Menu

Mode Gelap
Gebyar UMKM Sidoarjo dan Karnaval Gear Ultima Siap Digelar: Dorong Daya Saing dan Promosi Produk Lokal Menyingkap Dua Sisi Gaya Belanja Digital: Eksploratif Naykilla vs Praktisnya Tenxi Benteng Desa Melawan Perdagangan Manusia: Imigrasi Blitar Perluas Jaringan Pencegahan TPPO Menyentuh Hati Warga: Pasuruan Raih Penghargaan Pelayanan Publik, Kado Istimewa di Tahun 2026 Mugeb Primary School Ajarkan Keteladanan Nabi Lewat Paper Mob Kreatif Program Harum Lazismu Dukun: Wujudkan Rumah Layak Huni Marbut di Tanah Wakaf Gresik

Pendidikan

Mugeb Primary School Ajarkan Keteladanan Nabi Lewat Paper Mob Kreatif

badge-check


					Mugeb Primary School Ajarkan Keteladanan Nabi Lewat Paper Mob Kreatif Perbesar

KlikMojok – Pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026, ratusan murid Mugeb Primary School memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara yang unik dan kreatif. Mereka menggelar aksi paper mob yang membentuk nama Muhammad, melantunkan lagu “Rindu Muhammad”, serta menyimak dongeng inspiratif tentang keteladanan Rasulullah di lapangan sekolah. Kegiatan ini menjadi upaya sekolah untuk menanamkan nilai-nilai luhur Nabi secara visual dan interaktif.

Suasana pagi itu diawali dengan seruan lantang dari Fahilan Nur Bachtiar, S.Pd., salah satu pembawa acara Peringatan Maulid Nabi bertajuk Inspiring Maulid. “Luruskan kanan, anak-anak. Lihat ubin, luruskan!” perintahnya, menggema di seluruh penjuru lapangan sekolah.

Mendengar arahan tersebut, para siswa kelas IV, V, dan VI segera merespons dengan sigap. Mereka merapikan posisi berdiri, mengarahkan pandangan lurus ke garis ubin, serta menyesuaikan barisan dan jarak antarpeserta agar tertata rapi.

Pagi yang cerah itu, murid-murid tampil dalam balutan pakaian putih bersih yang dipadukan dengan kerudung berwarna navy. Di tangan mungil mereka, setiap anak telah memegang selembar kertas asturo berwarna oranye terang, siap untuk dikreasikan.

Asmaul Husna, S.Pd.I., pembawa acara lainnya, turut memberikan panduan tambahan. “Perhatikan cara memegangnya. Seperti contoh Ustad Tony,” ujarnya, mengingatkan para murid untuk memegang kertas dengan benar.

Anak-anak menunjukkan konsentrasi penuh saat mendengarkan setiap instruksi. Mereka memastikan posisi pegangan kertas asturo telah tepat dan mantap sebelum mengangkatnya secara serentak.

Pagi itu, lapangan sekolah bukan sekadar menjadi lokasi rutinitas harian. Ratusan murid Mugeb Primary School tengah mempersiapkan sebuah persembahan istimewa dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka berencana menyusun paper mob yang akan membentuk tulisan nama Muhammad dalam aksara Arab, محمد.

Untuk menciptakan suasana yang santai dan akrab selama latihan, panitia memutar lagu “Rindu Muhammad” karya Haddad Alwi. Alunan melodi merdu itu mengisi seisi lapangan, membawa kehangatan di pagi hari. Sesekali, para murid tampak mengacungkan kertas asturo sambil ikut melantunkan bait-bait lagu.

Saat semua murid telah siap dan kompak, tujuh perwakilan dari kelas V maju ke depan. Mereka menyanyi dan menampilkan koreografi yang selaras dengan lagu “Rindu Muhammad.” Sebagian murid lain ikut bernyanyi dengan riang, ada yang tersenyum sumringah, sementara yang lain tetap fokus menjaga posisi kertas asturo mereka sesuai denah yang telah dirancang panitia.

Tak berselang lama, aba-aba utama pun diberikan oleh panitia. Serentak, tangan-tangan mungil para murid mengangkat lembaran kertas asturo berwarna oranye ke atas kepala mereka.

Dari sudut pandang di permukaan tanah, yang terlihat hanyalah hamparan kertas oranye yang luas. Namun, ketika dilihat dari ketinggian, susunan ratusan lembar kertas tersebut secara bertahap menampakkan rangkaian huruf Arab yang indah.

Potongan-potongan kertas yang dipegang oleh ratusan anak itu kemudian menyatu, membentuk ukiran nama yang agung: محمد. Dengan demikian, nama mulia Muhammad berhasil divisualisasikan secara memukau di tengah lapangan sekolah.

Bagi para murid, kegiatan ini bukan sekadar atraksi paper mob biasa. Sekolah telah menanamkan nilai dan pesan mendalam melalui pengalaman sederhana namun berkesan ini.

Nur Hamidah, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Pembinaan dan Pembiasaan Karakter, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah metode kreatif untuk mendekatkan sosok Rasulullah kepada anak-anak. Ia menyatakan, “Kami ingin memvisualisasikan Muhammad. Tidak hanya mendengar cerita. Selama ini anak-anak menonton kisah, mendengar perjuangan. Kali ini kita secara visual melihat, lalu menginternalisasi dalam keseharian. Terngiang-ngiang nama Muhammad.”

Mida, sapaan akrab Nur Hamidah, menambahkan bahwa sekolah berharap pengalaman visual tersebut tidak hanya menjadi pertunjukan seni sesaat. Harapannya, nama Muhammad yang disaksikan bersama di lapangan akan terus melekat kuat dalam ingatan anak-anak, menjadi pengingat abadi untuk selalu meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk merangkai bentuk tulisan yang utuh, setiap anak memegang peranan krusial. Satu lembar kertas asturo harus diletakkan pada koordinat yang tepat, setiap barisan wajib berdiri lurus, dan setiap gerakan harus mematuhi komando. Ketika seluruh murid melaksanakannya secara bergotong royong, kumpulan kertas sederhana itu bertransformasi menjadi sebuah mahakarya yang sarat makna dan kebersamaan.

Melalui proses kreatif ini, Mida menegaskan bahwa para siswa memetik pelajaran berharga: kecintaan kepada Rasulullah dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Ini meliputi mengingat nama beliau, mengenal rekam jejak perjuangannya, dan berusaha mempraktikkan keteladanannya dalam aktivitas harian.

Kemeriahan pagi itu tidak berakhir setelah aksi paper mob. Rangkaian acara Maulid Nabi telah diawali dengan doa bersama, mengingat “password pembiasaan” sekolah, dan melantunkan Asmaul Husna. Panitia juga melakukan pembacaan perolehan infak sebelum panggung acara semakin semarak dengan alunan lagu “Rindu Muhammad” yang mengiringi koreografi paper mob.

Antusiasme anak-anak semakin memuncak saat sesi dongeng islami disampaikan oleh Fatwa Amalia, dilanjutkan dengan kuis berhadiah. Gelak tawa dan sorak-sorai riang gembira membahana, memenuhi setiap sudut lapangan Mugeb Primary School.

Sekolah menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan mengumumkan para pemenang Content Challenge. Seluruh agenda ini merupakan bagian dari upaya Mugeb Primary School dalam memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan yang relevan dan dekat dengan dunia anak-anak. Tujuannya tidak hanya mengenang kelahiran Nabi, tetapi juga mengajak siswa untuk mengenal, mengingat, mencintai, hingga menginternalisasi keteladanan beliau.

Momen pagi yang syahdu tersebut menciptakan memori berharga bagi para murid. Mereka akan mengenang pengalaman berdiri tegak dalam barisan, menyimak cermat aba-aba guru, menyanyikan lagu kerinduan kepada Nabi, mengangkat lembaran asturo bersama teman sejawat, dan menyaksikan nama agung Muhammad terbentuk indah di hadapan mereka.

Nama “Muhammad” pada pagi itu tidak lagi sekadar didengar melalui cerita atau dibaca di buku dan layar digital. Nama agung itu berhasil mereka hadirkan secara kolektif di atas lapangan sekolah—sebuah ikhtiar nyata untuk memperingati Maulid Nabi. Harapannya, sosok Rasulullah semakin meresap dalam keseharian anak-anak, dan keteladanannya terus bernapas dalam setiap langkah hidup mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Benteng Desa Melawan Perdagangan Manusia: Imigrasi Blitar Perluas Jaringan Pencegahan TPPO

28 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Menyentuh Hati Warga: Pasuruan Raih Penghargaan Pelayanan Publik, Kado Istimewa di Tahun 2026

28 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Program Harum Lazismu Dukun: Wujudkan Rumah Layak Huni Marbut di Tanah Wakaf Gresik

28 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Dari Tebuireng, Menjaga Sanad dan Muruah NU: Jalan Sunyi Gus Kikin Menuju Abad Kedua

28 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Nyala di Kaki Semeru: Medan Terjal, Asa Helikopter, dan Perjuangan Memadamkan Kebakaran TNBTS Lumajang

28 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Trending di Pendidikan