KlikMojok – Di tengah hiruk pikuk Surabaya yang tak pernah tidur, sebuah fenomena tak terduga sempat menyita perhatian publik. Sebuah semburan air raksasa tiba-tiba memecah keheningan Jalan Dupak Rukun, tepat di samping Tol Dupak arah Perak, memicu kehebohan di media sosial. Video-video yang beredar luas menunjukkan air melesat tinggi ke udara, menimbulkan pertanyaan besar: milik siapakah pipa yang bocor itu? Keberadaan semburan air di Surabaya ini bukan hanya sekadar insiden, melainkan juga cerminan kompleksitas infrastruktur perkotaan yang melayani kebutuhan jutaan jiwa.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya, melalui Manajer Tata Usaha dan Humas mereka, Louis Andilun Gatu, segera memberikan klarifikasi yang menenangkan. Menanggapi viralnya kejadian tersebut, PDAM memastikan bahwa sumber kebocoran bukanlah dari jaringan pipa mereka. Setelah dilakukan pengecekan mendalam di lapangan dan konfirmasi dengan pihak terkait, terungkap bahwa pipa berdiameter 800 milimeter yang mengalami kebocoran tersebut adalah milik PT Petrokimia Gresik.
“Menanggapi berita viral yang terjadi siang hari ini yaitu terdapat semburan air atau kebocoran di Jl. Dupak Rukun samping Tol arah Perak ke Surabaya. Kami sampaikan bahwa kebocoran tersebut bukan dari pipa kami, pipa tersebut merupakan pipa dari PT Petrokimia Gresik,” tegas Louis, pada Selasa (13/10/2026), menanggapi spekulasi publik yang sempat berkembang. Ia menambahkan bahwa konfirmasi kepemilikan pipa telah dilakukan, dan dengan demikian, penanganan kebocoran menjadi tanggung jawab penuh perusahaan pemilik pipa.
“Nantinya yang akan bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut dari pihak Petrokimia. Terima kasih, mungkin itu yang bisa saya sampaikan,” lanjut Louis, mengakhiri klarifikasinya dan berharap masyarakat tidak lagi salah paham mengenai sumber masalah ini.
Sebelum klarifikasi resmi dari PDAM, Command Center Surabaya telah menerima laporan awal kejadian pada pukul 10.44 WIB. Respons cepat pun ditunjukkan dengan segera diterjunkannya petugas gabungan dari Posko Terpadu Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) ke lokasi. Tim ini bertugas melakukan asesmen awal untuk memahami situasi dan potensi dampaknya.
Arif Sunandar, Ketua Tim Operasi Kedaruratan BPBD Surabaya, menjelaskan bahwa air yang awalnya terlihat keruh menyerupai lumpur, diduga kuat membawa serta tanah galian dari sekitar lokasi kejadian. Kebetulan, kawasan tersebut memang sedang dalam proses pengerjaan pembangunan rumah pompa banjir oleh DSDABM, sebuah proyek vital untuk mengatasi masalah genangan di kota. Namun, kekhawatiran akan semburan air yang tak terkendali perlahan sirna. “Sekitar setengah jam setelah kejadian, airnya sudah kelihatan bersih dan sudah tidak menyembur keras,” jelas Arif, menunjukkan bahwa situasi telah berangsur membaik.
Menyikapi insiden ini, Perumda Air Minum Surya Sembada mengimbau seluruh warga Surabaya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Transparansi informasi menjadi kunci dalam situasi darurat seperti ini. Dengan hasil pengecekan dan koordinasi yang jelas, kini diketahui pasti bahwa semburan air di Dupak Rukun bukan berasal dari jaringan pipa PDAM Surabaya, melainkan dari infrastruktur milik PT Petrokimia Gresik. Oleh karena itu, penanganan dan perbaikan pipa tersebut sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab PT Petrokimia Gresik selaku pemilik jaringan. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi antarlembaga dan kejelasan informasi di tengah dinamika pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perkotaan.












