Menu

Mode Gelap
JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Asah Kreativitas Lewat Teknik Mewarnai Batik Persaingan Makin Ketat, SD Swasta Sidoarjo Siapkan Strategi Penerimaan Murid Baru Tebar Kurma dan Imsakiyah, Yayasan Bina Insan Muslim Gaungkan Syiar Ramadan

Tokoh

Usia 23 Tahun Sudah Jadi Raja, Begini Perjalanan Pendidikan Paku Buwono XIV

badge-check


					Usia 23 Tahun Sudah Jadi Raja, Begini Perjalanan Pendidikan Paku Buwono XIV Perbesar

Nama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro tengah menjadi sorotan publik. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, ia resmi dinobatkan sebagai Raja Keraton Surakarta Hadiningrat dengan gelar Paku Buwono XIV, menggantikan sang ayah, almarhum Paku Buwono XIII. Momen bersejarah itu berlangsung pada Rabu Legi, 5 November 2025 — hari yang akan tercatat dalam perjalanan panjang Keraton Solo.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Dengan bahasa Jawa halus penuh makna, Hamangkunegoro mengucap ikrar untuk meneruskan tahta leluhurnya, menandai awal babak baru dalam sejarah Keraton Surakarta. Meski masih muda, sosoknya dikenal santun, cerdas, dan berwawasan luas — perpaduan antara darah biru dan semangat generasi modern yang menempuh pendidikan tinggi.

KGPAA Hamangkunegoro bukan hanya seorang bangsawan, tetapi juga akademisi muda yang serius meniti jalan pendidikan. Lahir pada 26 September 2002, ia merupakan putra dari Paku Buwono XIII dan GKR Pakubuwana (KRAy Pradapaningsih). Pendidikan dasarnya ia tempuh di Semesta Bilingual Boarding School Semarang, tempat ia menimba ilmu sejak 2014 hingga 2020. Sekolah tersebut dikenal dengan disiplin dan atmosfer akademik berwawasan global — hal yang tampak membentuk karakter terbuka dan rasional pada sang raja muda.

Setelah menamatkan SMA, Hamangkunegoro melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP). Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, pada 2022 ia resmi diangkat menjadi putra mahkota Keraton Solo. Dua tahun kemudian, ia menuntaskan studi sarjananya dan kini tercatat sebagai mahasiswa magister di Universitas Gadjah Mada (UGM), mengambil jurusan Politik dan Pemerintahan. Menariknya, statusnya sebagai mahasiswa aktif masih berjalan bersamaan dengan penobatannya sebagai raja — menunjukkan tekad kuatnya untuk tetap belajar di tengah tanggung jawab besar.

Hamangkunegoro dikenal kalem namun visioner. Di beberapa kesempatan, ia disebut ingin menjadikan Keraton Solo bukan hanya simbol budaya, tapi juga pusat edukasi dan kolaborasi lintas generasi. Kombinasi darah bangsawan dan semangat intelektual inilah yang membuat banyak pihak optimistis: di bawah kepemimpinan Paku Buwono XIV, Keraton Surakarta bisa semakin relevan di era modern.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nadiem Makarim, Anak Aktivis Antikorupsi yang Kini Duduk di Kursi Terdakwa

9 Januari 2026 - 09:27 WIB

Kesan Mendalam Ustadz Salim A Fillah tentang Sosok Ustadz Jazir: Guru Dakwah, Cinta Indonesia

22 Desember 2025 - 19:58 WIB

Di Balik Gonjang-Ganjing PBNU: Kesaksian Ufi Ulfiah soal Kiprah Perbaikan Tata Kelola ala Gus Yahya

26 November 2025 - 10:44 WIB

Sepak Terjang Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang dimakzulkan

Lepas Jabatan Rektor ITB, Arif Satria Siap Menakhodai BRIN dengan Semangat Ilmu dan Etika

11 November 2025 - 10:39 WIB

Suripto Wafat, Ini Profil Lengkap Sang Master Intelijen yang Dikenang sebagai Pejuang Kemanusiaan

6 November 2025 - 16:06 WIB

Trending di Tokoh