KlikMojok.com – Eh, tahu enggak sih? Pola asuh tradisional yang cenderung ‘keras’ itu perlahan mulai ditinggalin banyak orang tua zaman sekarang. Kini, trennya bergeser ke yang lebih kalem dan pengertian: gentle parenting, atau kalau anak gaul bilangnya, pola asuh lembut!
Salah satu seleb yang jadi panutan dalam menerapkan gaya parenting ini? Yup, bener banget, Nikita Willy! Akun Instagram-nya sampai banjir pertanyaan saking banyaknya yang penasaran gimana sih dia mendidik sang buah hati dengan pendekatan ini.

Tapi, sebenarnya gentle parenting itu apa sih? Yuk, kita bedah tuntas!
Mengenal Gentle Parenting
Menurut dr. Karen Estrella, seorang dokter anak yang dilansir Cleveland Clinic (Senin, 10/3/2025), gentle parenting adalah pendekatan yang bisa bikin masa depan anak lebih cerah dan positif. Intinya, pola asuh ini bertujuan membentuk anak-anak yang mandiri, percaya diri, dan pastinya bahagia, dengan bekal empati, rasa hormat, pengertian, dan batas-batas yang jelas.
Beda jauh sama pola asuh tradisional yang seringnya pakai sistem hukuman dan penghargaan doang, gentle parenting lebih fokus ke perkembangan anak sesuai usianya. Sebagai perbandingan, pola asuh ‘old school’ kadang menganjurkan memberi hadiah saat anak berbuat baik, tapi kalau anak nakal? Dulu seringnya langsung main pukul—yang jelas-jelas enggak boleh banget dilakukan!
Tapi, gentle parenting enggak pakai cara itu. Ia lebih menitikberatkan pada gimana anak bisa sadar diri dan memahami kenapa mereka berperilaku tertentu. Seperti kata dr. Estrella, “Idenya adalah untuk menjadi seperti pelatih bagi anak daripada pemberi hukuman.” Keren, kan?
Pola Asuh yang Kolaboratif dan Lembut
Biar makin paham, disadur dari Parents, gentle parenting juga disebut sebagai cara mendidik anak tanpa embel-embel rasa malu, menyalahkan, apalagi hukuman. Pokoknya, jauh dari drama! Pola asuh ini tuh kental banget sama semangat kemitraan alias kolaborasi. Baik orang tua maupun anak, dua-duanya punya peran aktif dalam proses mendidik yang adil dan demokratis.
Sesuai namanya, pendekatannya lembut dan penuh kasih sayang. Orang tua jadi pembimbing yang hangat, bukan penguasa yang otoriter. Seorang parenting coach bernama Danielle Sullivan menjelaskan, “Gentle parenting adalah gaya pengasuhan yang mana orang tua tidak memaksa anak untuk berperilaku baik dengan cara menghukum atau mengendalikan.” Jadi, bukan paksaan ya.
Melainkan, mereka menggunakan koneksi emosional, komunikasi dua arah, dan metode yang demokratis buat ngambil keputusan bareng sebagai satu keluarga. Nah, biar lengkap, pola asuh lembut ini punya empat pilar utama: empati, rasa hormat, pengertian, dan batasan. Empat ini yang jadi kunci suksesnya.
Dengan empat pilar ini, Sullivan menambahkan, “Gentle parenting mengajarkan anak bahwa mereka dapat aktif di dunia, menetapkan batasan mereka, memercayai kebutuhan mereka sendiri, dan menyuarakan pendapat mereka.” Jadi, anak tumbuh jadi pribadi yang berani dan percaya diri!













