KlikMojok – Sebuah fakta mengejutkan terkuak dari data terbaru Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Hingga awal September ini, tercatat lebih dari 2 juta calon peserta TKA 2026 masih belum menyelesaikan proses pendaftaran mereka secara lengkap! Angka fantastis ini sontak memicu pertanyaan besar mengenai kesiapan dan potensi kendala yang dihadapi jutaan pelajar di seluruh Indonesia.
Berdasarkan pembaruan data yang dirilis pada 3 September 2026 pukul 21.30 WIB, laman resmi TKA Pusat Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (tka.kemendikdasmen.go.id), mencatat total 3.897.147 calon peserta. Mereka berasal dari 19.308 satuan pendidikan di berbagai wilayah. Namun, dari jumlah masif tersebut, hanya 1.734.549 orang yang statusnya telah terdaftar secara lengkap.

Ini berarti, secara spesifik, ada 2.162.598 calon peserta yang status pendaftarannya masih menggantung dan belum rampung. Selisih yang sangat signifikan ini menunjukkan tantangan serius dalam proses pendaftaran TKA 2026, di mana sebagian besar calon peserta belum menuntaskan tahapan krusial untuk bisa mengikuti asesmen.
Rincian data juga memperlihatkan komposisi calon peserta TKA 2026. Sebanyak 1.949.970 adalah laki-laki dan 1.947.177 adalah perempuan. Namun, ketika melihat data pendaftar lengkap, angkanya menjadi 824.442 laki-laki dan 910.107 perempuan. Terlihat bahwa persentase pendaftar lengkap dari kalangan perempuan sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Salah satu sorotan utama dari data ini datang dari jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tercatat, 1.528.037 calon peserta TKA 2026 berasal dari SMK, tersebar di 14.429 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, hanya 663.872 peserta SMK yang berhasil menuntaskan pendaftaran mereka. Angka ini terdiri dari 355.470 laki-laki dan 308.402 perempuan.
Dengan demikian, masih ada ratusan ribu calon peserta dari jenjang SMK yang belum juga menyelesaikan proses pendaftaran mereka, menambah daftar panjang pelajar yang berpotensi terhambat. Sementara itu, terkait pelaksanaan TKA 2026, sebanyak 6.702 SMK telah menyatakan kesiapan untuk melaksanakannya secara mandiri. Ada 65 SMK yang berstatus menumpang, dan 35 SMK lainnya masih menunggu penetapan status pelaksanaan.
Disparitas angka yang mencolok antara calon peserta dan pendaftar lengkap ini jelas menjadi alarm bagi pihak terkait. Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah apa penyebab utama dari lambatnya penyelesaian pendaftaran ini, dan langkah mitigasi apa yang akan diambil agar jutaan pelajar tidak kehilangan kesempatan emas mereka untuk mengikuti TKA 2026.













