KlikMojok – Sebanyak 35 kader Nasyiatul Aisyiyah Bojonegoro pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertolak menuju Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Ponorogo. Keberangkatan rombongan ini membawa serta pesan penting mengenai kedewasaan berorganisasi, keceriaan, serta motivasi kuat yang telah disampaikan oleh para pimpinan daerah setempat.
Pagi yang cerah di hari Jumat, 16 Oktober 2026, menyambut keberangkatan para delegasi di kompleks Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro. Aura kebahagiaan dan semangat yang membara terpancar nyata dari setiap wajah 35 kader Nasyiatul Aisyiyah Bojonegoro yang siap menjalankan tugasnya.
Rombongan kontingen Nasyiah Bojonegoro kemudian bergerak menuju Universitas Muhammadiyah Ponorogo, lokasi penyelenggaraan Musywil ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. Sebelum bus yang mereka tumpangi mulai melaju, para pimpinan daerah di Bojonegoro secara langsung memberikan motivasi dan suntikan semangat kepada seluruh anggota rombongan. Kontingen ini terdiri dari jajaran Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Bojonegoro serta perwakilan dari 16 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Bojonegoro, Suwito, M.Si., didampingi Ketua PDA Bojonegoro, Zuliatin Lailiyah, S.Pd., M.Pd., turut hadir untuk menyapa dan memberikan pembekalan penting. Suwito secara khusus menekankan pentingnya etika dan kedewasaan dalam berorganisasi kepada para kader. Ia berharap nilai-nilai ini senantiasa dikedepankan sepanjang forum Musywil berlangsung, mulai dari Jumat hingga Ahad, 16-18 Oktober 2026.
Suwito mengingatkan seluruh peserta dengan tegas, “Prinsip kita di Muhammadiyah adalah profesional dalam bermusyawarah. Seandainya hasil musyawarah atau pimpinan terpilih tidak sesuai dengan keinginan kita, tetap terima dan jalankan amanah itu penuh tanggung jawab. Jangan sampai membuka aib, karena itu sama saja dengan menyingkap aib organisasi kita sendiri.”
Sementara itu, Ketua PDA Bojonegoro, Zuliatin Lailiyah, juga memberikan penegasan. Menurutnya, Musywil adalah momen krusial bagi para perempuan muda untuk menyebarkan kebermanfaatan di masyarakat. Ia melihat forum akbar ini sebagai platform ideal untuk mencetuskan ide-ide inovatif, memperkuat tali persaudaraan (ukhuwah), sekaligus menjadi ajang regenerasi kepemimpinan perempuan yang progresif dan berintegritas tinggi.
Menanggapi berbagai arahan dan motivasi yang telah diberikan, Ketua PDNA Bojonegoro, Ulfi Hidayatul Asfi, M.Pd., menyampaikan harapannya. Ia sangat berharap agar Musywil ke-13 ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif dan dilandasi oleh ketulusan hati dari semua pihak, demi tercapainya kemajuan organisasi di masa mendatang.
Perjalanan selama empat jam menuju Kota Reog, julukan untuk Ponorogo, terasa begitu singkat dan penuh keceriaan. Suasana di dalam bus semakin semarak dengan balutan seragam khas Nasyiah yang berwarna-warni, perpaduan merah muda dan biru elektrik. Kehangatan di antara rombongan kian terasa saat para peserta saling berbagi cerita, menikmati camilan khas Bojonegoro, dan bahkan bernyanyi bersama, menjadikan setiap momen kebersamaan tersebut sangat berkesan.
Para kader Nasyiah Bojonegoro tidak hanya membawa bekal fisik untuk perjalanan mereka, melainkan juga semangat yang membara dan pesan penting tentang kedewasaan dalam berorganisasi dari wilayah Angling Dharma menuju panggung Musywil Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Ponorogo. Kebersamaan yang terjalin erat sepanjang perjalanan ini menjadi dorongan utama bagi kontingen Nasyiah Bojonegoro agar dapat menyukseskan perhelatan akbar yang melibatkan perempuan muda Muhammadiyah se-Jawa Timur ini.












