KlikMojok – Keluarga besar guru dan karyawan dari SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dan B, serta SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu), belum lama ini melakukan kunjungan edukatif-rekreatif yang unik ke kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, mereka menjelajahi berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dengan menaiki mobil Volkswagen (VW) klasik, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik ini memiliki tujuan ganda. Selain sebagai ajang silaturahmi dan pembentukan kekompakan di antara para pendidik dan staf, acara ini juga berupaya mengajak peserta untuk mengenal lebih dekat potensi UMKM yang berkembang di sekitar Borobudur.
Para peserta disuguhkan pengalaman wisata yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak hanya menikmati perjalanan dengan mobil VW klasik yang ikonik, tetapi juga secara aktif berinteraksi dan mempelajari potensi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Rangkaian acara dimulai dengan berkumpulnya seluruh peserta untuk mengikuti sesi pembukaan. Momen kebersamaan langsung terasa saat para guru, karyawan, dan anggota keluarga mereka mengabadikan peristiwa ini melalui sesi foto bersama yang penuh keakraban.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pelepasan balon secara serentak, yang menjadi simbol harapan akan kebersamaan dan semangat baru yang terus membara. Harapannya, keluarga besar Dikdasmen-PNF PCM Gresik dapat semakin solid dan kompak dalam menjalankan peran mereka di dunia pendidikan.
Antusiasme peserta semakin meningkat ketika mereka berfoto di atas mobil VW klasik. Kendaraan yang memiliki bentuk ikonik tersebut tidak hanya memberikan pengalaman perjalanan yang unik dan santai, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat seluruh keluarga menikmati setiap momen kebersamaan.
Usai sesi pembukaan, rombongan bertolak untuk berkeliling ke kawasan sekitar Borobudur. Agenda utama perjalanan ini adalah mengunjungi tiga UMKM lokal yang telah dipilih. Kunjungan ini dirancang agar peserta tidak hanya sekadar berwisata, melainkan juga mendapatkan wawasan langsung mengenai proses produksi dan berkesempatan mencicipi berbagai produk unggulan hasil karya masyarakat setempat.
Destinasi pertama yang disambangi adalah Ashfa Madu, sebuah peternakan lebah madu yang berlokasi di Desa Tanjungsari, Borobudur. Di tempat ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai budidaya lebah serta beragam produk olahan madu. Mereka juga berkesempatan mencicipi madu asli dan produk turunannya, memberikan gambaran nyata tentang potensi usaha berbasis hasil alam yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Yangko Eka Eco, sebuah UMKM yang fokus memproduksi makanan tradisional yangko di Desa Wanurejo, Borobudur. Di sini, para peserta dapat menikmati kelezatan yangko yang terkenal sambil menyeruput teh hangat bersama keluarga. Suasana santai dan penuh keakraban yang tercipta menjadikan kunjungan ini sebagai momen berharga untuk memperkuat interaksi antarpeserta di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari.
Destinasi ketiga adalah rumah produksi Rengginang Bu Yanti, yang juga berada di Desa Wanurejo. Di lokasi ini, peserta tidak hanya menjadi penonton proses pembuatan makanan tradisional rengginang, melainkan juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan cara pembuatannya secara langsung. Pengalaman ini menjadi daya tarik tersendiri karena peserta dapat mengenal setiap tahapan produksi rengginang, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi makanan siap saji yang lezat.
Setelah berpartisipasi dalam proses pembuatan, para peserta juga disuguhi rengginang hasil olahan. Teksturnya yang renyah dipadu dengan cita rasa gurih menjadikan kunjungan ini semakin berkesan. Selain aspek rekreatif, kunjungan ini juga menanamkan pentingnya melestarikan makanan tradisional dan mendukung para pelaku UMKM agar terus berkembang.
Eka Meitasari, M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala SD Mugres Kampus A, mengungkapkan bahwa momen Pembinaan Keluarga Guru dan Karyawan ini memiliki makna yang sangat penting. Utamanya, dalam upaya membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan baik antara guru, karyawan, serta seluruh keluarga besar sekolah. “Acara ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara keluarga besar sekolah. Di tengah kesibukan menjalankan tugas pendidikan, kita membutuhkan ruang untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi kebahagiaan, dan memperkuat semangat kekeluargaan,” ungkap Meita.
Meita melanjutkan harapannya, agar kebersamaan yang telah terjalin melalui kegiatan ini dapat membawa energi positif yang berkelanjutan saat kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Majelis Dikdasmen-PNF PCM Gresik secara nyata berupaya menyediakan ruang kebersamaan yang tidak hanya fokus pada aspek rekreasi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat nilai-nilai silaturahmi, kekeluargaan, dan kepedulian terhadap potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat lokal.
Kunjungan ke tiga UMKM di sekitar Borobudur ini secara jelas menunjukkan bagaimana perjalanan wisata dapat diintegrasikan dengan kegiatan edukatif dan pengalaman langsung yang memberikan manfaat nyata. Peserta tidak hanya dapat menikmati suasana wisata yang menyenangkan dan mencicipi produk lokal, tetapi juga memperoleh pengetahuan mendalam tentang proses produksi makanan dan hasil peternakan yang merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.
Kebersamaan yang berhasil terbangun sepanjang perjalanan ini akan menjadi modal positif bagi seluruh keluarga besar SD Mugres dan Spemutu. Lebih dari sekadar menciptakan kenangan indah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan semangat kolaborasi yang esensial untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kecamatan Gresik.












