Menu

Mode Gelap
KKN UMM 162: Mahasiswa Ubah Potensi Lokal Bulurejo Jadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan Lebih dari Sekadar Tawa: Lomba Mancing Kerupuk Ajarkan Ketangkasan dan Kebersamaan di MI Muhammadiyah Tempeh Lor Keberanian Staf TU MI Muhammadiyah Tempeh Lor Pimpin Mars Muhammadiyah Panggung Kreativitas Tanpa Batas: Semarak Pembukaan Insan Fest 2026 Menuju Milad BQAM ke-12 Persembahan Kelas Akhir Pantai Karangbolong: HUT RI ke-81 Jadi Panggung Edukasi Karakter dan Promosi Wisata Lokal Jejak Tujuh Kata dan Jiwa Persatuan: Kisah Dramatis 18 Agustus 1945

Pendidikan

Keberanian Staf TU MI Muhammadiyah Tempeh Lor Pimpin Mars Muhammadiyah

badge-check


					Keberanian Staf TU MI Muhammadiyah Tempeh Lor Pimpin Mars Muhammadiyah Perbesar

Ulfa Maulidah, seorang staf Tata Usaha (TU) di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Tempeh Lor, baru-baru ini merasakan sebuah pengalaman berkesan yang memperkaya semangat kerjanya. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, ia mendapatkan kesempatan istimewa untuk pertama kalinya menjadi dirijen dalam acara Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di MIM Tempeh Lor, Lumajang, saat lagu Mars Muhammadiyah dikumandangkan. Pengalaman staf TU jadi dirijen ini tidak hanya menjadi hal baru bagi Ulfa, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang keberanian dan kepercayaan diri.

Bagi Ulfa, peran sebagai dirijen jauh melampaui sekadar berdiri di depan dan menggerakkan tangan mengikuti irama musik. Ia mengemban tanggung jawab untuk menjaga tempo, memberikan aba-aba yang jelas, serta memastikan seluruh peserta dapat menyanyikan Mars Muhammadiyah secara serentak dan penuh semangat.

Pengalaman memimpin paduan suara ini menjadi tantangan unik bagi Ulfa, mengingat sehari-harinya ia fokus pada tugas-tugas administrasi madrasah. Posisi sebagai dirijen merupakan hal yang belum pernah ia geluti sebelumnya, menambah tingkat kesulitan dan kegugupan.

“Ini pengalaman pertama saya menjadi dirijen Mars Muhammadiyah,” tutur Ulfa. Ia mengakui, “Awalnya tentu ada rasa gugup karena harus berada di depan dan memimpin lagu.”

Namun, perasaan gugup itu tidak lantas menyurutkan niat Ulfa. Sebaliknya, ia bertekad untuk mempersiapkan diri secara matang demi menjalankan amanah tersebut dengan hasil terbaik.

Ulfa memahami bahwa Mars Muhammadiyah memiliki karakter lagu yang cenderung pelan namun tetap membangkitkan semangat. Oleh karena itu, ia menyadari pentingnya gerakan tangan seorang dirijen yang mampu memberikan aba-aba yang sangat jelas kepada para peserta.

Sebelum tampil, Ulfa secara khusus mencoba memahami setiap ketukan dan alur lagu Mars Muhammadiyah. Persiapan sederhana ini menjadi modal krusial bagi dirinya untuk membangun kepercayaan diri.

Ketika tiba gilirannya berdiri di hadapan peserta, Ulfa berupaya keras untuk mengesampingkan rasa gugupnya. Dengan penuh konsentrasi, tangannya mulai memberikan aba-aba sebagai tanda dimulainya lagu.

Seketika, suasana berubah menjadi penuh semangat. Seluruh peserta dengan kompak menyanyikan Mars Muhammadiyah, mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh Ulfa sebagai dirijen.

Bagi Ulfa, pengalaman berharga ini mengajarkan bahwa setiap tugas baru memerlukan keberanian untuk mencoba. Ia menyimpulkan bahwa kesempurnaan bukanlah hal utama, melainkan keberanian untuk mengambil kesempatan dan kemauan untuk terus belajar adalah yang terpenting.

“Setelah menjalaninya, ternyata menyenangkan juga,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Dari pengalaman ini saya belajar untuk lebih percaya diri.”

Menurut Ulfa, keterlibatan aktif tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan madrasah merupakan wujud dari semangat kebersamaan. Ia percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting masing-masing untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses.

Pengalamannya sebagai dirijen turut menjadi kisah unik dalam perjalanan pengabdian Ulfa di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Tempeh Lor. Ia merasa tidak hanya menjalankan tugas administrasi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan yang turut memperkuat semangat kemuhammadiyahan di lingkungan madrasah.

Ulfa berharap pengalaman pertamanya ini bukan hanya menjadi kenangan sesaat. Ke depannya, ia berkeinginan untuk terus belajar dan tidak akan ragu menerima tugas-tugas baru yang mungkin akan dipercayakan oleh pihak madrasah kepadanya.

Secara keseluruhan, pengalaman Ulfa menjadi dirijen Mars Muhammadiyah dalam perayaan HUT Kemerdekaan ini menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk mencoba hal-hal baru dapat membuka pintu menuju pengalaman-pengalaman yang sangat berharga.

Dari balik meja tugas administrasi madrasah, Ulfa berhasil mengambil peran di garis depan, memimpin sebuah lagu, dan secara aktif menghidupkan semangat kebersamaan di antara seluruh warga Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Tempeh Lor.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKN UMM 162: Mahasiswa Ubah Potensi Lokal Bulurejo Jadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan

19 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Lebih dari Sekadar Tawa: Lomba Mancing Kerupuk Ajarkan Ketangkasan dan Kebersamaan di MI Muhammadiyah Tempeh Lor

19 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Pantai Karangbolong: HUT RI ke-81 Jadi Panggung Edukasi Karakter dan Promosi Wisata Lokal

19 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Jejak Tujuh Kata dan Jiwa Persatuan: Kisah Dramatis 18 Agustus 1945

19 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Semarak Memperingati Kemerdekaan SDIT Permata Surabaya

18 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Trending di Pendidikan