KlikMojok – Suatu pagi di Jawa Timur, di tengah riuhnya dinamika sosial, nama Irjen Pol Dekananto Eko Purnomo kembali bergaung. Bukan sekadar kabar mutasi rutin, melainkan kepulangan seorang putra daerah yang pernah menorehkan jejak signifikan dalam menjaga harmoni. Kini, ia ditunjuk memimpin institusi kepolisian tertinggi di provinsi kelahirannya, sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), sebuah jabatan yang mengemban amanah besar.
Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/IX/Kep/2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dekananto menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto, yang kini mengemban tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Sespim Lemdiklat) Polri.
Bagi Dekananto, penugasan ini adalah semacam “pulang kampung”. Perwira tinggi Polri kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, ini sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994 yang telah memiliki rekam jejak panjang, khususnya di bidang intelijen dan keamanan.
Salah satu babak paling menonjol dalam kariernya adalah ketika ia bertugas sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim pada tahun 2022. Di masa itulah, namanya mencuat berkat keterlibatannya dalam upaya penertiban tugu perguruan pencak silat. Ini bukan sekadar tindakan administratif, melainkan langkah strategis yang dinilai berpotensi memicu perselisihan antarkelompok. Sebanyak “686 tugu perguruan pencak silat” dilaporkan dibongkar atau dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Langkah tegas ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga kondusivitas wilayah dan meredam potensi konflik antarkelompok perguruan silat yang kerap terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur. Penertiban tersebut juga berkaitan erat dengan surat edaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur tertanggal 26 Juni 2023, menunjukkan adanya koordinasi lintas sektoral dalam menjaga ketertiban umum.
Sebelum kembali ke Jawa Timur sebagai Dirintelkam, Dekananto telah meniti karier di berbagai posisi penting. Ia pernah menjabat Kepala Kepolisian Resor Tabanan, Polda Bali, pada tahun 2012, kemudian Kepala Subdirektorat Kehidupan Bernegara Direktorat Sosial Budaya Badan Intelijen dan Keamanan Polri pada tahun 2018. Setelah sukses mengemban tugas di Polda Jatim, kariernya berlanjut ke Polda Metro Jaya pada tahun 2024, lalu sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri pada tahun 2025, sebelum akhirnya diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 5 Agustus 2025.
Pada tahun 2026, Dekananto juga disebut menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis. Penting untuk dicatat, informasi mengenai penghargaan tersebut perlu dipastikan kembali melalui sumber resmi sebelum dipublikasikan.
Kenaikan pangkatnya menjadi Inspektur Jenderal Polisi, atau jenderal bintang dua, juga telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 82/Polri/Tahun 2026 tertanggal 1 September 2026, dan mulai berlaku sejak 2 September 2026.
Dengan penugasan baru ini, Irjen Pol Dekananto Eko Purnomo kini kembali memimpin keamanan di tanah kelahirannya, Jawa Timur. Pengalaman panjangnya, terutama dalam menjaga stabilitas sosial melalui penertiban tugu silat, menjadi modal berharga dalam menghadapi dinamika kompleks provinsi ini. Kehadirannya diharapkan membawa semangat baru dalam upaya menjaga kondusivitas dan ketertiban masyarakat Jawa Timur.












