KlikMojok – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tengah menggenjot upaya antisipasi banjir dengan mempercepat normalisasi delapan sungai dan saluran air di Kecamatan Candi dan Tanggulangin. Langkah proaktif ini dilakukan menjelang datangnya musim hujan, mengingat sejumlah titik di wilayah tersebut selama ini rawan terdampak luapan air.
Satuan Tugas (Satgas) Alat Berat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo telah mengerahkan dua unit ekskavator untuk melakukan pengerukan. Pada Senin (21/9), operasi normalisasi difokuskan pada saluran sekunder Kedunguling di Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi.
Pengerukan saluran sekunder Kedunguling ini direncanakan sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kapasitas saluran dalam menampung dan mengalirkan air hujan, sekaligus mencegah terjadinya luapan saat curah hujan tinggi.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menekankan bahwa normalisasi sungai merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Sidoarjo dalam menghadapi musim penghujan. Ia secara langsung memantau progres pengerjaan di lapangan, terutama di lokasi-lokasi yang mengalami pendangkalan parah dan selama ini menjadi langganan banjir.
“Saya ada di Kecamatan Candi, Desa Durungbanjar. Sungai di desa ini memang terjadi pendangkalan. Hari ini kita keruk, kita normalisasi,” tegas Mimik Idayana saat meninjau lokasi. Menurutnya, pendangkalan drastis pada sungai menyebabkan daya tampung air berkurang signifikan, sehingga berpotensi besar memicu luapan air saat debit meningkat akibat hujan deras.
Oleh karena itu, Mimik memastikan bahwa pengerjaan normalisasi tidak hanya berfokus pada satu lokasi saja. Pemantauan intensif akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengerukan berjalan sesuai kebutuhan dan target. “Menghadapi musim hujan ini saya akan selalu sidak. Mengawasi langsung sungai-sungai di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Mimik berharap penuh agar normalisasi ini dapat dikerjakan secara maksimal, sehingga mampu mengurangi potensi banjir di berbagai wilayah Sidoarjo. “Saya ingin pengerjaan normalisasi sungai dilakukan dengan baik sebagai upaya menanggulangi banjir,” imbuhnya, menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo dalam melindungi masyarakat dari dampak banjir.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUBMSDA Sidoarjo, Suprayitno, menjelaskan bahwa pengerahan alat berat telah diatur secara terjadwal. Setelah merampungkan pengerjaan di saluran sekunder Kedunguling, alat berat akan dipindahkan ke beberapa titik lain yang juga membutuhkan penanganan di Kecamatan Candi dan Tanggulangin.
Secara spesifik, di Kecamatan Candi, normalisasi akan menyasar saluran Afvour Kedunguling Desa Kedungpeluk, saluran Afvour Link II Desa Kedungkendo, serta saluran Afvour Link III Desa Klurak. Sedangkan di Kecamatan Tanggulangin, pengerukan akan dilakukan pada saluran Gedangrowo Desa Kedungbanteng, saluran sekunder Gedangrowo Desa Kalidawir, saluran sekunder Gedangrowo Desa Ngaban, dan Afvour Ketapang Desa Ketapang.
“Alat berat lainnya akan terjun ke titik-titik lain di Kecamatan Candi dan Tanggulangin,” kata Suprayitno, menandakan bahwa upaya pengerukan akan terus berlanjut secara masif dan terkoordinasi. Dengan pengerahan alat berat secara bertahap ini, Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh titik saluran yang mengalami pendangkalan dapat segera ditangani sebelum intensitas hujan meningkat drastis, demi mewujudkan Sidoarjo yang lebih aman dari banjir.












