Surabaya kembali bergelora dengan semangat perjuangan. Senin pagi, 10 November 2025, halaman SMP PGRI 6 Surabaya yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7–9, Wonokusumo, Semampir, sudah dipenuhi siswa sejak pukul enam. Mereka berbaris rapi, mengenakan seragam lengkap, membawa semangat yang sama—menghormati jasa para pahlawan dan melanjutkan perjuangan mereka dengan cara yang relevan di zaman ini.
Hari Pahlawan selalu menjadi momen istimewa bagi Kota Surabaya, tempat di mana sejarah pertempuran 10 November 1945 menggetarkan dunia. Di kota inilah keberanian, persatuan, dan semangat pantang menyerah menjadi warisan yang terus hidup. Bagi keluarga besar SMP PGRI 6 Surabaya, hari bersejarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ajakan nyata untuk meneladani semangat para pejuang.

Dalam upacara bendera yang berlangsung khidmat, Vivi Afia, S.Sos bertindak sebagai pembina upacara. Melalui amanatnya, ia mengingatkan pentingnya mengenang jasa pahlawan dan meneladani nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, Banu Atmoko, yang juga Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UNESA RPL Kelas E, menekankan tiga nilai perjuangan yang harus ditanamkan oleh para siswa.
“Menjadi pahlawan di masa kini berarti disiplin dalam belajar, melawan hoaks dengan kecerdasan, dan menjaga persatuan dengan semangat gotong royong,” ujarnya dengan penuh semangat.
Nilai pertama, disiplin sebagai bentuk tanggung jawab, diwujudkan melalui sikap tepat waktu dan kesungguhan belajar. Kedua, melawan hoaks dengan kecerdasan, karena di era digital, informasi bisa menjadi senjata. Siswa harus cerdas menyaring berita dan tidak mudah terprovokasi. Ketiga, menjaga persatuan, dengan cara menghargai perbedaan dan peduli terhadap sesama.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Yasin, istighosah, dan hadrah yang dipimpin oleh Ustaz Mufid, S.Pd.I. Suasana religius menyelimuti sekolah, mengingatkan seluruh peserta bahwa perjuangan bukan hanya fisik, tetapi juga spiritual.
Tak berhenti di situ, suasana heroik makin terasa saat kirab drumband berkeliling lingkungan sekolah. Para siswa membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, pedagang kaki lima, dan warga sekitar. Sebuah aksi sederhana yang penuh makna—meneruskan semangat gotong royong dan kepedulian sosial ala para pahlawan.
Sebagai penutup yang meriah, digelar lomba kostum pahlawan terunik, yang diikuti antusias oleh seluruh siswa. Fenty Ayu Resmanawati, S.Pd, menyerahkan hadiah kepada para pemenang yang tampil kreatif dan inspiratif.
“Peringatan Hari Pahlawan di SMP PGRI 6 Surabaya bukan sekadar mengenang masa lalu, tapi momentum menyalakan api perjuangan di hati generasi muda,” ujar Banu Atmoko. “Kalianlah calon pahlawan Indonesia Emas 2045—pahlawan yang berjuang dengan ilmu, akhlak, dan karya.”
Di akhir acara, seluruh guru dan siswa bersatu mengumandangkan semangat yang sama:
“Selamat Hari Pahlawan! Mari terus bergerak, berjuang, dan berkarya untuk Indonesia!”













