Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Madrasah Inklusi MIM Tempeh Lumajang: Pionir Pendidikan Tanpa Diskriminasi yang Diapresiasi Kemenag

badge-check

Madrasah Inklusi MIM Tempeh Lumajang: Pionir Pendidikan Tanpa Diskriminasi yang Diapresiasi Kemenag Perbesar

KlikMojok – Program madrasah inklusi yang digagas oleh MI Muhammadiyah Tempeh Lumajang, Jawa Timur, baru-baru ini menuai apresiasi tinggi dari Muhammad Haris, S.Ag., M.A., selaku Pengawas Madrasah Kecamatan setempat. Apresiasi ini diberikan atas inovasi pendidikan yang berfokus pada inklusivitas.
Pernyataan penghargaan tersebut diungkapkan oleh Muhammad Haris ketika menyampaikan sambutan dalam sebuah pelatihan pendidikan inklusi. Pelatihan ini ditujukan bagi para guru MI Muhammadiyah Tempeh dan berlangsung di aula madrasah pada hari Sabtu, 19 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Haris secara langsung menyampaikan rasa syukurnya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas digagasnya program madrasah inklusi yang dimotori oleh MI Muhammadiyah Tempeh Lor,” ujarnya.
Menurut Haris, inisiatif program madrasah inklusi ini bukan sekadar terobosan baru dalam dunia pendidikan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai bagian integral dari amanah keislaman yang wajib diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa program ini adalah bentuk perwujudan nilai-nilai keislaman. “Ini merupakan amanah dari Allah sebagai pengejawantahan nilai-nilai keislaman kita. Sebagai umat Rasulullah, semua perjuangan kita bermuara pada bagaimana pendidikan mampu melahirkan generasi yang memiliki nilai-nilai kebaikan,” jelasnya.
Haris juga mengingatkan pentingnya peran pendidikan dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat. Ia bahkan mengutip pemikiran KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang memandang pendidikan sebagai instrumen vital untuk transformasi sosial.
“KH Ahmad Dahlan pernah menyampaikan bahwa pendidikan merupakan alat perubahan sosial. Dari pendidikan itulah lahir generasi yang mampu berperan aktif mewujudkan masyarakat yang berkemajuan,” kutip Haris.
Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa pendidikan seharusnya tidak bersifat statis atau berhenti pada satu kondisi tertentu. Evolusi zaman menuntut setiap lembaga pendidikan untuk senantiasa beradaptasi dan menyediakan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Pendidikan tidak bersifat stagnan, tetapi selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.
Haris kemudian menggarisbawahi bahwa keberadaan program madrasah inklusi di MI Muhammadiyah Tempeh Lor merupakan sebuah langkah awal yang sangat krusial.
Hal ini penting karena, meskipun pendidikan inklusi telah lama menjadi fokus perhatian pemerintah, implementasinya di tingkat akar rumput belum sepenuhnya merata atau dirasakan secara luas.
“Memang sudah ada beberapa lembaga yang menerapkan pendidikan inklusi, tetapi jumlahnya belum banyak. Karena itu langkah yang dilakukan MI Muhammadiyah Tempeh Lor ini menjadi bagian penting untuk memberikan layanan terbaik kepada anak-anak didik kita,” jelasnya lebih lanjut.
Ia juga menerangkan bahwa pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, terus-menerus mendorong madrasah agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan nyaman bagi seluruh peserta didik, tanpa terkecuali.
“Madrasah ke depan harus mampu menciptakan lingkungan yang ramah, nyaman, dan inklusi. Setiap anak harus mendapatkan pelayanan pendidikan tanpa adanya diskriminasi,” tegas Haris.
Dalam pandangan Haris, pendidikan inklusi bukan sekadar program pelengkap atau tambahan semata. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai panggilan moral yang mendalam bagi umat Islam untuk memperlakukan setiap anak dengan hormat dan setara.
“Tidak boleh ada alasan untuk tidak memberikan kesempatan kepada anak-anak kita. Ini adalah panggilan bagi kita sebagai umat Islam agar mampu memberikan layanan pendidikan tanpa membedakan,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Haris juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah At-Tiin ayat 4, yang berbunyi: لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ. Ayat tersebut memiliki arti, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Menurut Haris, ayat suci ini berfungsi sebagai pengingat fundamental bahwa setiap individu manusia diciptakan dengan nilai dan potensi yang luhur, sehingga harus selalu dihargai dan dihormati.
Sebagai Pengawas Madrasah Kecamatan Tempeh, Muhammad Haris menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh dan menjalin sinergi erat dengan MI Muhammadiyah Tempeh Lor dalam upaya mengembangkan program madrasah inklusi ini.
“Kami dari Kementerian Agama akan terus berkomitmen, bersinergi, dan memberikan dukungan penuh kepada penyelenggara pendidikan di MI Muhammadiyah Tempeh Lor. Harapannya, ke depan madrasah ini menjadi lembaga pendidikan yang diidolakan dan dibanggakan masyarakat,” tutup Haris.
Meskipun program madrasah inklusi ini mungkin baru merupakan sebuah langkah permulaan, namun dari ruang-ruang sederhana di MI Muhammadiyah Tempeh Lor, sebuah pesan universal dan besar sedang digaungkan: bahwa esensi pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang tidak menelantarkan atau meninggalkan siapa pun di belakang.
Hal ini didasari keyakinan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang setara untuk tumbuh kembang, mendapatkan pendidikan yang layak, dan menggapai masa depan yang cerah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Napas Sejarah yang Kembali: Arca Durga Kediri, Sebuah Pengingat Tanggung Jawab Pelestarian Budaya

20 Sep 2026 - 15:19 WIB

Napas Sejarah yang Kembali: Arca Durga Kediri, Sebuah Pengingat Tanggung Jawab Pelestarian Budaya

Ketika Abu Membawa Petaka: Pelajaran Penting dari Terbakarnya Gudang Rosok Magetan

20 Sep 2026 - 15:19 WIB

Ketika Abu Membawa Petaka: Pelajaran Penting dari Terbakarnya Gudang Rosok Magetan

Makna Mendalam Peresmian Kantor Baru Lazismu Bojonegoro: Berawal dari Hibah Keluarga untuk Umat

20 Sep 2026 - 15:18 WIB

Makna Mendalam Peresmian Kantor Baru Lazismu Bojonegoro: Berawal dari Hibah Keluarga untuk Umat

Pembekalan Intensif SD Almadany Antarkan 27 Siswa Berprestasi ke Semifinal KSNR Ke-8

20 Sep 2026 - 15:17 WIB

Pembekalan Intensif SD Almadany Antarkan 27 Siswa Berprestasi ke Semifinal KSNR Ke-8

Semangat Juang di Tanah Blambangan: Soekarno Run dan BIG Downhill 2026 Banyuwangi, Merajut Prestasi dan Edukasi

20 Sep 2026 - 12:39 WIB

Semangat Juang di Tanah Blambangan: Soekarno Run dan BIG Downhill 2026 Banyuwangi, Merajut Prestasi dan Edukasi
Trending di Pendidikan