SURABAYA – Jejaring JSIT Indonesia di Jawa Timur terus bertambah. Sebanyak delapan sekolah resmi terdaftar sebagai anggota baru JSIT Indonesia setelah mengikuti registrasi dan orientasi anggota baru yang digelar Kamis (13/8) di Kantor JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan sekolah dari sejumlah daerah. Enam pengurus JSIT daerah turut hadir, yakni Tulungagung, Kabupaten Malang, Pamekasan, Pacitan, Magetan, dan Trenggalek.

Delapan sekolah yang mengikuti proses registrasi dan orientasi tersebut berasal dari berbagai jenjang dan daerah. Mulai PAUD, kelompok bermain, madrasah hingga SMA.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur Moch Edris Effendi, ST, M.PSDM, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya proses registrasi dan orientasi anggota baru tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini terlaksana pendaftaran atau registrasi dan orientasi anggota baru JSIT Indonesia dari Jawa Timur,” ujar Edris.
Menurut dia, delapan sekolah tersebut kini resmi tercatat sebagai anggota baru JSIT Indonesia. Tidak hanya proses registrasi yang telah tuntas, administrasi Dapodik sekolah juga telah diselesaikan.
“Alhamdulillah, ada tambahan delapan sekolah yang resmi terdaftar sebagai anggota baru JSIT Indonesia dan sudah tuntas pula Dapodiknya,” katanya.
Dengan tambahan tersebut, jumlah anggota JSIT Indonesia di Jawa Timur kini mencapai 452 sekolah.
Edris berharap jumlah tersebut terus bertambah. Targetnya, jejaring JSIT Indonesia di Jawa Timur dapat menembus angka 500 sekolah.
“Jumlah anggota dari Jawa Timur ada 452 sekolah. Semoga terus bertambah hingga tembus 500,” harapnya.
Orientasi anggota baru menjadi salah satu tahapan penting dalam proses bergabungnya sekolah ke dalam jaringan JSIT Indonesia. Selain menyelesaikan administrasi keanggotaan, sekolah mendapatkan pengenalan mengenai organisasi dan jejaring JSIT Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, materi orientasi disampaikan langsung oleh Moch Edris Effendi dengan didampingi Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur Alief Nuryadi, MM. Sementara proses registrasi dilakukan secara paralel oleh admin sekolah atau lembaga.
Bertambahnya delapan anggota baru tersebut sekaligus memperkuat jejaring JSIT Indonesia di Jawa Timur. Dengan jumlah yang kini mencapai 452 sekolah, masih terdapat ruang bagi sekolah-sekolah lain untuk bergabung dan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan Islam.
Target 500 sekolah bukan sekadar angka. Namun menjadi bagian dari ikhtiar memperluas jejaring, memperbanyak ruang kolaborasi, dan memperkuat gerakan pendidikan Islam di Jawa Timur.












