Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Kehilangan Sosok Ikonik: Gerbang Spemduta Berduka atas Wafatnya Pak Harno, Penjaga Setia yang Dikenang

badge-check

Kehilangan Sosok Ikonik: Gerbang Spemduta Berduka atas Wafatnya Pak Harno, Penjaga Setia yang Dikenang Perbesar

KlikMojok – Setiap pagi, sebelum masuk ke area sekolah, para siswa dan orang tua di SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta), Sidoarjo, Jawa Timur, selalu disambut oleh sosok yang ramah. Sosok itu adalah Suharno, atau akrab disapa Pak Harno, yang dengan sigap mengatur lalu lintas kendaraan serta menyapa setiap orang yang melintas di gerbang sekolah. Kehadirannya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas pagi.

Namun, pada Senin, 21 September 2026, pemandangan akrab tersebut tiba-tiba berubah. Wajah Pak Harno tidak lagi terlihat berdiri di gerbang Spemduta, meninggalkan kekosongan yang mendalam.

Kabar duka mengenai kepergiannya tersiar tak lama setelah azan Subuh berkumandang. M. Arif Syaifuddin, Kepala Spemduta, menjadi orang pertama yang menyampaikan berita duka ini melalui grup WhatsApp pimpinan sekolah, yang kemudian segera disebarkan oleh Humas Spemduta ke seluruh grup besar sekolah.

Pagi itu, yang seharusnya berjalan seperti biasa, mendadak diselimuti suasana duka. Seluruh keluarga besar Spemduta merasakan kehilangan yang amat besar atas wafatnya Pak Harno, seorang karyawan yang telah mendedikasikan dirinya selama hampir sembilan tahun dan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari di sekolah tersebut.

Lebih dari sekadar seorang karyawan, bagi seluruh warga Spemduta, Pak Harno adalah sosok yang kehadirannya telah menyatu dengan ritme pagi. Keberadaannya di depan gerbang sekolah seolah menjadi penanda dimulainya hari.

Dengan senyum dan sapaan, ia menyambut setiap murid yang datang, tangannya sigap membantu mengatur arus kendaraan, dan tak lupa menyapa para orang tua yang mengantarkan putra-putri mereka. Rutinitas sederhana ini dilakukannya berulang kali setiap hari, menjadikan kehadirannya begitu lekat dan menyatu dengan atmosfer sekolah.

Pak Harno dikenang sebagai pribadi yang ramah, tekun, dan selalu ringan tangan. Bagi siapa pun yang melintas di gerbang Spemduta setiap hari, sosoknya sangat mudah dikenali, bahkan sebelum mereka benar-benar memasuki area halaman sekolah.

Kesetiaan dan dedikasinya terhadap rutinitas inilah yang sangat membekas di ingatan Arif, terutama saat mengenang hari-hari terakhir Pak Harno.

Sehari sebelum Pak Harno berpulang, Arif sempat menjenguknya di rumah sakit. Dari istri almarhum, ia mendapatkan sebuah cerita mengharukan yang kemudian ia sampaikan dalam pengarahan pagi di Spemduta.

Dengan suara terbata-bata, Arif mengenang, “Saat dirawat di rumah sakit, kata istrinya, Pak Harno sempat mengigau. Tangannya bergerak-gerak seperti sedang mengatur lalu lintas dan mengarahkan anak-anak masuk ke gerbang sekolah. Dedikasi dan cintanya pada anak-anak Spemduta sungguh luar biasa hingga akhir hayatnya.”

Kisah tersebut menguatkan kesan bahwa sosok Pak Harno seolah tetap hadir, berada di tempat yang selama bertahun-tahun menjadi ladang pengabdiannya.

Bahkan dalam kondisi sakit pun, gerakan tangannya secara refleks masih menyerupai kebiasaan yang rutin ia lakukan setiap pagi: mengatur kendaraan dan memastikan setiap anak dapat memasuki gerbang sekolah dengan tertib dan aman.

Rutinitas yang mungkin bagi sebagian orang terlihat sederhana, namun bagi Pak Harno, hal tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.

Namun, pada Senin pagi yang penuh duka itu, ritme pengabdiannya harus berhenti selamanya.

Jika biasanya Pak Harno berdiri tegak di gerbang, menyambut setiap siswa dan warga sekolah yang datang, kini justru keluarga besar Spemduta yang bergantian datang untuk mengantar dan melepas kepergiannya untuk terakhir kali.

Berdasarkan catatan data kepegawaian sekolah, Suharno lahir pada tanggal 26 Desember 1972. Ia mulai bergabung dan bekerja di lingkungan Spemduta sejak tahun 2017.

Selama hampir sembilan tahun, ia telah menjalankan berbagai tugas dengan penuh tanggung jawab di sekolah. Rekan-rekan kerjanya mengenal Pak Harno sebagai sosok yang tekun, selalu siap membantu, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan serta ketertiban lingkungan sekolah.

Kepergiannya ini tentu saja meninggalkan duka dan membuat gerbang Spemduta kehilangan salah satu sosok yang selama ini paling akrab dan dikenal oleh seluruh warga sekolah.

Esok hari dan hari-hari berikutnya, aktivitas sekolah akan tetap berjalan. Para siswa akan tetap datang, orang tua akan kembali mengantarkan anak-anak mereka, dan kendaraan akan terus bergerak memasuki halaman sekolah seperti biasa.

Namun, satu pemandangan penting akan berbeda. Tidak akan ada lagi Pak Harno yang berdiri tegak di gerbang, mengangkat tangan untuk mengatur kendaraan, dan menyambut hangat anak-anak Spemduta saat mereka memulai hari belajar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bayangan Rapuh di Balik Pohon Tua: Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Situbondo

21 Sep 2026 - 12:39 WIB

Bayangan Rapuh di Balik Pohon Tua: Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Situbondo

Lebih dari Asumsi: Mengurai Benang Kusut Penyelidikan Teknis Kecelakaan KM Virgo Transport 8

21 Sep 2026 - 12:39 WIB

Lebih dari Asumsi: Mengurai Benang Kusut Penyelidikan Teknis Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Keunggulan Guru Miosi dalam Workshop Foskam Sidoarjo: Empat Pendidik Raih Nilai Postes Tertinggi

21 Sep 2026 - 12:36 WIB

Keunggulan Guru Miosi dalam Workshop Foskam Sidoarjo: Empat Pendidik Raih Nilai Postes Tertinggi

Merajut Inklusi di Garis Finis: Kisah Terapis Disabilitas Netra di Soekarno Run Banyuwangi

21 Sep 2026 - 09:46 WIB

Merajut Inklusi di Garis Finis: Kisah Terapis Disabilitas Netra di Soekarno Run Banyuwangi

Gubuk Pawito di Pacitan: Potret Ketegaran Hidup Berdampingan dengan Ternak di Balik Rimbun Kakao

21 Sep 2026 - 09:45 WIB

Gubuk Pawito di Pacitan: Potret Ketegaran Hidup Berdampingan dengan Ternak di Balik Rimbun Kakao
Trending di Pendidikan