Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Siswa SD Muri Latih Ketahanan Fisik dan Mental di 117 Anak Tangga Giri Kedaton

badge-check

Siswa SD Muri Latih Ketahanan Fisik dan Mental di 117 Anak Tangga Giri Kedaton Perbesar

KlikMojok – Petualangan edukatif yang menguji fisik dan mental baru saja dilakoni oleh siswa-siswi kelas III hingga VI SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri). Pada Kamis, 1 Oktober 2026, mereka bersama-sama menapaki 117 anak tangga menuju Situs Giri Kedaton di Gresik, sebuah situs bersejarah yang menyimpan banyak cerita. Kegiatan ini dirancang untuk melatih semangat, kekompakan, dan ketahanan diri para siswa.

Kegiatan penjelajahan ini merupakan agenda perdana Hizbul Wathan (HW) yang diselenggarakan setelah Kegiatan Tengah Semester (KTS). Sepanjang perjalanan menuju situs bersejarah tersebut, para siswa didampingi oleh guru-guru mereka, menikmati setiap momen dan mengamati suasana lingkungan sekitar dengan antusias.

Selama perjalanan, fokus perhatian anak-anak tidak hanya terpaku pada tujuan akhir mereka, yakni Situs Giri Kedaton. Berbagai objek dan pemandangan yang mereka temui di sepanjang jalan juga berhasil mencuri perhatian dan menimbulkan rasa ingin tahu.

Salah satu momen menarik terjadi ketika Ahmad Zhian, siswa kelas IV, dengan gembira berseru, “Ustazah, lihat! Ada ayam jago. Bagus, ya, ayamnya!” menunjukkan betapa mereka menikmati interaksi langsung dengan alam sekitar.

Setelah menikmati pemandangan di jalur datar, perjalanan mereka kemudian mengantarkan para siswa pada tantangan yang sesungguhnya: deretan panjang anak tangga yang membentang menuju puncak Situs Giri Kedaton.

Dalam semangat petualangan, beberapa siswa menunjukkan inisiatif tinggi dengan menghitung setiap anak tangga yang mereka lewati, menambah elemen interaktif pada kegiatan fisik ini.

Mikaila Raniya Putri Permana, siswi kelas VI, dengan bangga menceritakan pengalamannya, “Aku menghitung tangganya satu per satu. Ternyata jumlahnya ada 117 tangga,” mengonfirmasi jumlah anak tangga yang harus mereka taklukkan.

Pendakian anak tangga menuju situs bersejarah ini bukan hanya menjadi ujian ketahanan bagi para siswa. Erna Hamidah dan Saidah Yuliana Wahyuni, dua guru pendamping yang setia, juga turut serta menapaki setiap anak tangga hingga berhasil mencapai lokasi bersama murid-muridnya.

Meskipun perjalanan tersebut cukup menguras energi dan membutuhkan stamina ekstra, kedua guru tersebut menunjukkan dedikasi tinggi dengan terus mendampingi setiap langkah siswa hingga mereka semua tiba di puncak situs.

Dengan senyum di wajahnya, Erna Hamidah memberikan motivasi, “Capek boleh, berhenti semangat jangan. Yang penting kita sampai bersama-sama ke atas,” menanamkan nilai kebersamaan dan pantang menyerah.

Tak ketinggalan, Saidah Yuliana Wahyuni juga aktif memberikan suntikan semangat kepada anak-anak sepanjang perjalanan, memastikan moral mereka tetap terjaga.

“Kalau anak-anak semangat, ustazah juga harus semangat. Kita buktikan bahwa tantangan bisa dilewati bersama,” ujarnya, memperkuat ikatan antara guru dan murid dalam menghadapi kesulitan.

Suasana penjelajahan semakin meriah dan hidup berkat tawa riang, canda gurau, serta senandung lagu-lagu yang dilantunkan para siswa. Beberapa dari mereka bahkan bernyanyi bersama, menciptakan irama kebersamaan yang mengiringi setiap langkah menuju lokasi.

Kombinasi antara udara terbuka yang segar, ritme suara langkah kaki yang serempak, dan pemandangan alam di sepanjang jalur, menjadikan kegiatan HW kali ini terasa sangat berbeda dan lebih dinamis dibandingkan pembelajaran rutin di dalam kelas.

Lebih dari sekadar berjalan menuju sebuah situs bersejarah, para siswa juga mendapatkan berbagai pelajaran berharga. Mereka belajar mengamati dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mengatur energi agar tetap prima, melatih kesabaran dengan menunggu teman yang tertinggal, serta merasakan kepuasan menyelesaikan perjalanan bersama-sama.

Oleh karena itu, penjelajahan menuju Situs Giri Kedaton ini berfungsi sebagai arena latihan yang efektif untuk membangun kemandirian, meningkatkan ketahanan fisik dan mental, menumbuhkan kekompakan, memperkuat kerja sama tim, serta menanamkan semangat pantang menyerah dalam diri setiap siswa.

Setelah periode KTS yang padat dengan berbagai kegiatan akademik, perjalanan menaiki 117 anak tangga ini menjadi metode pembelajaran alternatif yang unik bagi siswa SD Muri. Kali ini, mereka belajar bukan dari buku, melainkan melalui setiap langkah kaki, rasa lelah yang dirasakan, dan kebersamaan yang terjalin erat di sepanjang perjalanan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tragedi Subuh di Jombang: Ketika Arah Berlawanan Merenggut Nyawa, Refleksi Keselamatan Berkendara

4 Okt 2026 - 18:44 WIB

Tragedi Subuh di Jombang: Ketika Arah Berlawanan Merenggut Nyawa, Refleksi Keselamatan Berkendara

Nyala Merah di Kaki Lawu: Pelajaran dari Api Sepekan di Hutan Pinus Ngawi

4 Okt 2026 - 18:44 WIB

Nyala Merah di Kaki Lawu: Pelajaran dari Api Sepekan di Hutan Pinus Ngawi

Lentera Welas Asih di Mbalong Kawok: Siswa Sekolah Minggu Buddhis Tulungagung Menebar Kebajikan Melalui Ritual Fang Sheng

4 Okt 2026 - 15:20 WIB

Lentera Welas Asih di Mbalong Kawok: Siswa Sekolah Minggu Buddhis Tulungagung Menebar Kebajikan Melalui Ritual Fang Sheng

Ketika Aspal Membara di Kota Pahlawan: Kisah Penghentian Surabaya Isoplus Marathon 2026 Akibat Panas Ekstrem

4 Okt 2026 - 15:18 WIB

Ketika Aspal Membara di Kota Pahlawan: Kisah Penghentian Surabaya Isoplus Marathon 2026 Akibat Panas Ekstrem

Merayakan Pengabdian: K3S SD Benjeng Lepas ASN Purnatugas 2026 dengan Sentuhan Budaya di Malang

4 Okt 2026 - 15:17 WIB

Merayakan Pengabdian: K3S SD Benjeng Lepas ASN Purnatugas 2026 dengan Sentuhan Budaya di Malang
Trending di Pendidikan