KlikMojok – Siang itu, Sabtu, 3 Oktober 2026, jarum jam menunjuk sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Mungkin bagi sebagian orang, waktu itu adalah puncak aktivitas atau perjalanan kembali ke rumah. Namun, bagi M.W (54), warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, momen itu menjadi akhir dari perjalanannya, sebuah tragedi yang menyisakan kepedihan dan pertanyaan besar tentang etika di jalan raya.
M.W tengah mengendarai sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi M-6862-VA, melaju dari arah timur menuju barat di Jalan Raya Bojonegoro-Babat. Perjalanan yang seharusnya aman dan lancar, tiba-tiba berubah menjadi petaka. Dari arah berlawanan, sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi, mencoba mendahului kendaraan lain di depannya. Dalam manuver yang ceroboh, truk tersebut diduga mengambil haluan terlalu ke kanan, melewati garis tengah jalan, dan masuk ke jalur M.W.
Jarak yang terlampau dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Benturan keras antara dua kendaraan itu mengguncang ketenangan siang hari. M.W, yang tak berdaya menghadapi manuver mendadak tersebut, langsung terhempas. Ia mengalami luka-luka serius akibat insiden tersebut. Warga sekitar yang menyaksikan atau mendengar kejadian itu bergegas memberikan pertolongan. M.W segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Bojonegoro, berharap nyawanya bisa diselamatkan.
Namun, takdir berkata lain. Upaya medis tak mampu menolongnya. Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, mengonfirmasi kabar duka tersebut. “Korban sempat dibawa ke RS. Namun, kondisi korban kemudian dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya, menegaskan betapa fatalnya dampak kecelakaan tersebut.
Yang lebih miris, di tengah kepanikan dan duka yang menyelimuti, pengemudi truk yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut justru memilih untuk melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, identitas pengemudi maupun nomor polisi truk maut itu masih menjadi misteri. Aksi tabrak lari ini tidak hanya meninggalkan korban dan keluarga dalam kesedihan mendalam, tetapi juga menyoroti pentingnya pendidikan moral dan tanggung jawab yang harus dimiliki setiap pengguna jalan.
Petugas Satlantas Polres Bojonegoro kini tengah berupaya keras melakukan penanganan dan penyelidikan. Mereka mengumpulkan informasi dan bukti untuk mengungkap identitas kendaraan serta pengemudi truk yang terlibat dalam kecelakaan maut itu. Kasus ini menjadi perhatian serius, bukan hanya karena terjadi di jalur utama Bojonegoro-Babat, tetapi juga karena perilaku tidak bertanggung jawab pengemudi yang memilih kabur.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua tentang kerapuhan hidup di jalan raya dan konsekuensi serius dari kelalaian serta sikap abai terhadap keselamatan orang lain. Lebih dari sekadar penegakan hukum, insiden seperti ini adalah pelajaran berharga tentang pentingnya kesadaran, etika berlalu lintas, dan tanggung jawab sosial. Setiap pengemudi memiliki peran krusial dalam menciptakan jalan yang aman, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk setiap jiwa yang berbagi aspal yang sama. Semoga keadilan segera terungkap dan insiden serupa tak lagi terjadi.












