Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Aksara Unair Bekali Warga Pesisir Sukolilo dengan Literasi Digital dan QRIS untuk Kemandirian Ekonomi

badge-check

Aksara Unair Bekali Warga Pesisir Sukolilo dengan Literasi Digital dan QRIS untuk Kemandirian Ekonomi Perbesar

KlikMojok – Program Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya (Aksara) 2026 yang diinisiasi oleh mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) telah berhasil menjembatani literasi digital di kalangan warga pesisir Sukolilo Baru, Surabaya. Pada Sabtu, 19 September 2026, program ini membekali masyarakat dengan berbagai keterampilan, mulai dari literasi digital, manajemen musim, hingga strategi pemasaran modern, demi meningkatkan kemandirian ekonomi.

Suasana sore di pesisir Kenjeran kala itu tampak tenang. Lautan terlihat sepi, hanya menyisakan hamparan pasir dan deretan perahu yang terdampar karena air sedang surut sepanjang hari. Di kejauhan, matahari perlahan tenggelam, mewarnai langit Sukolilo Baru dengan nuansa keemasan yang hangat, tanpa deburan ombak yang memecah kesunyian. Namun, di dalam ruangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Avicenna, semangat baru justru mulai menyala.

Di TBM Avicenna, sekelompok anak muda dan ibu-ibu berkumpul, merajut harapan masa depan melalui ide-ide segar. Mereka merupakan bagian dari denyut nadi program Aksara 2026. Di bawah bimbingan para mahasiswa Unair, ruang baca tersebut bertransformasi menjadi laboratorium harapan.

Melalui program Aksara Unair 2026, para mahasiswa berupaya membawa ilmu pengetahuan dari dunia akademik langsung ke tengah masyarakat. Mereka berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat pesisir, mengawinkan potensi lokal dengan strategi modern yang relevan.

Selama ini, laut Sukolilo selalu melimpah ruah dengan hasil laut. Namun, ketika air surut sepanjang hari atau angin barat membawa badai yang menyebabkan nelayan pulang dengan jala kosong, roda ekonomi rumah tangga mereka seringkali terombang-ambing.

Kehadiran program Aksara Unair 2026 menumbuhkan kesadaran baru di kalangan masyarakat. Warga didorong untuk memperkuat ekonomi dari hulu hingga hilir melalui pemahaman yang lebih baik tentang peluang pasar.

Di depan ruang kelas yang sederhana, jemari Azzahra, salah satu pemateri dari Universitas Airlangga, bergerak lincah menjelaskan materi di papan tulis. Ia mengajak warga untuk memahami kembali siklus alam yang selama ini mereka jalani tanpa pencatatan. Melalui panduan program Aksara Unair 2026, warga berhasil merumuskan “Kalender Manajemen Musim”. Ini merupakan upaya terstruktur untuk mencatat kapan hasil laut, seperti udang rebon, melimpah di pesisir dan kapan laut menyembunyikan kekayaannya.

Dengan keyakinan penuh, Azzahra menyatakan, “Kalau kita punya potensi udang yang melimpah, kita harus jeli melihat peluang pengolahannya. Kita harus mencari kekuatannya di hilirisasi, mengubahnya menjadi kerupuk atau produk inovatif lain yang bernilai jual tinggi dan tahan lama.”

Kemudian, Azzahra menekankan pentingnya identitas dan keunikan produk kepada warga. “Pelanggan memilih produk kita karena ada nilai lebihnya. Kita harus tahu dan bisa membedakan, apa keunggulan produk olahan kita dibandingkan dengan produk sejenis yang datang dari daerah lain,” tuturnya lembut, menyoroti arti penting diferensiasi di tengah persaingan pasar yang ketat.

Suasana di ruang TBM Avicenna semakin hangat ketika perbincangan beralih ke materi inti: penguatan literasi digital. Bagi sebagian ibu-ibu nelayan, gawai selama ini hanya berfungsi sebagai jendela hiburan yang jauh dari urusan dapur. Membuka lapak di Instagram terasa serumit membaca arah angin di tengah laut pada malam hari.

Melalui pendampingan literasi digital oleh Aksara Unair 2026, para mahasiswa memberikan bantuan dengan kesabaran layaknya seorang sahabat. Mereka memperkenalkan jalur digital yang lebih akrab dan mudah dipahami: WhatsApp Business. Dengan pengenalan fitur katalog yang sederhana, gawai para ibu kini resmi bertransformasi menjadi toko digital yang produktif.

Keraguan warga perlahan sirna, berganti antusiasme saat edukasi literasi digital ini menyentuh cara mengemas produk agar terlihat menarik di layar ponsel, hingga kiat berwirausaha di platform TikTok dan Shopee. Warga tidak lagi menganggap melek digital sebagai sesuatu yang abstrak; mereka kini merangkul teknologi sebagai alat bantu nyata untuk memperluas jangkauan pasar lokal.

Lebih jauh lagi, para mahasiswa turut memperkenalkan teknologi finansial seperti QRIS sebagai jembatan transaksi baru. Kode kotak hitam kecil ini kelak akan menggantikan lembaran rupiah yang mungkin basah oleh air laut, mengubah transaksi tradisional menjadi lebih modern, aman, dan tepercaya. Bagi warga yang masih mengalami kesulitan, anak-anak muda di rumah turut membantu orang tua mereka, berperan sebagai jembatan literasi digital dalam keluarga.

Senja akhirnya benar-benar menyelimuti langit Sukolilo Baru, mengiringi rombongan mahasiswa kembali ke kampus. Namun, di dalam TBM Avicenna, aroma harapan baru telah merekah. Melalui diskusi, pendampingan literasi digital, dan dukungan berkelanjutan dari Aksara Unair 2026, warga pesisir Kenjeran kini siap berlayar di samudra digital. Mereka membuktikan bahwa di tepian pantai ini, kemandirian ekonomi dapat benar-benar berdikari melalui untaian aksara.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Napas Sejarah yang Kembali: Arca Durga Kediri, Sebuah Pengingat Tanggung Jawab Pelestarian Budaya

20 Sep 2026 - 15:19 WIB

Napas Sejarah yang Kembali: Arca Durga Kediri, Sebuah Pengingat Tanggung Jawab Pelestarian Budaya

Ketika Abu Membawa Petaka: Pelajaran Penting dari Terbakarnya Gudang Rosok Magetan

20 Sep 2026 - 15:19 WIB

Ketika Abu Membawa Petaka: Pelajaran Penting dari Terbakarnya Gudang Rosok Magetan

Makna Mendalam Peresmian Kantor Baru Lazismu Bojonegoro: Berawal dari Hibah Keluarga untuk Umat

20 Sep 2026 - 15:18 WIB

Makna Mendalam Peresmian Kantor Baru Lazismu Bojonegoro: Berawal dari Hibah Keluarga untuk Umat

Pembekalan Intensif SD Almadany Antarkan 27 Siswa Berprestasi ke Semifinal KSNR Ke-8

20 Sep 2026 - 15:17 WIB

Pembekalan Intensif SD Almadany Antarkan 27 Siswa Berprestasi ke Semifinal KSNR Ke-8

Semangat Juang di Tanah Blambangan: Soekarno Run dan BIG Downhill 2026 Banyuwangi, Merajut Prestasi dan Edukasi

20 Sep 2026 - 12:39 WIB

Semangat Juang di Tanah Blambangan: Soekarno Run dan BIG Downhill 2026 Banyuwangi, Merajut Prestasi dan Edukasi
Trending di Pendidikan