Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Lebih dari Sekadar Tawa: Lomba Mancing Kerupuk Ajarkan Ketangkasan dan Kebersamaan di MI Muhammadiyah Tempeh Lor

badge-check

Lebih dari Sekadar Tawa: Lomba Mancing Kerupuk Ajarkan Ketangkasan dan Kebersamaan di MI Muhammadiyah Tempeh Lor Perbesar

Suasana yang penuh kegembiraan dan keceriaan menyelimuti kegiatan lomba di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Tempeh Lor, Lumajang. Pada hari Rabu, 19 Agustus 2026 pagi, salah satu **lomba mancing kerupuk** yang unik berhasil menarik perhatian seluruh siswa di halaman madrasah tersebut, menjadikannya acara Agustusan yang sangat meriah.

Lomba ini merupakan inovasi dari kegiatan makan kerupuk tradisional, yang kali ini dikemas secara kreatif menggunakan joran pancing. Jika biasanya kerupuk digantung pada tali untuk dimakan, dalam lomba ini joran pancing digunakan dengan seutas tali yang di ujungnya terikat kerupuk sebagai umpan.

Setiap sesi lomba melibatkan dua orang peserta yang duduk saling berhadapan, masing-masing memegang joran. Kedua peserta kemudian mengarahkan joran mereka menuju lawan. Aturan mainnya jelas: peserta tidak diperbolehkan menggunakan tangan untuk mengambil kerupuk. Kerupuk yang diarahkan ke lawan harus berhasil dikait menggunakan joran, ditarik, lalu dimakan.

Tidak mengherankan, perlombaan ini sontak memicu gelak tawa yang sangat meriah dari para penonton di belakang. Peserta lomba berasal dari beragam tingkatan kelas, mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti permainan yang menuntut ketangkasan, kesabaran, dan juga strategi ini.

Sejak lomba dimulai, suara tawa riang siswa langsung menggema di sekitar lokasi kegiatan. Setiap peserta berusaha keras menggerakkan kerupuknya agar bisa mengait dan menarik kerupuk milik lawan. Permainan yang tampak sederhana ini ternyata tidak mudah untuk dilakukan, menuntut peserta agar mampu mengatur gerakan kerupuk mereka dengan presisi agar kerupuk yang menjadi sasaran dapat tersangkut dengan tepat.

Siswa dari kelas bawah hingga kelas atas tampak menikmati setiap momen permainan tersebut. Perbedaan usia yang ada tidak sedikit pun mengurangi semangat mereka untuk berkompetisi secara sportif. Sorak-sorai dari teman-teman yang menyaksikan semakin menambah kemeriahan suasana perlombaan.

Ketika salah satu peserta berhasil “memancing” kerupuk lawannya, tepuk tangan dan teriakan dukungan pun terdengar membahana. Bagi para siswa, lomba ini bukan semata-mata ajang untuk meraih gelar juara. Kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan yang efektif dan menciptakan pengalaman menyenangkan yang berkesan bersama teman-teman.

Melalui permainan **lomba mancing kerupuk** ini, siswa diajak untuk memahami bahwa dalam mencapai suatu tujuan, diperlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi. Gerakan yang terlalu cepat justru berisiko membuat kerupuk terlepas dan gagal mendapatkan kerupuk lawan.

Selain melatih ketangkasan fisik dan koordinasi, lomba ini juga menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar menerima hasil pertandingan. Mereka diajak untuk tetap mempertahankan rasa percaya diri ketika berhasil memenangkan pertandingan, serta tetap berbesar hati dan sportif ketika belum berhasil menjadi juara.

Para guru dan panitia turut aktif memberikan semangat kepada seluruh peserta selama permainan berlangsung. Kehadiran mereka sebagai pendamping tidak hanya membuat kegiatan berjalan lebih tertib, tetapi juga memberikan dukungan moral yang penting bagi anak-anak.

Kegiatan lomba yang dikemas secara kreatif seperti ini menjadi bagian integral dari upaya madrasah dalam menciptakan suasana belajar yang tidak hanya terbatas di dalam kelas. Siswa diberikan ruang yang luas untuk bermain, berekspresi, bersosialisasi, dan mengembangkan keberanian diri mereka di luar lingkungan akademik formal.

Keceriaan terpancar jelas dari wajah para siswa selama mengikuti lomba. Bahkan siswa yang tidak sedang bertanding pun ikut aktif memberikan dukungan penuh kepada teman-temannya. Pada akhirnya, **lomba mancing kerupuk** berhasil menjadi salah satu permainan yang sukses menciptakan suasana akrab dan hangat di antara siswa MI Muhammadiyah Tempeh Lor.

Permainan tradisional yang dikemas dengan sentuhan kreativitas ini membuktikan bahwa kegiatan sederhana sekalipun mampu menghadirkan kegembiraan yang luar biasa. Semangat kebersamaan, sportivitas, dan keceriaan menjadi nilai-nilai penting yang sangat menonjol dalam kegiatan tersebut. Bagi siswa MI Muhammadiyah Tempeh Lor, lomba mancing kerupuk bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, melainkan tentang menikmati kebersamaan dan menciptakan kenangan indah di madrasah mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jejak Kebaikan di Frontage Road: Polsek Waru Sidoarjo Merajut Kemanusiaan di Jumat Berkah

9 Okt 2026 - 15:19 WIB

Jejak Kebaikan di Frontage Road: Polsek Waru Sidoarjo Merajut Kemanusiaan di Jumat Berkah

Arus Sunyi Sungai Sekayu: Petaka Bocah 5 Tahun di Ponorogo dan Suara Pentingnya Pengawasan Orang Tua

9 Okt 2026 - 15:19 WIB

Arus Sunyi Sungai Sekayu: Petaka Bocah 5 Tahun di Ponorogo dan Suara Pentingnya Pengawasan Orang Tua

Mahfud MD Ungkap Tantangan Legitimasi Gibran: Kunci Pemakzulan Ada di Tangan Prabowo

9 Okt 2026 - 15:18 WIB

Mahfud MD Ungkap Tantangan Legitimasi Gibran: Kunci Pemakzulan Ada di Tangan Prabowo

Regu Spemudas Borong Juara LT III Lamongan, Terpaan UTS dan Cuaca Panas Tak Jadi Halangan

9 Okt 2026 - 15:17 WIB

Regu Spemudas Borong Juara LT III Lamongan, Terpaan UTS dan Cuaca Panas Tak Jadi Halangan

Ketika Dentuman Sound Horeg Merenggut Harmoni: Gengsi Semu dan Erosi Empati di Balik Pesta Rakyat

9 Okt 2026 - 12:38 WIB

Ketika Dentuman Sound Horeg Merenggut Harmoni: Gengsi Semu dan Erosi Empati di Balik Pesta Rakyat
Trending di Pendidikan