KlikMojok – Lazismu Kabupaten Kediri telah mengambil langkah proaktif dalam membekali anak-anak panti dengan keterampilan wirausaha yang esensial. Pada hari Ahad, 6 September 2026, lembaga amil zakat ini menyelenggarakan pelatihan pembuatan sabun cuci piring. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal praktis kepada anak-anak panti agar mereka memiliki dasar untuk membangun usaha secara mandiri di masa depan.
Pelatihan pembuatan sabun ini merupakan kolaborasi antara Lazismu Kabupaten Kediri dengan Panti dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Ummu Azzaitun. Acara tersebut diselenggarakan di Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, menjadikan lokasi tersebut pusat pembelajaran keterampilan baru.
Sesi pelatihan berlangsung mulai pukul 09.00 pagi hingga menjelang waktu salat Zuhur. Selama durasi tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sabun cuci piring, memastikan mereka mendapatkan pengalaman tangan pertama.
Imam Sholikhin, yang menjabat sebagai Kepala Kantor Lazismu Kabupaten Kediri, berperan sebagai instruktur atau trainer utama dalam kegiatan pelatihan yang edukatif ini.
Menurut penuturan Imam Sholikhin, inisiatif pelatihan ini memiliki tujuan mulia, yaitu “membekali anak-anak panti dengan keterampilan wirausaha praktis. Mereka dapat mengembangkan keterampilan tersebut untuk membangun usaha secara mandiri.” Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang Lazismu dalam memberdayakan anak-anak panti.
Sejalan dengan tujuannya, Imam tidak hanya berfokus pada penyampaian materi teori. Ia juga secara aktif mengajak seluruh peserta untuk terlibat dalam praktik langsung pembuatan sabun cuci piring, memastikan pemahaman yang komprehensif melalui pengalaman nyata.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak Panti Ummu Azzaitun, tetapi juga menarik partisipasi dari anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah Gurah, memperluas jangkauan manfaat pelatihan.
Para donatur panti juga turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran mereka memungkinkan untuk menyaksikan secara langsung jalannya proses pelatihan dan menilai potensi pengembangan produk sabun yang dihasilkan oleh anak-anak panti.
Imam Sholikhin menyatakan harapannya agar anak-anak panti dapat terus mengasah dan mengembangkan keterampilan yang telah mereka peroleh. Ia menambahkan, “Selanjutnya, mereka dapat mengemas sabun hasil produksi ke dalam botol.”
Lebih lanjut, Imam menyarankan agar mereka “menawarkan produk tersebut kepada para donatur panti. Langkah itu membuka peluang bagi anak-anak untuk belajar menjalankan usaha.” Ini adalah strategi praktis untuk memulai siklus penjualan dan pembelajaran bisnis.
Selain berpotensi menghasilkan pemasukan finansial bagi anak-anak, penjualan sabun ini juga dapat menjadi sarana untuk memperluas dukungan terhadap panti. Para donatur, dengan membeli produk, tidak hanya mendapatkan sabun berkualitas tetapi juga sekaligus memberikan infak yang berkontribusi pada keberlangsungan operasional panti.
Dengan demikian, pelatihan ini dirancang tidak hanya berhenti pada aktivitas praktik semata. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman berharga dalam mengolah keterampilan yang mereka miliki menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan pasar.
Imam Sholikhin kembali menegaskan harapannya agar anak-anak panti terus mengembangkan kemampuan mereka. Menurutnya, program ini merupakan bagian integral dari upaya Lazismu untuk menumbuhkan semangat kemandirian di kalangan anak-anak panti.
Selain dibekali dengan keterampilan usaha, mereka juga diharapkan mampu membangun masa depan mereka secara mandiri. Lazismu Kabupaten Kediri berharap, “mereka diharapkan tumbuh sebagai generasi yang sukses dan berakhlak.”
Lebih dari sekadar kesuksesan duniawi, Lazismu Kabupaten Kediri juga menaruh harapan besar agar anak-anak panti tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah. Dengan kombinasi bekal keterampilan dan akhlak yang mulia, mereka diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar mereka.












