Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 mulai digarap serius oleh MKKS SMP Swasta Surabaya Utara. Menyadari bahwa TKA menjadi instrumen penting dalam seleksi pendidikan nasional—mulai dari penentu nilai rapor hingga pertimbangan jalur prestasi—MKKS menggandeng pakar dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk memberikan pembekalan intensif kepada guru.
Sebanyak 64 guru Matematika dan Bahasa Indonesia kelas 9 mengikuti kegiatan yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025, di Hall SMP Barunawati Surabaya. Pelatihan ini mengangkat tema “Siap Hadapi TKA 2026: Eksplorasi Konsep Mendalam dan Trik Jitu untuk Nilai Optimal”, menghadirkan tenaga ahli dari Jurusan Matematika dan Bahasa Indonesia UNESA.

Kegiatan dibagi ke dua kelas. Sesi Matematika dipandu oleh Budi Priyo Prawoto, S.Pd., M.Si., yang menekankan pentingnya pemahaman konsep sebagai fondasi pengerjaan soal berbasis HOTS. Ia menyoroti materi kunci seperti aljabar dasar, fungsi, geometri bidang, hingga statistika dan peluang. Menurutnya, banyak soal yang tampak rumit sebenarnya kembali pada konsep dasar yang harus benar-benar dikuasai siswa.
Di kelas lain, Dr. Prima Vidya Asteria, S.Pd., M.Pd., mengulas bagaimana literasi menjadi tantangan besar dalam TKA Bahasa Indonesia. Ia menekankan pentingnya kemampuan membaca kritis, memahami struktur teks, menganalisis argumen, hingga membedakan fakta dan opini. Teknik skimming, scanning, serta latihan mengidentifikasi premis dan kesimpulan menjadi strategi yang kembali ditekankan dalam sesi tersebut.
Kegiatan ini juga dihadiri Achmad Syaroni, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Ia mendorong para guru untuk terus mengarahkan siswa berlatih sejak dini agar tidak gagap menghadapi format soal TKA. Menariknya, sebelum menutup sesi, ia memberikan kuis singkat kepada para guru Matematika dengan hadiah uang tunai, yang kemudian dimenangkan oleh Dra. Erdijanah dari SMP Sasana Bhakti Surabaya.
Seluruh rangkaian pelatihan fokus pada dua hal utama: pendalaman konsep dan strategi pengerjaan cepat. Para pemateri menekankan bahwa nilai optimal hanya mungkin dicapai melalui kombinasi keduanya. Strategi seperti pengerjaan tiga lapisan—mulai dari quick wins hingga peninjauan ulang—serta teknik active recall dan spaced repetition juga diperkenalkan sebagai cara belajar yang lebih efektif.
Penulis yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara dan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi model ideal persiapan TKA. Ia menilai kerja sama dengan UNESA memberi guru bekal yang lebih kuat untuk mengarahkan siswa, bukan hanya dalam menghadapi ujian, tetapi juga membangun landasan akademik jangka panjang.
Penulis: H. Banu Atmoko, S.Pd, Gr,













