KlikMojok – Setiap pagi, SD Muhammadiyah 10 Surabaya, yang akrab disapa SD Mumtas, menerapkan budaya penyambutan hangat di gerbang sekolah. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun jembatan emosional antara guru dan siswa, memantau kondisi para peserta didik, serta menumbuhkan semangat belajar mereka sebelum memulai aktivitas di kelas.
Ketika mentari pagi perlahan menyapa dari ufuk timur, menyebarkan kehangatan di penjuru kota Surabaya, suasana sejuk menyelimuti halaman SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas). Di sana, langkah-langkah kecil para siswa mulai memenuhi area sekolah, menandai dimulainya hari belajar.
Dalam ketenangan pagi tersebut, para guru telah bersiap rapi di depan gerbang sekolah, ditemani oleh anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids Mumtas. Mereka berkolaborasi menyambut setiap siswa dengan senyum ramah dan sapaan hangat, menciptakan atmosfer positif sebelum anak-anak memulai kegiatan belajar mereka.
“Assalamualaikum. Semangat belajar ya!” demikian sapaan ceria yang dilontarkan para guru pada Jumat (25/9/2026). Lebih dari sekadar rutinitas harian, sapaan sederhana ini merupakan bagian dari upaya para pendidik untuk membangun pelayanan yang hangat, memastikan kenyamanan siswa sejak mereka menginjakkan kaki pertama kali di lingkungan sekolah.
Para siswa tiba satu per satu, menunjukkan beragam ekspresi. Beberapa tampak berlari kecil penuh semangat, sementara yang lain masih malu-malu, erat menggenggam tangan orang tua mereka. Situasi ini terutama terlihat pada siswa kelas satu yang sedang dalam masa adaptasi dengan lingkungan baru. Namun, dengan keramahan para guru dan kakak-kakak IPM Kids Mumtas, rasa canggung itu perlahan mulai mencair.
Dengan kesabaran yang luar biasa, para guru sigap mendampingi siswa yang masih rewel atau kesulitan berpisah dengan orang tuanya. Mereka tidak ragu mengajak sebagian anak bercanda ringan, menggandeng tangan anak lain menuju kelas, dan bahkan memeluk hangat beberapa siswa untuk menenangkan mereka. Momen-momen sederhana ini menjadi fondasi bagi tumbuhnya keberanian dan kemandirian anak secara bertahap.
Kegiatan penyambutan siswa ini diselenggarakan oleh pihak sekolah setiap hari kerja, dari Senin sampai Jumat. Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di dua lokasi gedung sekolah, yaitu gedung nomor 14 dan gedung nomor 30. Selain para guru, pimpinan IPM Kids Mumtas juga turut dijadwalkan untuk menyambut teman-teman serta adik kelas mereka, yang secara signifikan menghidupkan suasana pagi dengan kehangatan dan keakraban.
Lambaian tangan yang tulus, senyuman ramah, dan sapaan penuh semangat ini tidak hanya menjadi rutinitas, melainkan energi positif yang menular ke seluruh warga sekolah. Pemandangan ini juga memberikan ketenangan yang berarti bagi para orang tua murid, yang merasa lega melihat putra-putri mereka disambut dengan penuh perhatian dan kasih sayang di sekolah.
M. Khoirul Anam, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, menegaskan bahwa kegiatan penyambutan siswa ini merupakan bagian integral dari budaya pelayanan yang diterapkan di sekolahnya.
“Melalui penyambutan ini, guru dapat mengetahui kondisi siswa sejak awal. Jika ada anak yang terlihat kurang sehat, murung, atau memiliki masalah tertentu, maka bisa segera diantisipasi dan didampingi dengan baik,” jelas M. Khoirul Anam.
Menurut M. Khoirul Anam, kegiatan ini melampaui sekadar menyambut kedatangan murid; ia berfungsi sebagai fasilitator jembatan emosional antara guru dan anak didik. Beliau sangat meyakini bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya berasal dari pelajaran formal di dalam kelas, tetapi juga terbentuk dari senyum tulus, perhatian sederhana, dan suasana hangat yang membuat setiap anak merasa diterima dengan baik.
Dengan demikian, di gerbang SD Mumtas setiap pagi, para pendidik tidak hanya menyambut setiap langkah kaki anak-anak. Lebih jauh lagi, mereka secara aktif merawat semangat, harapan, dan impian para siswa, dengan tujuan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang hebat dan berakhlak mulia.












