KlikMojok – Malang, Beritajatim.com – KPPM Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, kembali sukses menggelar acara tahunan Sangkar 5.0 (Bangsaku Berkarya) pada Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026. Acara ini dirancang untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengusung tema keberagaman nusantara yang unik.
Lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan, Sangkar 5.0 juga berfungsi sebagai platform pemberdayaan ekonomi lokal. Sebanyak belasan stand bazar makanan tempoe doloe berjejer, menyajikan produk kuliner hasil olahan warga setempat. Inovasi pada tahun ini terlihat dari setiap stand yang disulap menjadi miniatur kekayaan adat dan budaya Indonesia, menampilkan berbagai konsep rumah adat lengkap dengan pakaian tradisional dari berbagai daerah.

Pengunjung dapat merasakan pengalaman visual yang kaya, mulai dari representasi rumah adat Indonesia bagian timur dengan atribut budayanya, konsep adat Bali beserta pakaian tradisionalnya, hingga berbagai budaya dari wilayah Indonesia bagian barat. Hal ini memungkinkan pengunjung menikmati hidangan lokal sambil memperluas wawasan tentang kekayaan budaya bangsa.
Ketua Panitia Sangkar 5.0, Joshua, menjelaskan bahwa setiap tahun acara ini selalu menghadirkan tema dan kreativitas yang berbeda. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga menjadi ruang bagi pemuda untuk belajar mencintai budaya bangsa, membangun sikap gotong royong, serta mempererat hubungan melalui kolaborasi antar umat beragama,” ungkapnya.
Joshua menambahkan bahwa Sangkar 5.0 dirancang sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar pemuda, sekaligus sebagai sarana menyalurkan kreativitas, bakat, dan semangat pelayanan dalam suasana kebersamaan. “Bahkan kolaborasi dari berbagai agama, lembaga, dan organisasi kita gabungkan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.
Elin Vikawati, Camat Pagelaran, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Sangkar 5.0. Ia menilai kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian masyarakat melalui pelibatan UMKM lokal. “Tak hanya itu, Sangkar 5.0 juga menjadi wadah edukasi bagi pengunjung yang masih anak-anak. Mereka jadi tahu keberagama nusantara melalui model rumah dan baju adat yang ada di Indonesia,” katanya.
Elin berharap acara serupa dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ekonomi lokal di tengah semangat kemerdekaan. “Semoga kegiatan ini terus berlanjut dengan peningkatan ide dan kreatifitas lebih baik lagi dan tentu dengan semangat kolaborasi lebih luas lagi,” tandasnya.
Selama dua hari penyelenggaraan, ribuan pengunjung memadati lokasi Sangkar 5.0. Mereka menikmati beragam jajanan dan makanan dari UMKM warga lokal, serta berbagai permainan tradisional untuk anak-anak dan pertunjukan kreativitas. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan Guest Star Band dan DJ, menambah semarak suasana.
Dengan konsep yang menggabungkan unsur budaya, ekonomi kreatif, dan kolaborasi masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, Sangkar 5.0 GKJW Suwaru berhasil menjadi sebuah kegiatan yang inspiratif dan bermanfaat.













