Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Lambaian Terakhir Sang Guru: Kepulangan Taruno Hidayat dan Luka Menganga di Kare Madiun

badge-check

Lambaian Terakhir Sang Guru: Kepulangan Taruno Hidayat dan Luka Menganga di Kare Madiun Perbesar

KlikMojok – Udara Sabtu pagi di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, terasa kian berat. Setiap detik yang berlalu mengukir kegelisahan di wajah ratusan warga dan sanak saudara yang memadati pelataran Masjid Baitul Muttaqin. Mereka menanti, bukan sebuah pertemuan yang riang, melainkan kepulangan yang memilukan. Tepat setelah 13 hari pencarian yang tak berujung, penantian panjang keluarga Taruno Hidayat (46), salah satu korban tragedi kecelakaan KM Virgo Transport 8, akhirnya berujung. Namun, kepulangan sang guru teladan ini ke kampung halamannya adalah dalam sebuah peti jenazah, memecah tangis dan ratapan begitu ambulans yang membawanya tiba.

Suara tangis pecah tak terbendung, mengiringi langkah para pengusung jenazah Taruno menuju tempat disalatkannya. Ratusan pasang mata basah menyaksikan prosesi salat jenazah sebelum almarhum dibawa ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman Dusun Seweru, Desa Kare. Sebuah akhir yang getir bagi perjalanan hidup seorang yang dikenal begitu dekat dengan masyarakatnya.

Penemuan jenazah Taruno Hidayat bukanlah perkara mudah. Dantim Basarnas Surabaya, Gian Ery Pramulya, menjelaskan bahwa jenazah Taruno ditemukan di perairan Masalembo pada Jumat (25/9/2026), setelah pencarian intensif. Proses identifikasi menjadi kunci untuk memastikan identitas korban yang telah lama dinanti. “Setelah koordinasi dan ditemukan kondisi yang memperjelas bahwa beliau memang Mas Taruno Hidayat, dari pakaian dan keterangan pihak keluarga, akhirnya dikeluarkan nota dari DVI bahwa itu memang Pak Taruno Hidayat,” kata Gian, menggambarkan betapa detailnya proses pencocokan petunjuk, termasuk pakaian yang dikenakan korban dan keterangan dari pihak keluarga.

Setelah identitas dipastikan, perjalanan pulang Taruno masih panjang. Jenazah diterbangkan dari Banjarmasin menuju Surabaya pada Sabtu pagi. Sebuah koordinasi lintas instansi yang melibatkan Basarnas, DVI Banjarmasin, kepolisian, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Madiun, Dinas Sosial Jawa Timur, hingga AirNav, memastikan kepulangan Taruno berjalan lancar hingga diserahkan kepada keluarga. “Setelah proses identifikasi selesai, kami bersama pemerintah dan pihak terkait membantu proses pemulangan. Jenazah kemudian kami serahkan kepada pihak keluarga,” ujar Gian, menyoroti upaya kolektif yang dilakukan untuk menghormati almarhum.

Bagi warga Desa Kare, Taruno Hidayat bukan sekadar angka dalam data korban kecelakaan kapal. Ia adalah sosok yang mengisi ruang-ruang kehidupan mereka dengan kebaikan dan keteladanan. Semasa hidupnya, Taruno dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan tak pernah absen dalam berbagai kegiatan masyarakat. Afif Izzudin, salah satu kerabat almarhum, mengenang Taruno sebagai sosok yang tak segan-segan memberikan nasihat berharga kepada anak-anak muda, membentuk karakter dan membimbing mereka ke arah yang lebih baik. “Pak Taruno semasa hidupnya orangnya baik. Sama teman akrab, ramah, sering memberikan nasihat kepada kami yang masih muda. Orangnya supel dan kalau ada yang kesusahan suka membantu,” tutur Afif, menggambarkan jiwa sosial Taruno yang tinggi.

Dedikasi Taruno tak hanya terbatas pada lingkungan sosial. Dalam kesehariannya, ia berprofesi sebagai guru, mengabdikan diri mencerdaskan generasi penerus bangsa. Selain itu, ia juga aktif di pemerintahan desa sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kare. Keterlibatannya dalam penyelenggaraan pemilu juga tak luput dari catatan, di mana ia pernah menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan bahkan dipercaya sebagai Ketua PPK Kecamatan Kare pada Pilkada 2024. “Kalau keseharian, beliau guru dan juga anggota BPD Desa Kare. Ketika ada Pilkada, beliau menjadi salah satu PPK. Tahun 2024 beliau menjadi Ketua PPK Kecamatan Kare,” imbuh Afif, menunjukkan betapa Taruno adalah pilar penting bagi desa.

Kehadiran Taruno selalu dinanti dalam setiap kegiatan sosial di desa. Ia dikenal sangat dekat dengan warga, selalu berusaha hadir dan terlibat, menciptakan ikatan komunitas yang kuat. “Kalau sosialnya baik. Ada kegiatan apa pun selalu ikut, sama warga juga dekat,” kenang Afif. Kepergiannya kini meninggalkan seorang istri dan tiga anak, serta duka mendalam yang tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga seluruh warga yang mengenalnya. Mereka kehilangan seorang guru, pemimpin, dan sahabat.

Namun, di balik kepulangan Taruno yang penuh air mata, masih ada satu penantian yang menggantung, satu luka yang belum terobati. Adik kandungnya, Tihwin Nuryanto (43), yang berangkat bersama Taruno ke Kalimantan untuk mengantarkan sekaligus berdagang sayuran, hingga kini masih belum ditemukan. Perjalanan yang seharusnya menjadi ladang rezeki itu, kini berubah menjadi tragedi ganda setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo. Taruno kini telah kembali dan dimakamkan di tanah kelahirannya, namun keluarga di Desa Kare masih berpegang pada setitik harapan, menanti kabar tentang Tihwin, adik yang belum kembali. Duka menyelimuti, namun asa tak sepenuhnya padam, menanti lambaian terakhir dari sang adik yang masih dalam pencarian.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Gunung Sampah Membara: Pertarungan Melawan Api di TPA Belahantengah Mojokerto

27 Sep 2026 - 18:46 WIB

Ketika Gunung Sampah Membara: Pertarungan Melawan Api di TPA Belahantengah Mojokerto

Ketika Hujan Tak Lagi Menyimpan Janji: Kerentanan Jawa Barat di Tengah Krisis Air dan Kerusakan DAS

27 Sep 2026 - 18:45 WIB

Ketika Hujan Tak Lagi Menyimpan Janji: Kerentanan Jawa Barat di Tengah Krisis Air dan Kerusakan DAS

Mengantar Amanah Kemanusiaan: Perjalanan Penuh Tantangan Lazismu Menuju Korban Gempa Flores

27 Sep 2026 - 18:45 WIB

Mengantar Amanah Kemanusiaan: Perjalanan Penuh Tantangan Lazismu Menuju Korban Gempa Flores

Kolaborasi Aisyiyah-Muhammadiyah: Kunci Penguatan Cabang, Ranting, dan Masjid

27 Sep 2026 - 18:44 WIB

Kolaborasi Aisyiyah-Muhammadiyah: Kunci Penguatan Cabang, Ranting, dan Masjid

Ketika Asap Menjelma Api: Tragedi Kebakaran Kandang di Bondowoso dan Pentingnya Edukasi Pembakaran Limbah Ternak

27 Sep 2026 - 15:18 WIB

Ketika Asap Menjelma Api: Tragedi Kebakaran Kandang di Bondowoso dan Pentingnya Edukasi Pembakaran Limbah Ternak
Trending di Pendidikan