Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Genangan Air dan Bara Amarah: Kisah Pembacokan Kakek di Lumajang yang Menguak Konflik Tetangga

badge-check

Genangan Air dan Bara Amarah: Kisah Pembacokan Kakek di Lumajang yang Menguak Konflik Tetangga Perbesar

KlikMojok – Minggu sore di Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, seharusnya menjadi penutup pekan yang tenang. Namun, bagi Nisman (67), hari itu berubah menjadi mimpi buruk yang berujung pada pembacokan. Sebuah perselisihan yang berakar dari genangan air di jalan, masalah sepele yang kerap dianggap remeh, justru menyulut bara amarah dan berujung pada kekerasan yang mengancam nyawa. Insiden ini, yang melibatkan tetangganya sendiri, Muksir (64), kini menjadi cerminan betapa rapuhnya harmoni di tengah masyarakat.

Ketegangan mulai memuncak ketika istri Nisman terlibat cekcok dengan Muksir perihal genangan air yang tak disukai pelaku. Nisman, yang mencoba menengahi dan membela istrinya, justru menjadi sasaran kemarahan Muksir. Dalam sekejap, Muksir menyabetkan senjata tajam jenis celurit ke arah Nisman. Momen mengerikan ini terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial, menunjukkan bagaimana warga sekitar dengan sigap berupaya melerai pertikaian dan menahan Muksir yang masih memegang celurit usai melukai korban. Berkat intervensi warga, aksi pembacokan tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

Meski berhasil dicegah, Nisman menderita luka serius. Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan detail cedera yang dialami korban. “Jadi, korban mengalami luka di kepala belakang, pundak sebelah kanan dan pipi yang sementara masih perawatan di rumah sakit,” ujar Suprapto di Mapolres Lumajang, Senin (7/9/2026). Luka tebasan celurit yang cukup dalam itu membuat Nisman harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang, mencoba pulih dari trauma fisik dan psikis.

Peristiwa tragis ini, menurut Suprapto, berawal dari masalah yang terkesan remeh: genangan air di jalan menuju rumah korban. “Ini laporan korban, tentang tindak pidana penganiayaan, bermula dari cekcok istri korban dengan pelaku karena masalah genangan air,” tambahnya. Kasus ini menyoroti bagaimana komunikasi yang buruk dan emosi yang tak terkendali dapat mengubah perselisihan kecil menjadi tindak kekerasan serius. Genangan air, yang seharusnya bisa diselesaikan dengan musyawarah atau gotong royong, justru menjadi pemicu yang merusak tatanan sosial dan mengoyak kedamaian antar-tetangga.

Setelah insiden tersebut, Muksir langsung melarikan diri, meninggalkan Nisman yang terluka parah. Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami kasus pembacokan ini dan berupaya keras melacak keberadaan pelaku. “Upaya kami masih melakukan lidik tentang keberadaan pelaku,” ungkap Suprapto, menegaskan komitmen Polres Lumajang untuk menegakkan hukum dan membawa pelaku ke meja hijau. Pencarian Muksir menjadi prioritas, demi memastikan keadilan bagi Nisman dan mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.

Kisah Nisman dan Muksir di Pandansari, Lumajang, adalah pengingat pahit tentang kerapuhan hubungan antarmanusia, terutama dalam lingkup komunitas terdekat seperti tetangga. Genangan air yang menjadi pemicu bukanlah akar masalah sesungguhnya, melainkan cerminan dari bara emosi yang terpendam dan ketidakmampuan mengelola konflik secara damai. Insiden ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa setiap perselisihan, sekecil apa pun, memerlukan kebijaksanaan dan empati agar tidak menjelma menjadi tragedi yang merugikan banyak pihak dan meninggalkan luka yang mendalam di masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jeda Kamera di Bromo: Pelarangan Syuting Demi Jaga Api Tak Menyala

7 Sep 2026 - 21:07 WIB

Jeda Kamera di Bromo: Pelarangan Syuting Demi Jaga Api Tak Menyala

Denyut Baru di Jantung Kota: Alun-Alun Bojonegoro Bertransformasi Menjadi Ruang Publik Inklusif

7 Sep 2026 - 21:06 WIB

Denyut Baru di Jantung Kota: Alun-Alun Bojonegoro Bertransformasi Menjadi Ruang Publik Inklusif

Dongeng Ceria Islami: SDN Rumpuk Mantup Tanamkan Akhlak Nabi Lewat Maulid Bergembira

7 Sep 2026 - 21:03 WIB

Dongeng Ceria Islami: SDN Rumpuk Mantup Tanamkan Akhlak Nabi Lewat Maulid Bergembira

Adab dan Ilmu Berkah: Smamsatu Gresik Tekankan Hormat Orang Tua dan Guru

7 Sep 2026 - 18:47 WIB

Adab dan Ilmu Berkah: Smamsatu Gresik Tekankan Hormat Orang Tua dan Guru

Antusiasme Warga Gresik Sambut Layanan Kesehatan Gratis dari Kolaborasi Muhammadiyah

7 Sep 2026 - 18:46 WIB

Antusiasme Warga Gresik Sambut Layanan Kesehatan Gratis dari Kolaborasi Muhammadiyah
Trending di Pendidikan