KlikMojok – Bupati Sidoarjo Subandi menunjukkan perhatian serius terhadap progres pembangunan proyek betonisasi Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan, tepatnya ruas Kebonagung-Kemasan, di Kecamatan Krian. Pada Selasa (6/10) siang, Bupati Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek betonisasi Krian tersebut. Ia menemukan bahwa proyek senilai Rp 18,2 miliar ini masih mengalami deviasi atau keterlambatan progres sekitar 9 persen. Menanggapi kondisi tersebut, Subandi secara tegas meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo untuk memperketat pengawasan pekerjaan dan segera mengejar ketertinggalan yang ada.
Proyek peningkatan jalan yang krusial ini dirancang dengan panjang mencapai sekitar 1,05 kilometer dan lebar enam meter. Menurut penjelasan Bupati Subandi, keterlambatan progres yang terjadi sebelumnya sebagian besar disebabkan oleh adanya kendala tiang utilitas. Hambatan utama ini khususnya berasal dari jaringan tegangan tinggi milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang melintasi area proyek.
Saat sidak, Bupati Subandi menegaskan pentingnya peran PPK dalam mengawal proyek. “Kalau sudah kontrak, PPK harus terus melakukan pengawasan. Kenapa deviasinya, persoalannya apa? Apakah tenaga kerja atau material?” ujarnya dengan nada tegas. Ia menilai bahwa deviasi sebesar 9 persen tersebut harus segera diatasi mengingat pekerjaan telah memasuki bulan Oktober. Subandi mengungkapkan kekhawatirannya jika keterlambatan ini terus berlanjut dan berpotensi mengganggu target penyelesaian proyek. Ia menambahkan bahwa kendala terkait jaringan PLN kini telah mulai ditangani, dengan tiang-tiang yang sebelumnya menjadi penghambat pekerjaan telah berhasil dibongkar, memungkinkan proses betonisasi untuk kembali dilanjutkan.
Subandi optimis dengan penanganan kendala tersebut. “Malam ini sudah mulai pemasangan betonisasi. Kalau ini sudah dijalankan, nanti kita hitung kembali deviasinya,” kata Subandi. Selain itu, Bupati juga menginstruksikan PPK untuk secara rutin melakukan pemantauan progres pekerjaan. Apabila ditemukan adanya deviasi atau penyimpangan dari jadwal yang telah ditetapkan, kontraktor pelaksana proyek harus segera dipanggil guna mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan langkah-langkah penyelesaian yang efektif.
“Kalau ada deviasi, tiap minggu kita panggil. Deviasinya apa, persoalannya apa, apakah material atau pekerjanya,” tambahnya. Selama sidak, Subandi tidak hanya fokus pada progres, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap material dan pembesian yang diaplikasikan dalam konstruksi. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pembesian yang digunakan adalah besi ulir dengan diameter 16 milimeter. Sementara itu, mutu beton yang diaplikasikan memiliki standar FC 30, yang setara dengan kualitas K-350.
Bupati Subandi menekankan bahwa setiap aspek pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, bukan hanya saat terjadi masalah. “Yang penting PPK rewel. Kalau ada deviasi, komunikasikan. Insyaallah selesai, tinggal komunikasi saja. Kuncinya di PPK,” tegasnya, menyoroti peran sentral PPK dalam kelancaran proyek.
Secara terpisah, Muhammad Makhmud, selaku Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, membenarkan bahwa hambatan utama yang dihadapi dalam pengerjaan proyek sebelumnya memang terkait dengan jaringan tegangan tinggi milik PLN. “Contohnya ini sebenarnya on progress, cuma kemarin harus koordinasi dengan tegangan tinggi PLN untuk dipindah. Ini yang menjadi hambatan,” papar Makhmud, menjelaskan duduk perkaranya.
Makhmud melanjutkan, jaringan PLN yang sebelumnya menghambat kini telah berhasil dibongkar. Dengan teratasinya kendala tersebut, proses betonisasi dapat kembali dipercepat guna mengejar deviasi progres sebesar 9 persen. “Sudah dibongkar. Mulai ini sudah dibongkar. Hanya kendalanya itu,” tegasnya dengan yakin. Ia menyatakan optimisme bahwa keterlambatan yang terjadi masih dapat dikejar, terutama mengingat proyek ini memiliki target penyelesaian pada tanggal 16 Desember 2026. Sebagai informasi tambahan, proyek peningkatan Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan, ruas Kebonagung-Kemasan, ini didanai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo dengan nilai kontrak yang sama yaitu Rp 18,2 miliar.












