KlikMojok – Santriwati Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI Mojokerto menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam beribadah. Meski memasuki hari libur dari kegiatan sekolah formal, mereka tetap konsisten menjalankan rutinitas salat Tahajud dan murajaah Al-Qur’an pada sepertiga malam terakhir, seperti yang terlihat pada Jumat, 18 September 2026, di Masjid Bina’ul Ummah.
Di tengah suasana libur mingguan dari kegiatan sekolah, para santriwati di Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI Mojokerto tidak mengendurkan semangat ibadah mereka. Mereka tetap terbangun di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan Tahajud, Witir, zikir, dan murajaah Al-Qur’an. Pada Jumat, 18 September 2026, Masjid Bina’ul Ummah telah dipenuhi oleh para santriwati yang berbalut mukena putih, merapatkan saf untuk menunaikan salat Tahajud secara berjemaah, jauh sebelum malam benar-benar berakhir.
Hari Jumat memang ditetapkan sebagai hari libur mingguan bagi santriwati dari jadwal sekolah formal di PPIC eLKISI. Namun, hal ini tidak berarti jeda dari rutinitas spiritual. Justru, kegiatan ibadah malam tetap berjalan secara konsisten, layaknya hari-hari aktif lainnya tanpa ada perubahan.
Setelah melaksanakan salat Tahajud, para santriwati melanjutkan rangkaian ibadah hingga salat Witir. Selesai menunaikan salat, mereka tidak serta-merta meninggalkan area masjid. Sebaliknya, waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk melanjutkan kegiatan keagamaan lainnya, seperti berzikir dan melantunkan murajaah Al-Qur’an.
Ustazah Anisa Nurdin, yang bertugas piket pada malam itu, menjelaskan bahwa konsistensi rutinitas Tahajud ini sangat didukung oleh sistem pendampingan yang telah lama diterapkan di pesantren. Sistem ini memastikan setiap santri mendapatkan bimbingan dan pengawasan dalam menjalankan ibadahnya.
Mengutip pernyataannya, Ustazah Anisa Nurdin menyampaikan, “Alhamdulillah, kalau salat Tahajud itu mereka selalu rutin. Ada satgas yang bertugas keliling membangunkan para santri di kamar masing-masing setiap malam.”
Satuan tugas (satgas) yang disebutkan tersebut memiliki peran krusial. Mereka secara aktif mendatangi setiap kamar untuk membangunkan para santriwati sebelum waktu pelaksanaan ibadah malam tiba. Setelah santriwati bersiap, mereka kemudian bergegas menuju Masjid Bina’ul Ummah untuk bersama-sama mengikuti salat berjemaah.
Seluruh rangkaian ibadah malam tersebut kemudian diakhiri dengan pelaksanaan salat Witir, yang biasanya dilakukan menjelang masuknya waktu salat Subuh.
Meski salat telah usai, suasana hening dan khusyuk tetap terjaga di dalam masjid. Sebagian santriwati memilih untuk melanjutkan zikir, sementara yang lainnya dengan khidmat membuka lembaran Al-Qur’an untuk mengulang dan memperkuat hafalan mereka.
Kegiatan murajaah ini dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing santriwati atau secara berkelompok dengan saling menyimak hafalan satu sama lain. Keheningan yang menyelimuti masjid menjelang fajar menyingsing memberikan mereka kesempatan optimal untuk kembali menelaah dan menguatkan ayat-ayat suci yang telah mereka hafalkan.
Secara keseluruhan, pembiasaan ibadah malam ini telah menjadi inti dari rutinitas harian santriwati di PPIC eLKISI. Bahkan pada saat kegiatan sekolah formal diliburkan, jadwal pelaksanaan Tahajud, Witir, zikir, dan murajaah tetap terpelihara dengan baik, menunjukkan komitmen kuat pesantren dalam membentuk karakter spiritual para santrinya. Artikel ini ditulis oleh Khavivah Eka Harnida dan disunting oleh Mohammad Nurfatoni.












