KlikMojok – Pagi itu, Senin (28/9/2026), di Jalan Proklamasi 17 Gresik, hiruk pikuk khas kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Gresik berlangsung seperti biasa. Namun, konsentrasi para siswa dan guru tiba-tiba buyar oleh kehadiran tamu tak diundang yang mengejutkan, seekor ular piton. Hewan melata itu ditemukan bertengger di bagian rangka atap genting sekolah, sebuah pemandangan yang sontak memicu kepanikan sekaligus kewaspadaan.
Kejadian bermula ketika salah seorang siswa, di tengah rutinitas pembelajaran, tak sengaja mengarahkan pandangannya ke atas. Di antara celah rangka atap, siluet sisik yang bergerak perlahan menarik perhatiannya. Bukan burung, bukan pula kucing, melainkan seekor ular piton yang cukup besar. Terkejut dengan penemuan tak terduga ini, siswa tersebut spontan berhamburan keluar kelas, berlari mencari guru untuk melaporkan apa yang baru saja dilihatnya.
Menanggapi laporan mendesak dari siswanya, guru SMPN 4 Gresik, Utomo, segera mengambil tindakan. Ia menyadari potensi bahaya dan perlunya penanganan profesional. Tanpa menunda, Utomo langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik untuk meminta bantuan evakuasi. “Saya langsung menelpon petugas Damkar Gresik begitu ada siswa melapor ada ular piton diatas rangka atap,” ujar Utomo, mengisahkan respons cepatnya pada waktu itu.
Tak lama berselang, petugas Damkar Pos Kota yang menerima laporan darurat tersebut segera bergerak menuju lokasi. Setibanya di SMPN 4 Gresik, tim Damkar dengan sigap melakukan pencarian. Ular piton yang bersembunyi di sela-sela rangka atap memerlukan keahlian khusus untuk ditangani. Proses evakuasi pun berlangsung hati-hati, memastikan keselamatan semua pihak, terutama para siswa yang sempat dibuat terkejut.
Setelah melalui upaya penangkapan yang cermat, petugas akhirnya berhasil mengamankan ular piton tersebut. Hewan itu kemudian dibawa oleh petugas, dan seiring dengan keberhasilan evakuasi, situasi di lingkungan sekolah kembali kondusif dan aman. Utomo kembali menekankan betapa mendadaknya kemunculan ular tersebut. “Anak-anak sempat kaget ketika melihat ular di atas rangka atap. Setelah itu langsung melapor kepada guru dan kami segera meminta bantuan Damkar,” katanya, menjelaskan reaksi berantai dari penemuan hingga penanganan.
Yusuf, selaku Wakasek Kesiswaan SMPN 4 Gresik, menambahkan bahwa keberadaan ular memang sempat menimbulkan kejutan besar di kalangan siswa. Namun, ia mengapresiasi kecepatan respons dari pihak sekolah dan Damkar. “Kami mengutamakan keselamatan siswa. Begitu ada laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Damkar agar ular bisa segera dievakuasi,” tutur Yusuf, menegaskan prioritas utama mereka.
Lebih lanjut, Yusuf menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat dan profesionalisme petugas Damkar yang berhasil mengevakuasi ular hingga kondisi sekolah kembali aman. “Alhamdulillah, ular sudah berhasil ditangkap dan kondisi sekolah kembali aman. Kami juga mengingatkan siswa agar tidak mendekati atau mencoba menangkap sendiri jika menemukan hewan seperti itu,” pungkas Yusuf, memberikan pesan penting mengenai keselamatan dan edukasi kepada para siswa. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi situasi tak terduga, sekaligus mengajarkan siswa untuk selalu waspada dan melaporkan temuan berbahaya kepada pihak berwenang.












