Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Strategi Pembelajaran Inovatif: Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Pede Main Pianika Pilihan Sendiri

badge-check

Strategi Pembelajaran Inovatif: Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Pede Main Pianika Pilihan Sendiri Perbesar

KlikMojok – Pada Kamis, 10 September 2026, irama pianika riang menggema dari kelas V Al Zahrawi di SD Muhammadiyah 16 Surabaya, yang akrab disapa Sekolah Kreatif Baratajaya. Para siswa di sana menunjukkan antusiasme tinggi dan kepercayaan diri saat memilih serta memainkan lagu pianika mereka sendiri, didampingi guru musik Dwi Cahyo Purnomo.

Keberanian siswa untuk tampil dan berkreasi musikal menjadi sorotan utama dalam pelajaran musik yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini, di mana setiap siswa membawa pianika masing-masing.

Pembelajaran musik ini dipimpin oleh Dwi Cahyo Purnomo, S.Pd., yang akrab disapa Ustaz Dwi. Ia mengawali sesi kelas dengan memperkenalkan lagu-lagu wajib yang notasi angkanya telah dipelajari oleh para siswa sebelumnya.

“Notasi lagu dalam bentuk angka sudah siswa pelajari. Ada lagu wajib dan ada juga lagu anak,” terang Ustaz Dwi, menjelaskan dasar-dasar yang telah dikuasai para muridnya.

Menurut Ustaz Dwi, siswa-siswa di Sekolah Kreatif Baratajaya telah menerima dan menguasai sejumlah notasi lagu yang siap mereka mainkan menggunakan pianika. Beberapa di antaranya adalah lagu-lagu nasional seperti “Maju Tak Gentar” dan “17 Agustus”, lagu sekolah “Jingle Kreatif”, serta lagu anak-anak seperti “Burung Kutilang” dan “Si Kancil”.

Tidak hanya itu, siswa juga dibekali notasi untuk beberapa lagu tema kartun populer yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari mereka.

“Ada juga soundtrack lagu Sinchan dan soundtrack Doraemon. Jadi anak-anak bisa memilih lagu yang mereka sukai,” ujarnya, menyoroti pentingnya kebebasan memilih bagi siswa.

Sesi awal pembelajaran dimulai dengan memainkan lagu “Maju Tak Gentar” secara bersama-sama. Jari-jari mungil siswa tampak lincah bergerak mengikuti setiap notasi angka yang terpampang di hadapan mereka.

Suasana kelas pun segera berubah menjadi semarak ketika suara pianika terdengar serentak, menciptakan harmoni yang indah. Setiap siswa terlihat fokus dan berupaya keras mengikuti irama sesuai dengan notasi yang mereka pegang.

Namun, Ustaz Dwi tidak hanya membatasi siswa untuk memainkan lagu secara massal. Ia juga memberikan kesempatan berharga bagi mereka untuk memilih lagu-lagu lain yang sudah pernah mereka pelajari sebelumnya.

“Sekarang coba lagu yang sudah pernah kalian pelajari. Silakan mainkan sesuai notasi angka yang sudah diberikan,” ajaknya kepada para siswa, mendorong mereka untuk menunjukkan kemampuan individual.

Tawaran ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh para siswa. Beberapa di antaranya terlihat sangat percaya diri memainkan lagu pilihannya di hadapan teman-teman sekelas, menunjukkan bakat dan keberanian mereka.

Ini membuktikan bahwa pembelajaran di Sekolah Kreatif Baratajaya tidak sekadar mengikuti instruksi guru, melainkan juga memberikan ruang luas bagi siswa untuk menentukan pilihan lagu sesuai dengan preferensi masing-masing.

Dengan demikian, penguasaan notasi angka menjadi gerbang awal yang membuka kesempatan bagi siswa untuk menguji dan mengembangkan kemampuan musikal mereka.

Dari kebebasan memilih lagu ini, benih-benih keberanian mulai tumbuh dan berkembang melalui pengalaman memainkan lagu pilihan sendiri, memperkuat rasa percaya diri mereka.

Salah satu contoh nyata adalah Nayla Azzahra Aryandri, yang bersama Afiyah Widiya Ardani, dengan mantap memilih untuk memainkan lagu tema “Sinchan” di hadapan seluruh teman sekelasnya.

Bagi Nayla, pilihannya tersebut memiliki alasan kuat. Ia merasa bahwa lagu “Sinchan” lebih mudah dimainkan dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya. “Lagu Sinchan ini lagu yang mudah,” ucap Nayla dengan penuh semangat, memancarkan kebahagiaan dari pilihannya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jatuh dari Ketinggian, Menjelajahi Kedalaman: Refleksi Keselamatan dan Kesehatan Mental Mahasiswa UB

11 Sep 2026 - 18:47 WIB

Jatuh dari Ketinggian, Menjelajahi Kedalaman: Refleksi Keselamatan dan Kesehatan Mental Mahasiswa UB

Tenggorokan Kering di Pacitan: Delapan Bulan Tanpa Hujan, Tiga Dusun Sambong Tercekik Krisis Air

11 Sep 2026 - 18:46 WIB

Tenggorokan Kering di Pacitan: Delapan Bulan Tanpa Hujan, Tiga Dusun Sambong Tercekik Krisis Air

Bukan Sekadar Skor: Pertandingan Basket SD Mugres dan SD Semen Indonesia Gresik Perkaya Pengalaman dan Mental Siswa

11 Sep 2026 - 18:45 WIB

Bukan Sekadar Skor: Pertandingan Basket SD Mugres dan SD Semen Indonesia Gresik Perkaya Pengalaman dan Mental Siswa

Madiun Menjemput Berkah: Merajut Ekonomi dan Edukasi dalam Ekosistem Haji-Umrah 2026

11 Sep 2026 - 15:20 WIB

Madiun Menjemput Berkah: Merajut Ekonomi dan Edukasi dalam Ekosistem Haji-Umrah 2026

Ketika Bromo Berasap, Malang Bertaruh: Kisah Penjaga Hutan dan Ancaman Karhutla bagi Pendidikan Lingkungan

11 Sep 2026 - 15:18 WIB

Ketika Bromo Berasap, Malang Bertaruh: Kisah Penjaga Hutan dan Ancaman Karhutla bagi Pendidikan Lingkungan
Trending di Pendidikan