Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Hibah Rumah Keluarga Bambang Koesbandono: Transformasi Menjadi Kantor Lazismu Bojonegoro untuk Amal Umat

badge-check

Hibah Rumah Keluarga Bambang Koesbandono: Transformasi Menjadi Kantor Lazismu Bojonegoro untuk Amal Umat Perbesar

KlikMojok – Sebuah pesan mendalam mengenai “rumah dunia akhirat” kini telah berhasil diwujudkan oleh satu keluarga di Bojonegoro. Kediaman yang memiliki nilai historis dan emosional bagi mereka tersebut kini berfungsi sebagai Kantor Lazismu Bojonegoro, sebuah lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan umat.

Tindakan mulia ini menunjukkan bahwa tidak semua individu atau keluarga memiliki kemampuan untuk mentransformasi aset yang begitu erat terhubung dengan kehidupan pribadi mereka menjadi sebuah amal jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh banyak orang.

Adalah keluarga almarhum Bambang Koesbandono yang dengan penuh keikhlasan memilih jalan tersebut. Mereka telah menghibahkan sebidang tanah beserta bangunannya, yang menyimpan sejarah panjang dan kenangan bagi keluarga mereka, kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro.

Dengan hibah ini, properti tersebut kini telah resmi menjadi Kantor Lazismu Bojonegoro, sebuah pusat penting yang bertanggung jawab dalam mengelola berbagai bentuk zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan masyarakat luas.

Keputusan besar ini berawal dari sebuah pesan penuh makna yang disampaikan oleh almarhum Bambang Koesbandono kepada istrinya, Siti Aminah, yang berbunyi, “Rumah ini kita jadikan rumah di dunia dan di akhirat.”

Terinspirasi dan terdorong oleh pesan tersebut, Siti Aminah, selaku perwakilan dari seluruh anggota keluarganya, kemudian mengambil langkah nyata dengan menghibahkan rumah tersebut kepada organisasi Muhammadiyah, dengan harapan besar agar dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kepentingan umat.

Siti Aminah menjelaskan bahwa bangunan yang mereka hibahkan ini jauh lebih dari sekadar aset properti biasa. Ia memaparkan bahwa rumah tersebut menyimpan begitu banyak sejarah dan kenangan manis yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup keluarga mereka.

Tanah tempat berdirinya rumah itu merupakan pemberian dari ibunda Siti Aminah, sedangkan bangunannya sendiri didirikan pada tahun 2003, juga atas pesan khusus dari sang ibunda agar keluarga memiliki kediaman yang layak dan nyaman.

Namun, setelah ibunda Siti Aminah wafat pada tahun 2015, rumah tersebut menjadi kosong dan tidak berpenghuni. Kondisi ini menempatkan keluarga di persimpangan pilihan sulit: apakah akan membiarkan bangunan itu terbengkalai dan semakin lama semakin tidak terpakai, atau justru mengubahnya menjadi bagian dari amal jariyah yang manfaatnya bisa terus-menerus dirasakan oleh banyak orang.

Setelah melalui pertimbangan matang, pilihan kedua itulah yang akhirnya diambil oleh keluarga. Keluarga almarhum Bambang Koesbandono dengan mantap memutuskan untuk menghibahkan tanah dan bangunan berharga tersebut kepada Muhammadiyah.

Proses penyerahan hibah secara resmi kepada PDM Bojonegoro dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2026, menandai babak baru bagi aset keluarga ini.

Keputusan mulia untuk menghibahkan rumah tersebut semakin menemukan makna dan relevansinya, terutama karena pada waktu yang hampir bersamaan, Lazismu Bojonegoro sedang sangat membutuhkan kantor mandiri untuk mendukung operasionalnya.

Pasalnya, kantor yang selama ini digunakan oleh Lazismu Bojonegoro masa kontraknya telah berakhir, sehingga mereka memerlukan lokasi baru yang permanen.

Pertemuan antara dua kebutuhan yang saling melengkapi ini — keinginan keluarga untuk beramal dan kebutuhan Lazismu akan kantor — secara harmonis melahirkan sebuah kebermanfaatan yang luar biasa bagi semua pihak.

Alhasil, rumah keluarga yang sebelumnya tidak lagi dihuni dan dimanfaatkan secara optimal, kini memperoleh kehidupan serta fungsi baru yang sangat berarti sebagai kantor pusat operasional Lazismu Bojonegoro.

Keluarga yang telah menghibahkan aset berharga ini mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena rumah mereka kini dapat terus-menerus menghadirkan berbagai bentuk kebaikan dan manfaat bagi masyarakat.

Siti Aminah menyampaikan harapannya dengan tulus, “Semoga Lazismu Bojonegoro bisa memanfaatkan rumah ini sebaik-baiknya. Kami sekeluarga ikhlas untuk diterima. Apabila ada kelebihan rezeki, akan kami salurkan melalui Lazismu Bojonegoro,” ujarnya.

Saat ini, rumah bersejarah itu memang telah memulai babak kehidupan yang sama sekali baru. Meskipun dinding-dindingnya mungkin masih berdiri kokoh di tempat yang sama, dan tanahnya tetap tak bergeser, namun esensi serta maknanya telah mengalami transformasi fundamental.

Jika dahulu ia berfungsi sebagai kediaman pribadi bagi sebuah keluarga, kini rumah tersebut telah bertransformasi menjadi pusat bagi gerakan kebaikan dan kemanusiaan yang lebih luas.

Dari lokasi strategis inilah, berbagai amanah dari umat dihimpun, dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZISKA) dikelola secara transparan dan akuntabel. Selain itu, beragam program kemanusiaan dirancang, dan upaya pemberdayaan masyarakat terus-menerus diupayakan demi peningkatan kualitas hidup.

Setiap bentuk kebaikan dan manfaat yang lahir serta terpancar dari rumah yang kini menjadi kantor Lazismu ini, diharapkan dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari doa panjang yang terus mengalir bagi keluarga almarhum Bambang Koesbandono.

Dalam proses ini, sebuah keluarga telah dengan rela melepaskan aset berharga mereka. Pimpinan Daerah Muhammadiyah menerimanya sebagai amanah yang besar. Lazismu kemudian menghidupkan kembali bangunan itu dengan berbagai bentuk pelayanan terbaik, dan pada akhirnya, seluruh masyarakat diharapkan dapat menerima manfaat sebesar-besarnya dari inisiatif mulia ini.

Dengan demikian, inilah makna terdalam yang terkandung dalam pesan awal tersebut: bahwa rumah ini tidak hanya berfungsi untuk kehidupan di dunia semata, melainkan juga diharapkan menjadi “rumah kebaikan” yang mampu mengantarkan para pemiliknya pada kehidupan abadi di akhirat kelak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Merajut Inklusi di Garis Finis: Kisah Terapis Disabilitas Netra di Soekarno Run Banyuwangi

21 Sep 2026 - 09:46 WIB

Merajut Inklusi di Garis Finis: Kisah Terapis Disabilitas Netra di Soekarno Run Banyuwangi

Gubuk Pawito di Pacitan: Potret Ketegaran Hidup Berdampingan dengan Ternak di Balik Rimbun Kakao

21 Sep 2026 - 09:45 WIB

Gubuk Pawito di Pacitan: Potret Ketegaran Hidup Berdampingan dengan Ternak di Balik Rimbun Kakao

Semangat Juang Dua Siswa Spemdalas GKB Gresik Ukir Prestasi di Kejuaraan Nasional Tapak Suci

21 Sep 2026 - 09:41 WIB

Semangat Juang Dua Siswa Spemdalas GKB Gresik Ukir Prestasi di Kejuaraan Nasional Tapak Suci

Transformasi Belajar: Murid SDN Kapasan III Surabaya Berkreasi Bikin Gim dengan Bantuan AI Gemini

21 Sep 2026 - 06:14 WIB

Transformasi Belajar: Murid SDN Kapasan III Surabaya Berkreasi Bikin Gim dengan Bantuan AI Gemini

Ketika Atap Berkata Lelah: Angin Kencang di Probolinggo dan Pelajaran Kesiapsiagaan Bencana

20 Sep 2026 - 21:06 WIB

Ketika Atap Berkata Lelah: Angin Kencang di Probolinggo dan Pelajaran Kesiapsiagaan Bencana
Trending di Pendidikan