Menu

Mode Gelap
Menganalisis Langkah Google: Produksi Pixel Pindah ke Vietnam & India Melihat Era Baru Robotika di WRC Beijing 2026: Bukan Sekadar Tontonan Futuristik Peran Krusial Ibu di Era Digital: Ngaji Bareng Ikwam SD Al Islam Cerme Bekali Wali Murid Ilmu Pengasuhan Duta Bangsa di Kancah Global: 54 Mahasiswa PENS Ikuti Mobilitas Internasional ke Cina dan Taiwan Kolaborasi Tanggap Bencana: Lazismu Jatim Distribusikan Bantuan Gempa NTT via Kapal TNI AL Misi Strategis Dewan Kebudayaan Gresik 2026-2029: Mengawal Identitas Budaya di Tengah Modernisasi

Pendidikan

Duta Bangsa di Kancah Global: 54 Mahasiswa PENS Ikuti Mobilitas Internasional ke Cina dan Taiwan

badge-check


					Duta Bangsa di Kancah Global: 54 Mahasiswa PENS Ikuti Mobilitas Internasional ke Cina dan Taiwan Perbesar

Pada Kamis (20/8/2026), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) secara resmi melepas 54 mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti program mobilitas internasional. Para mahasiswa ini akan menimba ilmu dan pengalaman di empat perguruan tinggi mitra yang tersebar di Cina dan Taiwan, sebagai bagian dari upaya PENS memperkuat kompetensi global.

Acara pelepasan mahasiswa untuk program mobilitas internasional ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, tepat pukul 15.30 WIB, bertempat di Gedung Teater PENS. Momen penting tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama di area depan lobi Gedung Pascasarjana PENS, mengabadikan keberangkatan para duta kampus.

Ke-54 mahasiswa yang dilepas ini akan mengikuti program mobilitas internasional PENS di empat institusi pendidikan tinggi mitra. Secara lebih rinci, tujuh mahasiswa akan melanjutkan studi di Shandong University of Science and Technology (SDUST) di Cina.

Selanjutnya, tiga mahasiswa lainnya akan mengikuti program serupa di Cheng Shiu University (CSU) di Taiwan. Sebanyak 19 mahasiswa akan berkesempatan belajar di National Formosa University (NFU), Taiwan, sementara 25 mahasiswa sisanya akan bergabung dalam program di St. John’s University, yang juga berlokasi di Taiwan.

Dr. Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., selaku Direktur PENS, menyampaikan bahwa program mobilitas internasional ini dirancang untuk memberikan kesempatan berharga bagi para mahasiswa. Tujuannya adalah agar mereka dapat memperluas cakrawala pengalaman belajar dalam skala global.

Beliau menambahkan bahwa melalui program ini, mahasiswa tidak hanya akan memperoleh pengalaman akademik semata. Lebih dari itu, mereka juga berkesempatan untuk memahami budaya akademik yang beragam, memperluas jaringan profesional dan personal, serta mengasah kemampuan komunikasi dan kolaborasi dalam konteks lintas budaya.

Arif Irwansyah menegaskan, “Program mobilitas internasional ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas. Tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam membangun kemandirian, kemampuan beradaptasi, jejaring, serta pengalaman berinteraksi dalam lingkungan global.”

Arif berharap agar para mahasiswa dapat membawa pulang segala pengalaman berharga tersebut ketika kembali ke Indonesia. Dengan demikian, pengalaman internasional yang mereka dapatkan diharapkan mampu memperkuat kapasitas diri mahasiswa, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan kampus PENS dan lingkungan masyarakat di sekitarnya.

Keikutsertaan 54 mahasiswa ini juga merupakan bagian integral dari strategi PENS dalam membangun kompetensi global di kalangan sivitas akademika. Mahasiswa diharapkan tidak hanya kembali dengan pengetahuan baru, tetapi juga membawa serta jaringan dan potensi peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi institusi PENS.

Sementara itu, Dr. Ir. Firman Arifin, S.T., M.T., selaku Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi PENS, memberikan pengingat penting kepada para mahasiswa. Beliau berpesan agar mereka senantiasa menjaga nama baik almamater selama menjalani program mobilitas internasional tersebut.

Firman Arifin menekankan bahwa para mahasiswa PENS yang berangkat bukan sekadar peserta program internasional biasa. Lebih dari itu, mereka mengemban tanggung jawab sebagai representasi nama baik Indonesia sekaligus institusi PENS di kancah akademik internasional.

“Berangkatlah sebagai pembelajar, hadir sebagai duta bangsa dan duta PENS. Di mana pun berada, jangan pernah meninggalkan identitas PENS: JOSS — Jujur, Orisinil, Semangat, dan Santun,” demikian pesan Firman kepada para mahasiswa.

Beliau juga meminta para mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada selama program ini. Tujuannya adalah untuk memperkaya ilmu pengetahuan, menambah pengalaman berharga, serta memperluas jaringan relasi.

Menurut Firman, menjadi seorang mahasiswa global tidaklah berarti harus kehilangan identitas diri. Sebaliknya, justru ketika berada jauh dari lingkungan kampus dan Tanah Air, karakter khas mahasiswa PENS serta generasi muda Indonesia diharapkan akan semakin menonjol dan terlihat jelas.

Oleh karena itu, kemampuan akademik yang mumpuni dan penguasaan teknologi yang mutakhir perlu diimbangi dengan integritas, sikap santun, kemampuan beradaptasi yang tinggi, serta rasa hormat terhadap budaya masyarakat setempat.

Prof. Iwan Syarif, S.Kom., M.Kom., M.Sc., Ph.D., yang menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) PENS, menjelaskan bahwa keberangkatan 54 mahasiswa ini adalah bagian dari komitmen PENS. Tujuannya adalah untuk terus memperluas akses dan kesempatan belajar bagi mahasiswanya di kancah internasional.

Iwan Syarif memaparkan, “PENS terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan belajar di lingkungan global. Keberangkatan 54 mahasiswa ke China dan Taiwan ini bukan hanya memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa, tetapi juga semakin memperkuat jejaring dan membuka ruang kolaborasi PENS dengan berbagai perguruan tinggi mitra di luar negeri.”

Menurutnya, program mobilitas internasional PENS memiliki potensi besar untuk menjadi gerbang pembuka bagi bentuk kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Oleh karena itu, PENS sangat berharap bahwa hubungan baik dengan perguruan tinggi mitra tidak hanya terbatas pada program pertukaran mahasiswa saja.

Kerja sama yang terjalin diharapkan dapat berkembang ke berbagai bidang lain, seperti pendidikan, riset, inovasi, dan beragam aktivitas akademik lainnya. Dengan demikian, upaya internasionalisasi ini akan memberikan manfaat ganda, baik bagi pengembangan diri mahasiswa maupun penguatan kapasitas institusi PENS secara keseluruhan.

Keberangkatan 54 mahasiswa menuju Cina dan Taiwan ini menandai langkah strategis PENS dalam membangun generasi yang memiliki kompetensi global. Seiring dengan itu, pihak kampus juga terus mendorong agar para mahasiswa tetap menjunjung tinggi karakter dan identitas mereka sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar PENS.

Filosofi yang diusung adalah berangkat sebagai pembelajar sejati, hadir sebagai duta bangsa dan duta PENS yang menjunjung tinggi nilai JOSS (Jujur, Orisinil, Semangat, dan Santun), membangun jejaring serta pengalaman berharga, dan pada akhirnya kembali ke tanah air untuk memberikan dampak positif.

Sebab, esensi dari internasionalisasi tidak hanya terletak pada seberapa jauh para mahasiswa menjelajah dunia. Lebih dari itu, internasionalisasi adalah tentang seberapa besar dan berarti pengalaman yang mereka peroleh mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan diri, kemajuan kampus, dan kesejahteraan masyarakat luas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peran Krusial Ibu di Era Digital: Ngaji Bareng Ikwam SD Al Islam Cerme Bekali Wali Murid Ilmu Pengasuhan

21 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Kolaborasi Tanggap Bencana: Lazismu Jatim Distribusikan Bantuan Gempa NTT via Kapal TNI AL

21 Agustus 2026 - 08:02 WIB

Misi Strategis Dewan Kebudayaan Gresik 2026-2029: Mengawal Identitas Budaya di Tengah Modernisasi

21 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Warisan Daniel Rembeth: Inspirasi Abadi Pejuang Hak Anak dan Pendidikan

20 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Bukan Akhir, Justru Awal: Memaknai Perjalanan Spiritual Umrah Setelah Kembali ke Tanah Air

20 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Trending di Pendidikan