan fokus awal proyek ini. “Tahap I di 2026 ini sisi utara saja. Jadi diharapkan alun-alun akan jadi ruang publik bagi masyarakat semua. Rencananya ada ruang bermain dan taman air atau water playground,” ujar Satito Hadi pada Senin, 7 September 2026.

Lebih lanjut, Satito Hadi menekankan bahwa keberadaan ruang publik modern memiliki makna yang jauh melampaui sekadar tempat berkumpul. Kawasan ini diemban fungsi penting sebagai ruang interaksi sosial, sarana olahraga, rekreasi, sekaligus wadah ekspresi seni dan budaya masyarakat Bojonegoro. Ini adalah investasi pada modal sosial dan budaya kota.

Penataan alun-alun ini juga secara sengaja diarahkan untuk memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Dengan hadirnya kios-kios dan ruang khusus untuk aktivitas usaha, diharapkan akan terbuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk berjualan, berinovasi, dan memperkenalkan produk-produk lokal mereka kepada khalayak yang lebih luas. Ini adalah bentuk pendidikan ekonomi praktis bagi masyarakat.

“Pengerjaan alun-alun dilakukan dalam dua tahap. Setelah sisi utara ditangani pada 2026, Pemkab Bojonegoro merencanakan rehabilitasi sisi selatan pada 2027,” ungkap Satito Hadi, menegaskan komitmen jangka panjang proyek ini.

Dengan alokasi proyek senilai sekitar Rp28 miliar, Pemkab Bojonegoro memiliki visi yang jelas: Alun-Alun Bojonegoro tidak hanya menjadi sekadar ruang terbuka di tengah kota. Kawasan ini ditargetkan menjadi sebuah ruang publik yang nyaman, inklusif bagi semua kalangan, dan sekaligus menjadi salah satu wajah baru yang modern dan membanggakan bagi perkotaan Bojonegoro. Kehadiran ruang hijau yang asri, fasilitas rekreasi dan olahraga yang memadai, serta ruang yang mendukung UMKM, diharapkan akan membuat alun-alun ini lebih hidup, mampu menjadi titik pertemuan beragam aktivitas sosial, dan secara berkelanjutan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jeda Kamera di Bromo: Pelarangan Syuting Demi Jaga Api Tak Menyala

7 Sep 2026 - 21:07 WIB

Jeda Kamera di Bromo: Pelarangan Syuting Demi Jaga Api Tak Menyala

Dongeng Ceria Islami: SDN Rumpuk Mantup Tanamkan Akhlak Nabi Lewat Maulid Bergembira

7 Sep 2026 - 21:03 WIB

Dongeng Ceria Islami: SDN Rumpuk Mantup Tanamkan Akhlak Nabi Lewat Maulid Bergembira

Genangan Air dan Bara Amarah: Kisah Pembacokan Kakek di Lumajang yang Menguak Konflik Tetangga

7 Sep 2026 - 18:48 WIB

Genangan Air dan Bara Amarah: Kisah Pembacokan Kakek di Lumajang yang Menguak Konflik Tetangga

Adab dan Ilmu Berkah: Smamsatu Gresik Tekankan Hormat Orang Tua dan Guru

7 Sep 2026 - 18:47 WIB

Adab dan Ilmu Berkah: Smamsatu Gresik Tekankan Hormat Orang Tua dan Guru

Antusiasme Warga Gresik Sambut Layanan Kesehatan Gratis dari Kolaborasi Muhammadiyah

7 Sep 2026 - 18:46 WIB

Antusiasme Warga Gresik Sambut Layanan Kesehatan Gratis dari Kolaborasi Muhammadiyah
Trending di Pendidikan