KlikMojok – Sebanyak 72 siswa SMK Pemuda Krian (Smedaka) mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama dua hari, dari tanggal 16 hingga 17 September 2026. Bertempat di Asrama STIDKI Cembor, Trawas, Mojokerto, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk melatih kemampuan berorganisasi, tetapi juga untuk membentuk karakter calon pemimpin yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Para peserta juga mendalami nilai-nilai luhur kepemimpinan yang terkandung dalam Janji Pelajar Muhammadiyah.
LDKS Smedaka ini dimulai sejak pukul 06.30 WIB pada hari pertama dan direncanakan berakhir pada pukul 14.30 WIB di hari kedua. Sepanjang kegiatan tersebut, para siswa dibekali dengan berbagai materi penting, meliputi aspek kepemimpinan, penanaman kedisiplinan, penguatan rasa tanggung jawab, kemampuan kerja sama tim, serta kemandirian.
Desy Kartikaningtyastuti, S.Pd., selaku Kepala SMK Pemuda Krian, menjelaskan dalam apel pembukaan bahwa LDKS memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar melatih kemampuan berorganisasi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan elemen krusial dalam proses pembentukan karakter siswa dan penyiapan kader-kader kepemimpinan di lingkungan pelajar.
Desy lebih lanjut memaparkan, “Tujuan utama dari LDKS ini adalah untuk menjadi pemimpin yang amanah di masa yang akan datang dan menjadi kader Muhammadiyah yang sesungguhnya dengan melaksanakan Janji Pelajar Muhammadiyah.”
Lebih jauh, Desy menggarisbawahi bahwa seorang pemimpin ideal tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengatur serta mengambil keputusan. Namun, sikap amanah, rasa tanggung jawab yang tinggi, kedisiplinan, dan kapasitas untuk menjadi teladan yang baik juga merupakan komponen esensial dalam kepemimpinan yang efektif.
Oleh karena itu, pelaksanaan LDKS ini dirancang secara khusus agar para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai kepemimpinan, melainkan juga dapat mempraktikkan langsung prinsip-prinsip tersebut sepanjang berlangsungnya kegiatan.
Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Janji Pelajar Muhammadiyah juga menjadi bagian integral dari materi pembekalan. Pihak sekolah memiliki harapan besar agar para siswa mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut, tidak hanya dalam konteks organisasi, tetapi juga dalam keseharian mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Adanya pelaksanaan LDKS di luar lingkungan sekolah juga memberikan peluang berharga bagi para peserta untuk belajar hidup bersama selama dua hari penuh. Dalam kesempatan ini, mereka diajak untuk membangun kekompakan tim, berlatih membagi tanggung jawab secara adil, dan menyesuaikan diri dengan seluruh rangkaian kegiatan yang telah terstruktur.
Asrama STIDKI Cembor, sebagai lokasi kegiatan, menyediakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk secara langsung mempraktikkan nilai-nilai kedisiplinan dan kerja sama, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari materi kepemimpinan yang diajarkan.
Melalui LDKS ini, Desy mengungkapkan harapannya untuk dapat mempersiapkan siswa-siswi yang tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik dan keterampilan praktis. Lebih dari itu, ia berharap siswa juga mampu mengemban tanggung jawab dalam berorganisasi serta senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam setiap aspek kehidupan mereka.












