Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Beyond Teori: Sekolah Kreatif Baratajaya Terapkan Edutainment Ajarkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini

badge-check

Beyond Teori: Sekolah Kreatif Baratajaya Terapkan Edutainment Ajarkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini Perbesar

KlikMojok – SD Muhammadiyah 16 Surabaya, yang dikenal juga sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya, secara proaktif menanamkan kesadaran berlalu lintas kepada siswanya sejak usia dini. Pada hari Rabu, 4 November 2026, pukul 09.00 WIB, para siswa kelas I di sekolah tersebut berkesempatan mengikuti simulasi lalu lintas yang interaktif di halaman sekolah. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkenalkan aturan dasar berlalu lintas serta tata cara menyeberang di zebra cross, menggunakan pendekatan edutainment yang memadukan pendidikan dengan hiburan, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan praktis.

Melalui simulasi ini, setiap siswa kelas I memperoleh pengalaman belajar langsung yang berharga. Mereka diajak untuk mempraktikkan berbagai aspek berlalu lintas secara sederhana, mulai dari mengenali berbagai rambu-rambu lalu lintas, memahami aturan-aturan dasar yang berlaku di jalan raya, hingga mempraktikkan langkah-langkah aman saat menyeberang jalan melalui zebra cross.

Antusiasme dan semangat tinggi terlihat jelas sepanjang kegiatan pembelajaran. Suasana kelas terasa hidup dan semarak, sebab para siswa tidak hanya berperan sebagai pendengar pasif dari penjelasan guru, melainkan juga terlibat secara aktif dan langsung dalam setiap sesi simulasi yang diadakan.

Fahmi Muqoddas, S.Pd., selaku salah satu guru kelas I, menjelaskan bahwa inisiatif simulasi lalu lintas ini merupakan bagian integral dari implementasi pendekatan edutainment di Sekolah Kreatif Baratajaya. Beliau menekankan bahwa edutainment merupakan metode pembelajaran inovatif yang secara efektif mengombinasikan elemen pendidikan dengan unsur hiburan, menjadikan proses belajar lebih menarik dan mudah diserap oleh anak-anak.

Lebih lanjut, Fahmi Muqoddas memaparkan bahwa kegiatan simulasi yang dilaksanakan di halaman sekolah ini berfungsi sebagai tahap awal atau pengantar. Ini akan mempersiapkan para siswa sebelum mereka melanjutkan ke fase pembelajaran kontekstual yang lebih mendalam, yang rencananya akan dikemas dalam sebuah kegiatan bernama Assembly Learning.

Fahmi menambahkan, “Hari ini siswa kita ajak untuk simulasi berlalu lintas di halaman sekolah. Selanjutnya, kontekstualisasi pembelajaran berlalu lintas akan kita laksanakan pada Jumat (6/11/2026) dalam bentuk Assembly Learning.”

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini tidak hanya sebatas mengenalkan aturan-aturan yang berlaku di jalan raya. Lebih dari itu, simulasi ini juga berfungsi sebagai sarana penting untuk membangun dan menanamkan karakter positif pada diri siswa sejak usia dini.

“Pembelajaran kontekstual ini bertujuan menanamkan karakter tertib berlalu lintas kepada siswa sejak dini. Harapannya, mereka memahami pentingnya keselamatan dan mampu menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Fahmi.

Fancy Anggraini Angwidya, S.Pd., guru kelas I lainnya, turut menyampaikan bahwa konsep pembelajaran kontekstual telah menjadi elemen tak terpisahkan dari kurikulum di Sekolah Kreatif Baratajaya. Beliau menjelaskan bahwa setiap materi pembelajaran di sekolah ini telah dirancang dengan cermat dan terencana, serta diintegrasikan secara menyeluruh dengan berbagai bidang studi lainnya.

Fancy lebih lanjut mengungkapkan, “Materi pembelajaran sudah kita siapkan melalui team teaching satu bulan sebelumnya. Setiap materi juga kita integrasikan dengan materi lain, seperti Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta Leader in Me.”

Sebagai contoh konkret, Fancy menjelaskan bahwa materi pembelajaran berlalu lintas tidak hanya berdiri sendiri. Materi ini juga dikaitkan erat dengan pembiasaan spiritual, seperti membaca doa sebelum bepergian dan doa saat naik kendaraan. Selain aspek spiritual, siswa juga dilatih untuk mengembangkan kebiasaan positif seperti mengantre dengan tertib, menunjukkan sikap disiplin, serta selalu mengutamakan keselamatan diri saat menyeberang jalan.

Di sisi lain, Heru Tjahyono, yang menjabat sebagai Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), secara tegas menyatakan keyakinannya bahwa pengalaman langsung atau direct experience memegang peranan krusial dan menjadi kunci utama dalam efektivitas proses pembelajaran anak-anak.

Pria yang akrab disapa Babe Heru ini menjelaskan, “Setiap pembelajaran dituntut menghadirkan pengalaman kontekstual sehingga siswa terlibat aktif. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya mengetahui materi secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk mempraktikkannya.”

Antusiasme yang begitu tinggi terlihat jelas di wajah para peserta simulasi. Salah satu siswa yang berpartisipasi, Nirankara Abyasa Putra Dewara, secara terang-terangan mengungkapkan rasa gembiranya karena dapat mengikuti kegiatan simulasi yang edukatif ini.

Dengan penuh semangat, Nirankara Abyasa Putra Dewara menyatakan, “Aku suka belajar berlalu lintas di sekolah,” sembari bersiap untuk mempraktikkan tata cara menyeberang di zebra cross.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Persimpangan Karier: Pendidikan dan Jejak Berliku Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution

4 Nov 2026 - 15:20 WIB

Di Persimpangan Karier: Pendidikan dan Jejak Berliku Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution

Ketika Nyawa Ternak Tergantung: Kisah Evakuasi Sapi dan Pelajaran Keselamatan di Magetan

4 Nov 2026 - 15:19 WIB

Ketika Nyawa Ternak Tergantung: Kisah Evakuasi Sapi dan Pelajaran Keselamatan di Magetan

Listyo Sigit Dicopot dari KSP: Implikasi Dugaan Penyadapan Presiden Usai Sebulan Menjabat

4 Nov 2026 - 15:18 WIB

Listyo Sigit Dicopot dari KSP: Implikasi Dugaan Penyadapan Presiden Usai Sebulan Menjabat

Mengeringnya Sumur, Menguji Kesabaran: Ribuan Warga Ngawi Terjebak Krisis Air yang Tak Kunjung Usai

4 Nov 2026 - 12:36 WIB

Mengeringnya Sumur, Menguji Kesabaran: Ribuan Warga Ngawi Terjebak Krisis Air yang Tak Kunjung Usai

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo: Yusril Jelaskan Keterlibatan dan Status Gibran

4 Nov 2026 - 12:36 WIB

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo: Yusril Jelaskan Keterlibatan dan Status Gibran
Trending di Pendidikan