Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Proses Kaderisasi Kepemimpinan: 81 Murid SMP Musasi Ikuti Penjaringan PR IPM yang Menantang

badge-check

Proses Kaderisasi Kepemimpinan: 81 Murid SMP Musasi Ikuti Penjaringan PR IPM yang Menantang Perbesar

KlikMojok – Pada Sabtu, 5 September 2026, sebanyak 81 murid SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi) dengan antusias mengikuti proses penjaringan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) untuk periode 2026/2027. Di bawah terik matahari Sidoarjo, para peserta berkumpul di hall sekolah, menunjukkan keseriusan mereka untuk tidak hanya mencari posisi dalam organisasi, tetapi juga untuk belajar memikul amanah dan tanggung jawab kepemimpinan.

Sejak awal, kegiatan penjaringan PR IPM ini telah dirancang untuk menyampaikan pesan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar proses seleksi biasa. Setiap murid yang terlibat dihadapkan pada gerbang menuju pemahaman tentang organisasi, kepemimpinan, serta pentingnya tanggung jawab. Oleh karena itu, panitia secara aktif mendorong seluruh peserta untuk melihat penjaringan ini sebagai sebuah proses kaderisasi yang esensial.

Suasana acara menjadi semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Ipmawan Ariya Kumala Cahya Kusuma, seorang murid dari kelas 9 Internasional 2, dengan lantang membacakan Surat An-Nisa’ ayat 58. Pembacaan ayat ini secara khusus membawa pesan mengenai urgensi menunaikan setiap amanah yang diemban. Pesan tersebut berfungsi sebagai pembuka inspiratif bagi seluruh rangkaian kegiatan, mengingat bahwa sebuah organisasi sangat membutuhkan kader-kader yang tidak hanya cakap dalam bekerja, tetapi juga teguh dalam menjaga kepercayaan yang diberikan.

Calysta Adelia Narendra, selaku Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Bidang Pengkaderan PR IPM periode 2025/2026, kemudian mempertegas arah dan tujuan dari kegiatan ini. Adel mengingatkan seluruh peserta agar tidak menganggap proses penjaringan ini hanya sebagai formalitas belaka. Ia menyatakan dengan tegas, “Teman-teman perlu ingat, penjaringan ini bukan sekadar formalitas struktur organisasi, melainkan gerbang awal untuk melahirkan kader yang berakhlak mulia, dan siap membawa perubahan positif.”

Oleh karena itu, setiap tahapan dalam proses seleksi ini dirancang dengan makna yang mendalam. Panitia juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan kesiapan para peserta untuk menerima setiap hasil dengan lapang dada. Sebelum melangkah ke tahap tes, para peserta diberikan kesempatan untuk memasuki ruang materi ke-IPM-an. Tahap ini krusial untuk membuka wawasan mereka agar dapat mengenal organisasi secara lebih dekat. Ipmawati Afika dan Ipmawati Adel berperan dalam memperkenalkan berbagai bidang yang ada di dalam IPM, lengkap dengan penjelasan mengenai tugas, fungsi, peran, serta program kerja dari masing-masing bidang.

Materi yang disampaikan meliputi struktur organisasi seperti Badan Pengurus Harian (BPH) atau Bidang Umum, serta berbagai bidang lainnya yaitu Pengkaderan, Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP), Kajian Dakwah Islam (KDI), Advokasi, Apresiasi Seni, Budaya dan Olahraga (ASBO), dan Bidang Ipmawati.

Setelah sesi perkenalan bidang, Ilham Noor Akbar, S.Kom., Gr., yang merupakan pembina PR IPM SMP Musasi, melanjutkan dengan mengajak peserta untuk mendalami tugas pokok dan fungsi IPM. Beliau mengawali materinya dengan melontarkan pertanyaan sederhana kepada beberapa peserta, yaitu, “Menurutmu, IPM itu apa?” Respon dari peserta cukup bervariasi, namun mayoritas jawaban mengarah pada satu pemahaman inti: mereka mengenal IPM sebagai sebuah organisasi Islami. Berangkat dari jawaban-jawaban tersebut, Ilham kemudian memperluas wawasan peserta dengan menjelaskan karakteristik unik IPM serta perbedaannya dengan organisasi-organisasi sekolah lainnya.

Para peserta juga diperkenalkan dengan berbagai tingkatan dalam struktur IPM, mulai dari tingkat Ranting yang berada di lingkungan sekolah hingga tingkat Pusat. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa IPM bahkan memiliki Pimpinan Cabang Istimewa yang jangkauannya telah tersebar hingga ke luar negeri. Dalam konteks ini, SMP Musasi sendiri berada pada tingkat Ranting, yang berarti organisasinya beroperasi di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, peserta diajak untuk mengenal filosofi di balik logo IPM serta sejarah singkat berdirinya organisasi ini. Mereka juga dibekali pemahaman tentang lima sifat kader yang esensial, yaitu Critical Thinker (Pemikir Kritis), Problem Solver (Pemecah Masalah), Responsible (Bertanggung Jawab), Leadership (Kepemimpinan), dan Rolemodel (Teladan). Khusus pada bagian Leadership, Ilham menyampaikan sebuah pesan penting yang berbunyi, “IPM tidak mencari orang yang pintar saja, tetapi orang yang mau belajar dan berproses bersama.”

Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta diberikan waktu istirahat selama sepuluh menit untuk menyegarkan diri. Namun, jeda singkat tersebut segera berakhir. Suasana di lokasi berubah menjadi lebih serius ketika mereka diarahkan untuk memasuki ruang tes yang telah disiapkan. Tahap berikutnya adalah tes tulis, di mana peserta diuji dengan soal-soal terkait Leadership dan pengetahuan ke-IPM-an. Setelah menyelesaikan tes tulis, mereka melanjutkan ke Tes Psikolog. Akan tetapi, rangkaian penjaringan ini belum usai. Satu per satu peserta kemudian harus menghadapi tahapan tes wawancara.

Dalam sesi wawancara, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai identitas diri serta motivasi dan tujuan mereka bergabung dengan IPM. Pewawancara juga secara cermat menggali kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing peserta. Tidak hanya itu, kemampuan Problem Solving atau pemecahan masalah juga menjadi aspek penting yang diperhatikan. Dengan demikian, proses seleksi ini tidak hanya berfokus pada pengujian pengetahuan akademis, melainkan juga menilai bagaimana cara peserta dalam menghadapi berbagai persoalan.

Bagi murid-murid yang sebelumnya telah memiliki pengalaman mengikuti IPM Kids, pengalaman tersebut tentu menjadi bekal berharga. Namun, jenjang organisasi di tingkat SMP menghadirkan tantangan yang berbeda dan lebih kompleks. Proses tes yang dijalani terasa lebih serius dan menuntut persiapan yang jauh lebih matang. Salah satu peserta yang merasakan tantangan ini adalah Athar Putro Landho, murid kelas 7 Sains dan Teknologi 3. Meskipun pernah menjabat sebagai Ketua Umum IPM Kids, tahun ini ia kembali mengikuti penjaringan untuk melangkah ke jenjang organisasi yang lebih tinggi.

Athar mengungkapkan perasaannya, “Deg-degan dan gugup, di SMP tesnya lebih serius lagi dibanding SD. Yang bikin beda itu Problem Solving, kalau di SD cuma ditanya hobi aja.” Meskipun diliputi rasa gugup, Athar datang dengan persiapan yang matang. Ia telah menyusun visi dan misi pribadinya sebelum mengikuti seleksi, serta aktif mempelajari seluk-beluk IPM agar lebih siap menghadapi setiap tahapan yang ada.

Pengalaman yang dialami Athar Putro Landho ini secara jelas menunjukkan dimensi lain dari proses penjaringan. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi untuk menguji kemampuan para peserta, melainkan juga untuk menguji keberanian mereka dalam menghadapi tantangan-tantangan baru. Pada akhirnya, ke-81 murid yang mengikuti penjaringan ini tidak hanya memperoleh pengalaman seleksi, tetapi juga membawa pulang pemahaman yang lebih mendalam mengenai esensi kepemimpinan dan pentingnya amanah.

Hal ini karena penjaringan PR IPM berfungsi sebagai wadah penting bagi para murid untuk mengenal lebih jauh tentang organisasi sekaligus mengenal potensi diri mereka sendiri. Dari seluruh peserta yang berpartisipasi, nantinya akan terpilih kader-kader terbaik yang akan menjadi bagian dari PR IPM SMP Musasi periode 2026/2027. Afika Ruby Syifani, selaku Ketua Umum Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Musasi periode 2025/2026, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta. Ia juga memberikan penegasan bahwa hasil dari penjaringan ini sudah pasti merupakan pilihan yang terbaik.

“Nantinya hasil penjaringan ini sudah pasti yang terbaik,” tutur Afika. Ia juga menyampaikan harapannya agar para peserta yang berhasil lolos seleksi dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan baik. Harapan ini bukan sekadar pergantian nama dalam struktur kepengurusan, melainkan juga perpindahan tanggung jawab besar yang menyertai amanah tersebut.

Oleh karena itu, proses penjaringan ini memegang peranan vital dalam perjalanan sebuah organisasi. Melalui tahapan ini, peserta diajarkan untuk menerima hasil dengan ikhlas, menjaga sportivitas, dan mengenali potensi diri mereka. Lebih dari itu, mereka juga belajar untuk berani mencoba hal-hal baru. Pesan yang ingin disampaikan panitia pun kembali menemukan maknanya: bahwa menjadi seorang kader bukanlah tentang siapa yang paling pintar atau paling sempurna.

Seorang kader sejati justru tumbuh dan berkembang melalui kemauan yang kuat untuk terus belajar dan berproses bersama dengan orang lain. Dalam konteks ini, terik matahari yang menyelimuti Sidoarjo pada hari itu dapat diibaratkan sebagai gambaran kecil dari proses yang menuntut ketahanan dan perjuangan. Di tengah panasnya hari, ke-81 murid tersebut membawa harapan besar untuk tumbuh dan berkembang melalui pintu baru yang terbuka. Kini, sebuah tugas penting menanti mereka yang terpilih. Mereka dituntut untuk membuktikan bahwa amanah yang diemban tidak hanya berhenti pada ucapan semata, melainkan harus terwujud melalui sikap, kerja nyata, dan kebermanfaatan bagi banyak pihak. Dengan demikian, penjaringan ini jauh melampaui sekadar upaya mencari pengurus baru.

Kegiatan ini merupakan langkah awal yang fundamental dalam menyiapkan kader-kader yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Lebih jauh lagi, para kader terpilih ini diharapkan akan siap untuk membawa perubahan positif yang signifikan bagi lingkungan mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Keringnya Sumur, Jauhnya Asa: Perjuangan Warga Pacitan Menjemput Air Bersih di Musim Kemarau

6 Sep 2026 - 18:48 WIB

Keringnya Sumur, Jauhnya Asa: Perjuangan Warga Pacitan Menjemput Air Bersih di Musim Kemarau

Api di Dapur: Kelalaian Kecil yang Melahap Harapan di Mojokerto

6 Sep 2026 - 18:46 WIB

Api di Dapur: Kelalaian Kecil yang Melahap Harapan di Mojokerto

Jejak Alumni Markaz Lughah eLKISI: Menuju Universitas Al-Azhar, Kairo

6 Sep 2026 - 18:45 WIB

Jejak Alumni Markaz Lughah eLKISI: Menuju Universitas Al-Azhar, Kairo

MPKS PP Muhammadiyah Perkuat Kapasitas AUMSos Lewat Pelatihan Indeks Kinerja Komprehensif

6 Sep 2026 - 18:44 WIB

MPKS PP Muhammadiyah Perkuat Kapasitas AUMSos Lewat Pelatihan Indeks Kinerja Komprehensif

Sukses Digelar, Ini Daftar Lengkap Juara Lomba Mewarnai Regional Meeting Cluster Mojokerto Raya

6 Sep 2026 - 12:36 WIB

Sukses Digelar, Ini Daftar Lengkap Juara Lomba Mewarnai Regional Meeting Cluster Mojokerto Raya
Trending di Pendidikan