Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Membangun Nasionalisme: 196 Murid SD Mumtaz Sidoarjo Belajar Sejarah Langsung di Tugu Pahlawan dan Museum TNI AL

badge-check

Membangun Nasionalisme: 196 Murid SD Mumtaz Sidoarjo Belajar Sejarah Langsung di Tugu Pahlawan dan Museum TNI AL Perbesar

KlikMojok – Mengenal sejarah bangsa tidak melulu harus melalui buku teks di dalam kelas. Pengalaman langsung dalam melihat peninggalan bersejarah, mengamati beragam koleksi museum, serta menyaksikan tayangan edukatif, terbukti menjadi metode pembelajaran yang efektif dan berkesan bagi para murid, khususnya dalam memahami perjalanan panjang Indonesia.

Sebanyak 196 murid kelas VI dari SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, atau dikenal sebagai SD Mumtaz Sidoarjo, mendapatkan kesempatan berharga ini melalui sebuah kegiatan belajar di luar sekolah. Pada hari Kamis, 5 November 2026, ratusan siswa SD Mumtaz ini melaksanakan kunjungan ke dua lokasi bersejarah yang ikonik di Kota Surabaya: Tugu Pahlawan dan Museum Pusat TNI Angkatan Laut (Muspusal).

Sejak pagi hari, seluruh peserta didik berkumpul di lingkungan SD Mumtaz, yang menjadi titik awal keberangkatan mereka. Didampingi oleh para guru pembimbing, rombongan kemudian berangkat menuju destinasi pembelajaran langsung di luar kelas, yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru dan suasana belajar yang menyenangkan.

Destinasi pertama dalam rangkaian kegiatan belajar ini adalah Tugu Pahlawan. Di area monumen bersejarah yang menjadi simbol perjuangan, para murid berkesempatan untuk memahami lebih mendalam semangat dan kegigihan ‘arek-arek Suroboyo’ dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Para siswa tidak hanya melihat-lihat, tetapi juga mengunjungi museum di kompleks Tugu Pahlawan. Di sana, mereka menyimak beragam informasi dan narasi mengenai peristiwa heroik 10 November 1945, sebuah momen krusial yang tercatat sebagai salah satu bagian terpenting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Aktivitas belajar tidak berhenti pada pengamatan visual. Para murid juga aktif mengerjakan tugas yang terangkum dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Mereka dengan cermat mengamati setiap informasi yang disajikan, mencatat poin-poin penting, dan menjawab serangkaian pertanyaan yang didasarkan pada hasil pengamatan mereka secara langsung.

Metode pembelajaran ini menjadikan kunjungan ke museum jauh lebih interaktif dan bermakna, sebab para siswa terlibat secara aktif dan langsung dalam proses penemuan serta pemahaman pengetahuan baru.

Setelah itu, perjalanan edukasi berlanjut menuju Museum Pusat TNI Angkatan Laut (Muspusal). Di lokasi ini, para murid SD Mumtaz mendapatkan wawasan segar mengenai kekayaan sejarah kemaritiman Indonesia serta menelusuri perjalanan panjang dan peran vital TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Nusantara.

Dengan beragam koleksi bersejarah yang dipamerkan, para siswa memperoleh kesempatan berharga untuk mengenal lebih dekat dunia kemaritiman. Mereka dapat melihat secara langsung berbagai benda dan artefak yang memiliki kaitan erat dengan sejarah kelautan Indonesia serta perjuangan heroik TNI Angkatan Laut.

Benda-benda tersebut, yang selama ini mungkin hanya mereka temui dalam ilustrasi di buku pelajaran, kini dapat mereka saksikan secara fisik dan nyata.

Aspek menarik lainnya adalah pengalaman belajar di Muspusal tidak terbatas pada kegiatan berkeliling melihat koleksi. Para murid juga berkesempatan untuk menyaksikan sebuah film pendek yang mendidik mengenai kemaritiman Indonesia.

Dari tayangan film tersebut, para siswa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kekayaan alam laut Indonesia, betapa pentingnya wilayah perairan bagi keberlangsungan bangsa, serta peran strategis sektor kemaritiman dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Serupa dengan kunjungan di destinasi pertama, di Muspusal pun para murid tetap mengerjakan LKPD. Ini bertujuan untuk mencatat informasi penting dan memperkuat pemahaman mereka berdasarkan hasil pengamatan langsung yang telah dilakukan.

Kombinasi antara observasi langsung terhadap koleksi, penyimakan tayangan edukatif, dan penyelesaian tugas-tugas membuat proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, hidup, serta mudah diserap dan dipahami oleh para siswa.

Dina Nurul Fitria, S.Pd.I., seorang guru mata pelajaran untuk kelas VI, mengungkapkan bahwa kegiatan belajar di luar kelas ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap murid untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih konkret dan nyata.

Ia menyampaikan, “Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Dengan mengunjungi Tugu Pahlawan dan Muspusal, mereka bisa mengenal sejarah perjuangan bangsa sekaligus memahami pentingnya menjaga Indonesia. Kami berharap pengalaman ini dapat membekas dan menjadi pelajaran berharga bagi mereka.”

Respon positif juga datang dari para peserta didik. Istigfarin Az-zahra Putri Sadewa, salah satu murid kelas VI-B, mengaku merasa sangat senang bisa belajar sambil menjelajahi museum. Menurutnya, aktivitas ini telah membukakan banyak pengetahuan baru yang belum pernah ia saksikan atau pelajari secara langsung sebelumnya.

Melalui kegiatan belajar di luar sekolah semacam ini, SD Mumtaz terus berupaya menyajikan metode pembelajaran yang tidak hanya terfokus pada transfer pengetahuan di dalam ruang kelas. Lebih jauh, sekolah ingin memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna langsung kepada para muridnya.

Pihak sekolah menaruh harapan besar bahwa pengetahuan yang didapat mengenai sejarah perjuangan bangsa dan kekayaan kemaritiman Indonesia ini akan menjadi bekal penting. Bekal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air yang mendalam, membangkitkan semangat nasionalisme, serta memupuk kebanggaan terhadap identitas bangsa Indonesia di hati para siswa.

Pasalnya, memahami sejarah bukan sekadar tentang menghafal peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu. Lebih dari itu, melalui sejarah, para murid diajak untuk belajar menghargai pengorbanan para pendahulu bangsa dan menyadari tanggung jawab besar yang diemban oleh generasi muda dalam menjaga serta membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Kemarau Melanda, Harapan Mengalir dari Tangki: Kisah Bantuan Air Bersih di Pasuruan

7 Nov 2026 - 21:04 WIB

Ketika Kemarau Melanda, Harapan Mengalir dari Tangki: Kisah Bantuan Air Bersih di Pasuruan

Wujudkan Wakaf Produktif, PCM Sumberrejo Bangun Kebun Wisata Pepaya

7 Nov 2026 - 21:03 WIB

Wujudkan Wakaf Produktif, PCM Sumberrejo Bangun Kebun Wisata Pepaya

Lazismu Bojonegoro Atasi Krisis Air dan Dukung Pendidikan dengan Bantuan Sumur Bor di Masjid Al-Muttaqin

7 Nov 2026 - 21:03 WIB

Lazismu Bojonegoro Atasi Krisis Air dan Dukung Pendidikan dengan Bantuan Sumur Bor di Masjid Al-Muttaqin

Menganyam Kembali Asa di Kartoharjo: Gotong Royong Warga, TNI, dan Polri Pasca Angin Kencang Magetan

7 Nov 2026 - 18:46 WIB

Menganyam Kembali Asa di Kartoharjo: Gotong Royong Warga, TNI, dan Polri Pasca Angin Kencang Magetan

Karya Seni Mozaik Mahasiswa UMG: Wadah Kritik Sosial Isu Karhutla dan Antikorupsi

7 Nov 2026 - 18:45 WIB

Karya Seni Mozaik Mahasiswa UMG: Wadah Kritik Sosial Isu Karhutla dan Antikorupsi
Trending di Pendidikan