Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Kader IPM Bawean Tertahan di Gresik Akibat Cuaca Buruk, Pulang Bawa Pengalaman Berharga

badge-check

Kader IPM Bawean Tertahan di Gresik Akibat Cuaca Buruk, Pulang Bawa Pengalaman Berharga Perbesar

KlikMojok – Dua kader Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura, Diana Bahtreza dan Putri Kaysatus Safaqah, harus menghadapi perjalanan pulang yang tertunda selama sekitar sepekan di Gresik setelah mengikuti Musyawarah Daerah (Musyda) Ke-23 IPM Kabupaten Gresik. Penundaan kepulangan kader IPM Bawean ini disebabkan oleh cuaca buruk di perairan yang menghentikan pelayaran menuju Bawean, mengubah rencana awal mereka untuk segera kembali.

Meskipun demikian, perjalanan kedua perwakilan dari Pimpinan Ranting IPM SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura tersebut justru berlangsung lebih lama dari yang telah direncanakan sebelumnya.

Diana, seorang siswi kelas XI jurusan Akuntansi, dan Putri, yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Kaysa, siswi kelas X jurusan Akuntansi, merupakan delegasi yang mewakili sekolah mereka dalam Musyda IPM di Gresik. Acara penting ini diselenggarakan dari tanggal 11 hingga 13 September 2026.

Berangkat dari Pulau Bawean, kedua pelajar tersebut aktif mengikuti beragam agenda Musyda, termasuk serangkaian persidangan organisasi, diskusi mendalam mengenai gerakan pelajar, serta kesempatan untuk berinteraksi dan menjalin silaturahmi dengan para kader IPM dari berbagai daerah di Kabupaten Gresik.

Forum Musyda ini, bagi Diana dan Kaysa, tidak hanya berfungsi sebagai ajang untuk memperkaya pengalaman mereka dalam berorganisasi, tetapi juga sebagai platform ideal untuk memperluas jaringan pertemanan dengan sesama kader IPM.

Namun, tantangan baru muncul segera setelah Musyda berakhir. Kondisi cuaca yang memburuk di wilayah perairan mengakibatkan penghentian seluruh jadwal pelayaran menuju Bawean.

Akibatnya, Diana dan Kaysa tidak dapat langsung kembali ke Sangkapura. Mereka terpaksa bertahan di Gresik selama kurang lebih satu minggu, menanti hingga layanan pelayaran kembali normal dan aman untuk beroperasi.

Menanggapi situasi ini, Diana mengungkapkan perasaannya, “Awalnya sedih karena kangen sekolah dan rumah, tapi kami jadikan waktu di Gresik ini untuk merenung dan mematangkan apa yang sudah kami dapat di musyda.”

Lebih lanjut, waktu ekstra yang mereka miliki di Gresik juga dimanfaatkan secara optimal untuk bertemu dan menjalin silaturahmi dengan kader-kader IPM lokal yang berada di wilayah tersebut.

“Justru kami jadi punya waktu lebih buat silaturahmi ke kakak-kakak IPM Gresik,” tambahnya. Setelah penantian yang cukup lama, kedua kader IPM tersebut akhirnya berhasil tiba kembali di Bawean pada Jumat pagi, 18 September 2026.

Meskipun kepulangan mereka tertunda, Diana dan Kaysa tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka membawa pulang sejumlah pengalaman berharga yang didapat selama Musyda, khususnya terkait dinamika persidangan organisasi, perkembangan gerakan pelajar, serta perluasan jaringan antarkader IPM.

Seluruh pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal yang sangat berguna bagi keduanya saat kembali mengemban dan menjalankan berbagai aktivitas IPM di SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura.

Dengan demikian, perjalanan dari Bawean ke Gresik yang awalnya hanya bertujuan untuk mengikuti Musyda, pada akhirnya memberikan pengalaman ganda yang tak terduga bagi kedua pelajar tersebut. Mereka tidak hanya sukses mengikuti forum organisasi penting di luar pulau, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan rencana perjalanan yang diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

SMA Muhi Jajaki Pendidikan Global: 7 Kampus Australia Hadir, Ribuan Siswa Antusias

18 Sep 2026 - 21:03 WIB

SMA Muhi Jajaki Pendidikan Global: 7 Kampus Australia Hadir, Ribuan Siswa Antusias

SDIT Al-Ibrah Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat Lewat Sport Day Rutin

18 Sep 2026 - 18:44 WIB

SDIT Al-Ibrah Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat Lewat Sport Day Rutin

Api di Jantung Savana: Belajar dari 33 Kasus Karhutla dan Dampak Ekologis di Bondowoso

18 Sep 2026 - 15:18 WIB

Api di Jantung Savana: Belajar dari 33 Kasus Karhutla dan Dampak Ekologis di Bondowoso

Pesta yang Berakhir Nestapa: Menguak Luka Tragedi Rem Blong Truk di Lumajang dan Pentingnya Keselamatan Jalan

18 Sep 2026 - 15:17 WIB

Pesta yang Berakhir Nestapa: Menguak Luka Tragedi Rem Blong Truk di Lumajang dan Pentingnya Keselamatan Jalan

Menguasai Teknologi: Guru Surabaya Kuasai AI untuk Ciptakan Media Pembelajaran Interaktif

18 Sep 2026 - 15:17 WIB

Menguasai Teknologi: Guru Surabaya Kuasai AI untuk Ciptakan Media Pembelajaran Interaktif
Trending di Pendidikan