KlikMojok – Di antara deru mesin dan aroma serbuk kayu yang khas, Kamis (15/10/2026) pagi di PT Multi Manao Indonesia, sebuah produsen mebel dan furnitur terkemuka di Jalan Raya Driyorejo Nomor 282, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, sejatinya adalah hari produksi yang seperti biasa. Namun, rutinitas itu tiba-tiba berubah menjadi drama menegangkan ketika api mulai menjilat dari mesin blower yang berisi serbuk kayu, memicu kepanikan dan mengancam roda produksi perusahaan. Insiden kebakaran mesin blower ini menjadi pengingat betapa krusialnya sistem keamanan dan kesiapsiagaan di lingkungan industri.
Laporan mengenai kobaran api yang tak terduga itu segera sampai ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik Pos Driyorejo pada pukul 11.00 WIB. Dari analisis awal, penyebab api diduga berasal dari mesin blower yang terganjal serbuk kayu. Kondisi ini menyebabkan blower tidak dapat berputar sebagaimana mestinya, dan gesekan yang terjadi di dalamnya diperkirakan memicu percikan api yang kemudian membesar.
Agustinus, salah seorang karyawan yang berada di lokasi, menceritakan detik-detik saat ia menerima informasi mengenai kobaran api. Tanpa membuang waktu, ia segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan penanganan. “Api membesar menghanguskan mesin blower produksi,” ujarnya, menggambarkan dahsyatnya kobaran yang mengancam area kerja mereka.
Respons cepat segera terlihat di lapangan. Petugas Damkar Gresik Pos Driyorejo, dibantu oleh tim pemadam kebakaran dari PT Wings Surya dan PT Agrindo, langsung berjibaku memadamkan api setibanya di lokasi. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, proses pembasahan dilanjutkan secara menyeluruh, dari bagian atas hingga bawah mesin. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersembunyi, sekaligus mencegah potensi kebakaran susulan yang bisa saja terjadi.
Penanganan insiden ini memakan waktu lebih dari satu jam. Setelah memastikan bahwa kondisi di lokasi benar-benar aman dan terkendali, para petugas kembali ke Pos Driyorejo. Sulyono, salah satu petugas damkar, menyampaikan kabar baik di tengah kekhawatiran yang sempat melanda. “Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan. Kerugian akibat kebakaran tersebut meski karyawan sedang bekerja,” katanya, menegaskan bahwa keselamatan karyawan menjadi prioritas utama yang berhasil dipertahankan.
Untuk mengatasi situasi darurat ini, sebanyak satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai dikerahkan. Penanganan di lokasi juga melibatkan koordinasi aktif dengan Polsek Driyorejo dan Koramil setempat, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menghadapi bencana. Hingga penanganan selesai, situasi di area PT Multi Manao Indonesia dilaporkan kondusif, meskipun penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Insiden ini bukan hanya sekadar berita tentang api yang padam, melainkan sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya inspeksi rutin, pemeliharaan mesin yang cermat, dan kesiapsiagaan tim tanggap darurat di setiap fasilitas produksi. Kecepatan respons Agustinus dan koordinasi antarpihak telah membuktikan bahwa dengan persiapan yang matang, dampak buruk dari sebuah musibah dapat diminimalisir, menyelamatkan tidak hanya aset perusahaan tetapi juga nyawa manusia.












