SURABAYA – Memasuki Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, SMP PGRI 6 Surabaya memulai aktivitas pembelajaran dengan menumbuhkan semangat kebersamaan dan energi positif bagi seluruh warga sekolah. Suasana penuh antusias tampak sejak hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026).
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya yang beralamat di Jalan Bulak Rukem III No 7-9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir ini mengawali kegiatan dengan penerapan budaya 7S, yakni Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun, Salim, dan Semangat. Kegiatan piket pagi tersebut dipimpin oleh Dra Tiwik Sukirahayu dan dilaksanakan sejak pukul 06.00 hingga 06.40 WIB.

Usai penyambutan pagi, seluruh siswa dan guru berkumpul di mushola sekolah untuk mengikuti kegiatan khataman Alquran dan istighosah. Dalam kegiatan ini, setiap siswa dan guru membaca satu juz Alquran secara bersama-sama. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Mufid, S.Pd.I, selaku guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Doa dipanjatkan agar seluruh warga sekolah diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta keberkahan di tahun 2026. Selain itu, doa juga ditujukan agar penerimaan peserta didik baru (SPMB) SMP PGRI 6 Surabaya tahun ajaran 2026/2027 berjalan lancar dan mendapatkan siswa yang berkualitas serta penuh keberkahan.
Setelah kegiatan keagamaan, siswa dan guru melanjutkan agenda dengan senam bersama Anak Indonesia Hebat di lapangan sekolah. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas belajar dengan tubuh yang sehat dan semangat yang segar.
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, H. Banu Atmoko, yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara, menyampaikan bahwa semester genap menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, tahun ajaran 2025/2026 adalah waktu untuk membuktikan bahwa SMP PGRI 6 Surabaya bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menempa karakter dan merajut mimpi para siswa. Dengan kebersamaan yang kuat, ia optimistis seluruh tantangan dapat dihadapi bersama.
Usai senam, kebersamaan kembali terasa saat siswa dan guru menikmati hidangan bubur merah putih. Dalam tradisi slametan Jawa, bubur merah putih dipercaya sebagai simbol doa keselamatan dan penolak bala, terutama pada momen transisi seperti awal semester.
Warna merah melambangkan keberanian dalam menghadapi tantangan, sedangkan warna putih mencerminkan kesucian hati dan pikiran. Tradisi sederhana ini menjadi penegas nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang terus dijaga di SMP PGRI 6 Surabaya.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, SMP PGRI 6 Surabaya berharap seluruh warga sekolah dapat menjalani Semester Genap 2025/2026 dengan semangat baru, kebersamaan yang kokoh, serta prestasi yang terus meningkat.













