Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Mengukir Semangat Sumpah Pemuda: Guru SD Ikrom Berdrama, Ajarkan Persatuan dan Antiperundungan

badge-check

Mengukir Semangat Sumpah Pemuda: Guru SD Ikrom Berdrama, Ajarkan Persatuan dan Antiperundungan Perbesar

KlikMojok – Pada Rabu, 28 Oktober 2026, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Sidoarjo, menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang istimewa di Ikrom Sport. Momen penting ini tidak hanya diisi dengan amanat dari Kepala Sekolah, Wage Nur Suciati, M.Pd., sebagai pembina upacara, tetapi juga diperkaya dengan sebuah drama teatrikal inovatif. Para guru SD Ikrom secara aktif memerankan tokoh-tokoh pemuda-pemudi dari lima wilayah Indonesia, yaitu Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Melalui pertunjukan drama bertema Sumpah Pemuda ini, para murid diajak untuk memahami pentingnya menjaga persahabatan, menghargai setiap perbedaan, dan menolak segala bentuk perundungan dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.

Pertunjukan yang diselenggarakan di fasilitas Ikrom Sport tersebut secara lugas mengangkat semangat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya yang menjadi ciri khas Indonesia. Drama ini sendiri merupakan salah satu segmen utama dari rangkaian peringatan Sumpah Pemuda yang diselenggarakan melalui upacara bendera dan diikuti oleh seluruh warga sekolah.

M. Nasikin, S.S., S.Pd., yang menjabat sebagai Kepala Urusan Hubungan Masyarakat (Kaur Humas) SD Muhammadiyah 3 Ikrom, memberikan penjelasan mendalam mengenai tujuan utama di balik penyelenggaraan drama teatrikal ini.

Ia menyatakan, “Drama teatrikal ini bertujuan membangun kembali ingatan dan semangat pemuda-pemuda Indonesia untuk bersatu meskipun berbeda bahasa dan budaya.”

Menurut penjelasan Nasikin, drama yang ditampilkan oleh para guru tersebut secara khusus menyampaikan lima nilai moral fundamental kepada para siswa. Dua nilai pertama yang ditekankan adalah pentingnya rajin belajar dan memiliki semangat pantang menyerah, serta sikap saling menghargai teman yang berasal dari suku dan budaya yang berbeda.

Sementara itu, tiga nilai moral lainnya yang turut disampaikan meliputi pentingnya menjaga persahabatan erat dan secara tegas menolak segala bentuk perundungan; memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada sesama; serta menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa menjaga persatuan bangsa dan merasa bangga menjadi bagian dari anak Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Nur Suciati, M.Pd., yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat yang berfokus pada pentingnya menghargai setiap perbedaan yang ada serta menjaga kerukunan antar siswa di lingkungan sekolah.

Ia secara khusus berpesan, “Kita sama-sama berjuang meskipun berbeda suku, bahasa, dan budaya. Kita harus menghargai setiap perbedaan yang ada. Jangan jadikan perbedaan itu membuat kita tidak bisa rukun bersama teman.”

Produksi drama teatrikal yang menginspirasi ini berada di bawah arahan sutradara Nur Khofifah, S.Hum., dengan narasi yang disampaikan oleh Naila Safa Fadiya, S.Psi., yang bertindak sebagai narator.

Seluruh aspek teknis, termasuk peran sebagai operator dan penanganan suara latar pertunjukan, dipercayakan kepada Kihajar Prastiyo Ardi, S.Pd.

Adapun pemeran tokoh dari Jawa adalah M. Nasikin, S.S., S.Pd., yang juga menjabat Kaur Humas, sementara tokoh perwakilan dari Sumatra diperankan oleh M. Zidan Abdillah, S.H.

Selanjutnya, peran tokoh dari Kalimantan diemban oleh Renny Lutfia Sari, M.Pd. Karakter dari Sulawesi diperankan oleh Nur Qomariyah, S.Pd., dan tokoh perwakilan dari Maluku dihidupkan oleh Nurngaini, S.Pd.

Untuk pembacaan teks Sumpah Pemuda yang sakral, tugas tersebut diberikan kepada A’am Aziz Anshori, S.Pd.

Penampilan apik dari para ustaz dan ustazah yang berperan dalam drama ini mendapatkan respons positif dan antusias dari dua murid kelas I Shaffa, yaitu Airlangga Radika Dzaki dan Muhammad Ghany Al-Fatih.

Dengan penuh semangat, mereka mengungkapkan, “Keren sekali penampilan ustaz dan ustazah! Dramanya bagus dan membuat kami senang.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pelita Persaudaraan yang Padam: Mengenang Wahyu Subakdiono, Ketua PSHT Bojonegoro

28 Okt 2026 - 12:40 WIB

Pelita Persaudaraan yang Padam: Mengenang Wahyu Subakdiono, Ketua PSHT Bojonegoro

Merajut Asa, Menjaga Warisan: Sumpah Pemuda di Pamekasan sebagai Simpul Kepedulian dan Kreativitas

28 Okt 2026 - 12:38 WIB

Merajut Asa, Menjaga Warisan: Sumpah Pemuda di Pamekasan sebagai Simpul Kepedulian dan Kreativitas

SD Mumtas: Perkemahan Hizbul Wathan Dlundung, Cara Unik Mengajar Ibadah & Mandiri

28 Okt 2026 - 12:37 WIB

SD Mumtas: Perkemahan Hizbul Wathan Dlundung, Cara Unik Mengajar Ibadah & Mandiri

Menjelang Tanah Suci 2027: Antara Asa dan Istithaah Haji

28 Okt 2026 - 09:47 WIB

Menjelang Tanah Suci 2027: Antara Asa dan Istithaah Haji

Semangat Sumpah Pemuda di SDMM Gresik: Dorong Siswa Bersatu dalam Belajar untuk Raih Prestasi

28 Okt 2026 - 09:45 WIB

Semangat Sumpah Pemuda di SDMM Gresik: Dorong Siswa Bersatu dalam Belajar untuk Raih Prestasi
Trending di Pendidikan