Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Pembelajaran Holistik Lewat Drumben: Kisah Gita Mentari Suci TK Aisyiyah 40 PPS di Spektra 2026

badge-check

Pembelajaran Holistik Lewat Drumben: Kisah Gita Mentari Suci TK Aisyiyah 40 PPS di Spektra 2026 Perbesar

KlikMojok – Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pagi yang masih diselimuti kabut di Gresik, halaman SMK Nurul Islam telah dipenuhi semangat dan warna-warni. Anak-anak dari Drumben Gita Mentari Suci TK Aisyiyah 40 PPS menunjukkan penampilan memukau mereka dalam Spektra 2026 Piala Dinas Pendidikan Drumben Competition dan Gresik Oto Contest. Acara ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sebuah panggung bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, belajar disiplin, dan menumbuhkan keberanian.

Sejak pukul 06.30 pagi pada tanggal tersebut, peserta dari berbagai jenjang pendidikan sudah mulai memadati lokasi acara. Drumben Gita Mentari Suci, yang berasal dari TK Aisyiyah 40 PPS, turut berpartisipasi dalam ajang Spektra 2026 Piala Dinas Pendidikan Drumben Competition dan Gresik Oto Contest.

Halaman sekolah tampak meriah dengan kostum-kostum berwarna-warni yang dikenakan oleh para peserta. Anak-anak TK Aisyiyah 40 PPS, dengan penuh antusias, bersiap untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam kategori mandiri. Mereka memandang kompetisi ini sebagai lebih dari sekadar kesempatan untuk bermain alat musik; ini adalah sebuah wadah penting untuk mendalami nilai-nilai seperti disiplin, keberanian, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.

Kesuksesan penampilan yang memukau tersebut tidak lepas dari proses latihan panjang yang menuntut kesabaran dan ketekunan. Iwan Widiyanto, pelatih di bagian melodis, sengaja memilih lagu “Pemandangan Alam” sebagai repertoar utama. Pemilihan lagu ini memiliki tujuan mulia, yakni untuk memperkenalkan keindahan alam kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap lingkungan melalui harmonisasi musik.

Namun, perjalanan latihan tidak selalu mulus dan menghadirkan sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kenyataan bahwa sebagian besar anak-anak belum memiliki pemahaman tentang notasi lagu atau not angka.

“Kendala utama yang dihadapi adalah sebagian besar anak belum mengenal notasi lagu atau not angka,” ungkap Iwan Widiyanto saat menjelaskan situasi tersebut.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Iwan merancang metode latihan yang bertahap dan sistematis. Ia memulai dengan mengajak anak-anak bernyanyi bersama sambil perlahan-lahan memperkenalkan not angka. Setelah anak-anak mulai mengerti pola nada, Iwan kemudian memperdalam pengenalan notasi secara lebih rinci, yang kemudian langsung dipraktikkan menggunakan alat musik masing-masing.

Selama sesi latihan, anak-anak secara aktif memukul alat musik mereka sambil menyanyikan lagu. Pendekatan ini tidak hanya membantu mereka mengenali dan memahami nada, tetapi juga secara efektif membangun kekompakan dan sinergi antaranggota tim.

Berkat sesi latihan yang dilakukan secara berulang dan konsisten, lagu “Pemandangan Alam” akhirnya mulai terbentuk dengan sempurna. Setiap ketukan yang dimainkan menjadi bagian integral dari proses pembelajaran kolektif yang mereka alami.

Penampilan Drumben Gita Mentari Suci tidak hanya berfokus pada keindahan permainan musik semata. Mereka juga memperkaya pertunjukan dengan menghadirkan sebuah opera mini yang diselaraskan secara apik dengan tema lagu yang dibawakan.

Melalui pertunjukan teatrikal ini, anak-anak berkesempatan untuk memperkenalkan berbagai unsur alam kepada para penonton. Mereka tampil memukau dengan mengenakan kostum yang secara kreatif menggambarkan pohon dan air, menambah daya tarik visual pada keseluruhan pertunjukan.

Seluruh kostum yang digunakan dalam opera tersebut dirancang dan dibuat secara mandiri oleh para guru. Hal ini memastikan bahwa elemen teatrikal menjadi komponen esensial yang tak terpisahkan dari keseluruhan presentasi drumben.

Ike Tussolicha, seorang guru yang bertanggung jawab melatih aspek opera dan teatrikal, juga terlibat aktif dalam persiapan pertunjukan. Ia memberikan pendampingan penuh mulai dari tahap penyusunan alur cerita hingga proses pemilihan kostum yang sesuai.

Menurut Ike Tussolicha, proses latihan untuk pementasan opera ini tidak menghadapi kendala yang terlampau berat. “Tantangan utamanya terletak pada pemilihan pemain dan penyesuaian kostum,” tuturnya, menjelaskan aspek yang paling menantang.

Dalam rangka menentukan para pemain yang akan terlibat, Ike menerapkan strategi pemilihan satu anak dari setiap kelas. Melalui proses seleksi ini, terpilihlah delapan anak yang kemudian diberikan peran masing-masing dalam pementasan opera.

Sementara itu, aspek pengadaan dan penyesuaian kostum berhasil ditangani melalui kolaborasi erat antar para guru. Mereka bekerja sama merancang dan menyiapkan setiap pakaian agar sesuai dengan kebutuhan spesifik pertunjukan opera.

Semangat kolaborasi ini terbukti sangat efektif dalam memastikan seluruh persiapan berjalan dengan lebih lancar dan efisien. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar mengekspresikan diri melalui berbagai gerakan dan peran yang mereka mainkan.

Spektra 2026 Piala Dinas Pendidikan Drumben Competition dan Gresik Oto Contest menegaskan fungsinya sebagai lebih dari sekadar ajang kompetisi. Lebih jauh lagi, acara ini berhasil menyatukan peserta dari beragam jenjang pendidikan dalam satu panggung yang sama, menciptakan suasana kebersamaan dan pertukaran pengalaman.

Khusus bagi anak-anak TK Aisyiyah 40 PPS, pengalaman berpartisipasi dalam ajang ini memberikan pelajaran yang sangat berharga. Mereka tidak hanya belajar cara mengikuti irama musik dengan tepat, tetapi juga pentingnya menjaga kekompakan tim dan keberanian untuk tampil di hadapan khalayak ramai.

Di balik setiap ketukan alat musik yang harmonis, terdapat proses latihan yang dilakukan secara berulang-ulang dan penuh dedikasi. Begitu pula, di balik setiap kostum yang dikenakan, terpampang nyata hasil dari kerja sama dan sinergi yang luar biasa antara para guru.

Anak-anak sendiri menunjukkan keberanian yang luar biasa, sebuah kualitas yang tumbuh dan berkembang sepanjang proses persiapan dan penampilan mereka. Mereka dengan bangga membuktikan bahwa usia dini sama sekali bukan penghalang untuk berkreasi dan berkarya. Pada pagi yang cerah itu, halaman SMK Nurul Islam menjadi saksi bisu setiap langkah kecil mereka. Harmoni musik, kelincahan gerak, hingga pementasan opera, semuanya berpadu menjadi sebuah narasi inspiratif tentang semangat yang terus bertumbuh dan berkembang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tikungan Maut Bojonegoro-Nganjuk: Sebuah Tragedi dan Panggilan Pendidikan Keselamatan Jalan

1 Nov 2026 - 15:18 WIB

Tikungan Maut Bojonegoro-Nganjuk: Sebuah Tragedi dan Panggilan Pendidikan Keselamatan Jalan

Ketika Malam Memeluk Kesendirian: Kisah Polisi Ngawi Menjemput Kembali Anak Tersesat di Jalan

1 Nov 2026 - 15:17 WIB

Ketika Malam Memeluk Kesendirian: Kisah Polisi Ngawi Menjemput Kembali Anak Tersesat di Jalan

Perdalam Ideologi, Siswa SMK Mutu Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman

1 Nov 2026 - 15:17 WIB

Perdalam Ideologi, Siswa SMK Mutu Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman

Mini Soccer: Strategi Pemuda Muhammadiyah Kediri Perluas Jejaring Kolaborasi

1 Nov 2026 - 15:16 WIB

Mini Soccer: Strategi Pemuda Muhammadiyah Kediri Perluas Jejaring Kolaborasi

Di Balik Selimut Awan: Menjelajahi Prakiraan Cuaca Malang Raya 1 November 2026

1 Nov 2026 - 12:37 WIB

Di Balik Selimut Awan: Menjelajahi Prakiraan Cuaca Malang Raya 1 November 2026
Trending di Pendidikan