Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Perdalam Ideologi, Siswa SMK Mutu Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman

badge-check

Perdalam Ideologi, Siswa SMK Mutu Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman Perbesar

KlikMojok – Rombongan siswa dari SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi, Malang, baru-baru ini melaksanakan kunjungan edukatif ke Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusuri jejak sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman dan Kantor Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di kota tersebut.

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi Malang secara khusus memilih Yogyakarta sebagai destinasi kunjungan mereka pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Inisiatif ini dikemas dalam sebuah agenda bertajuk “Knowledge and Experience Rich Out at PP IPM Kantor Pusat Muhammadiyah Jogja”, yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman para pelajar mengenai sejarah panjang Muhammadiyah.

Sebanyak 45 kader IPM dari SMK Mutu Gondanglegi turut serta dalam acara penting ini, didampingi langsung oleh M. Syukron, S.Sy, selaku pembina PR IPM sekolah tersebut.

Sesampainya di Kantor Pimpinan Pusat (PP) IPM Yogyakarta, rombongan dari PR IPM SMK Mutu Gondanglegi disambut dengan hangat oleh perwakilan staf Pimpinan Pusat Muhammadiyah dari Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) PP IPM.

Qonita Labibah Rahmah, yang dikenal dengan panggilan Elqonita, Sekretaris Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) PP IPM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam. Ia memuji inisiatif serta semangat proaktif para kader SMK Mutu Gondanglegi Malang dalam upaya memperdalam keilmuan mereka melalui agenda napak tilas sejarah ini.

“Kami sangat senang dengan semangat kader-kader IPM SMK Mutu yang menjemput bola berkunjung ke kantor PP,” ungkap Elqonita, menegaskan kebanggaannya terhadap semangat belajar para siswa.

Selanjutnya, agenda utama di aula kantor PP IPM diisi dengan pemaparan materi krusial. Muhammad Zulfa Zaidan Ichsanie menyampaikan informasi mengenai Sistem Perkaderan Ikatan (SPI) Putih terbaru.

Sesi bedah SPI Putih tersebut berlangsung dengan sangat interaktif, memungkinkan para peserta untuk bertanya dan berdiskusi. Materi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif kepada para kader mengenai sistem perkaderan ikatan, sehingga dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat ranting sekolah mereka.

“Kader IPM harus berdampak bagi sekitarnya, sehingga kader IPM harus menjadi kader yang berdaya,” tegas Zaidan, menekankan pentingnya peran aktif kader dalam masyarakat.

Setelah mendapatkan pembekalan materi perkaderan yang mendalam, seluruh kader IPM melanjutkan perjalanan mereka ke Kampung Kauman. Lokasi ini dikenal sebagai pusat kelahiran organisasi Muhammadiyah, menjadikannya situs bersejarah yang sangat penting.

Di Kampung Kauman, para peserta terlibat dalam sebuah permainan edukatif. Melalui permainan ini, mereka diwajibkan untuk mengunjungi dan mempelajari secara detail setiap situs bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan KH. Ahmad Dahlan dan awal mula Muhammadiyah.

Beberapa situs penting yang mereka kunjungi dan pelajari antara lain Langgar Kidul Kiai Ahmad Dahlan, Langgar Aisyiyah, SD Muhammadiyah Kauman (Muhamka), Makam Nyai Ahmad Dahlan, TK ABA (Aisyiyah Bustanul Athfal) yang pertama, serta Masjid Gede Kauman.

Nalendra Agna Madani, selaku Ketua Umum PR IPM SMK Mutu Gondanglegi, menyatakan bahwa keseluruhan rangkaian kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari semangat para pelajar untuk mencari ilmu langsung dari sumbernya atau akarnya.

“Rangkaian kegiatan ini merupakan upaya menjemput ilmu. Ilmu harus dijemput, dan hari ini kami ke Jogja untuk menjemput hal tersebut,” tutur Nalendra, Ketum PR IPM SMK Mutu Gondanglegi, dengan penuh keyakinan.

Senada dengan pandangan Nalendra, M. Syukron, S.Sy, menjelaskan bahwa kegiatan ini memegang esensi yang sangat penting. Menurutnya, kunjungan ini krusial untuk penguatan ideologi serta penambahan wawasan bagi para pelajar.

“Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menguatkan militansi kader dan memperdalam pemahaman tentang Muhammadiyah,” tegas M. Syukron, menggarisbawahi tujuan utama perjalanan edukatif ini.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, besar harapan agar kader-kader IPM SMK Mutu Gondanglegi dapat kembali ke sekolah dengan semangat yang diperbarui, wawasan organisasi yang lebih matang, dan kecintaan yang semakin mendalam terhadap persyarikatan Muhammadiyah.

“Kami datang untuk menguatkan pemahaman kader lewat akar sejarah Muhammadiyah yang kami kemas dalam agenda Napak tilas,” pungkas Syukron, menutup pernyataannya dengan ringkasan tujuan utama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tikungan Maut Bojonegoro-Nganjuk: Sebuah Tragedi dan Panggilan Pendidikan Keselamatan Jalan

1 Nov 2026 - 15:18 WIB

Tikungan Maut Bojonegoro-Nganjuk: Sebuah Tragedi dan Panggilan Pendidikan Keselamatan Jalan

Ketika Malam Memeluk Kesendirian: Kisah Polisi Ngawi Menjemput Kembali Anak Tersesat di Jalan

1 Nov 2026 - 15:17 WIB

Ketika Malam Memeluk Kesendirian: Kisah Polisi Ngawi Menjemput Kembali Anak Tersesat di Jalan

Mini Soccer: Strategi Pemuda Muhammadiyah Kediri Perluas Jejaring Kolaborasi

1 Nov 2026 - 15:16 WIB

Mini Soccer: Strategi Pemuda Muhammadiyah Kediri Perluas Jejaring Kolaborasi

Di Balik Selimut Awan: Menjelajahi Prakiraan Cuaca Malang Raya 1 November 2026

1 Nov 2026 - 12:37 WIB

Di Balik Selimut Awan: Menjelajahi Prakiraan Cuaca Malang Raya 1 November 2026

Kajian Al-Qur’an: Menggali Hikmah Kesabaran dan Kepemimpinan dari Nabi Yusuf dan Thalut untuk Pendidik

1 Nov 2026 - 12:36 WIB

Kajian Al-Qur’an: Menggali Hikmah Kesabaran dan Kepemimpinan dari Nabi Yusuf dan Thalut untuk Pendidik
Trending di Pendidikan