Menu

Mode Gelap
Pengawasan Orang Tua Krusial: Mayoritas Dispensasi Nikah di Magetan Dipicu Kehamilan Dini Resonansi Bambu: Saat Hak Cipta Musisi Lokal Bersemi dalam Edukasi Royalti di Kediri Pelajaran Kebaikan di Maulid Nabi: Siswa Miosi Sidoarjo Terlibat dalam Distribusi 782 Nasi Kotak Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final Bukan Sekadar Jabatan: Mr. Roo Ungkap Filosofi dan Kunci Pemimpin Sekolah Resilien MAN IC Serpong: 14 Siswa Lolos Final OSN 2026, Terbanyak Nasional

Berita Terkini

IHSG Loyo Hari Ini: Kenapa Pasar Saham Kembali Berdarah?

badge-check


					IHSG Loyo Hari Ini: Kenapa Pasar Saham Kembali Berdarah? Perbesar

Saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) lagi kurang bersemangat nih. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin sore, 22 September 2025, harus rela melemah tipis. Ini terjadi di tengah kabar kesepakatan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Cina yang justru banyak dinanti. IHSG terpaksa turun 11,08 poin atau 0,14 persen, parkir di angka 8.040,04. Senasib, indeks 45 saham unggulan atau LQ45 juga ikutan loyo, merosot 6,10 poin atau 0,75 persen ke level 803,89.

Lho, kok bisa melemah? Padahal, para investor sebenarnya menyambut hangat obrolan via telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping. Malahan, menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas di Jakarta, Trump menyebut Xi Jinping telah setuju soal kesepakatan aplikasi media sosial TikTok. Ini jelas jadi angin segar di tengah tensi dua negara adidaya.

Dari pihak Cina sendiri, mereka bilang menghormati keputusan bisnis perusahaan. Harapannya, negosiasi yang ada bakal sesuai aturan pasar, hukum yang berlaku, dan prinsip non-diskriminatif. Nah, setelah ini, pasar keuangan global jelas pada nungguin banget detail lengkap dari deal AS-Cina yang satu ini.

Nggak cuma soal AS-Cina, para pelaku pasar juga lagi mantau ketat kebijakan moneter Bank Sentral Cina (PBOC). Sebelumnya, pasar sempat dibikin deg-degan sama sinyal pemangkasan suku bunga dari The Fed, yang juga mengisyaratkan pelonggaran lebih lanjut. Namun, PBOC memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan pinjaman utamanya, Loan Prime Rate (LPR) satu tahun, di 3,0 persen. LPR lima tahun yang menjadi acuan utama untuk hipotek juga anteng di 3,5 persen.

Keputusan ini jadi semacam langkah kehati-hatian, berharap otoritas bisa menjaga kondisi kredit dan dukung perdagangan regional. Apalagi, data ekonomi terbaru di Cina nunjukkin adanya potensi perlambatan aktivitas domestik, yang makin menguatkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter bakal tetap akomodatif ke depannya.

Balik ke dalam negeri, para investor juga ikutan was-was. Bank Indonesia (BI) ngasih kabar kalau ada arus keluar modal asing atau capital outflow dari pasar keuangan domestik kita. Sepanjang pekan ketiga September 2025, angkanya mencapai Rp 8,12 triliun! Gara-gara ini, BI bilang premi risiko investasi di Indonesia jadi ikut meningkat, bikin para investor perlu lebih hati-hati.

Terus, gimana nasib sektor-sektornya? Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, ada sembilan sektor yang berhasil unjuk gigi dan menguat. Sektor Industri jadi juaranya dengan penguatan 1,98 persen, disusul Infrastruktur dan Barang Baku yang masing-masing naik 1,50 persen dan 1,14 persen. Sayangnya, dua sektor lain harus terkoreksi. Sektor Kesehatan ambles paling dalam, turun 0,61 persen, diikuti oleh sektor Keuangan yang juga merosot 0,45 persen.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan saham hari itu lumayan ramai. Tercatat ada 2.311.594 kali transaksi, dengan total 39,79 miliar lembar saham yang diperdagangkan, nilainya mencapai Rp 23,08 triliun. Dari sekian banyak saham, 371 di antaranya berhasil naik, 297 menurun, dan 132 lainnya anteng di posisi yang sama.

Di bursa saham regional Asia sore ini, kondisinya campur aduk. Indeks Nikkei Jepang malah terbang 460,19 poin atau 1,02 persen ke 45.506,00. Tapi, Indeks Hang Seng Hong Kong sebaliknya, melemah 200,96 poin atau 0,76 persen ke 26.344,14. Shanghai menguat tipis 8,49 poin atau 0,22 persen ke 3.828,58, sedangkan Strait Times Singapura melemah tipis 2,87 poin atau 0,07 persen ke 4.289,98.

Pilihan Editor: Mengapa Pasar Keuangan Rontok Setelah Sri Mulyani Dicopot

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini