KlikMojok – Pada hari Rabu, 16 September 2026, sebanyak 35 guru dari delapan sekolah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi Numerasi di SD Almadany, Gresik. Acara ini menjadi istimewa karena lingkungan belajar yang digunakan tidak terbatas pada aula, melainkan memanfaatkan pepohonan rindang dan keberadaan satwa sebagai latar belakang yang hidup.
Para 35 pendidik tersebut disambut oleh rimbunnya pepohonan saat tiba di SD Almadany, Kebomas, Gresik, pada tanggal 16 September 2026. Mereka berpartisipasi dalam Bimtek Penguatan Literasi Numerasi BOSP Kinerja yang diselenggarakan di Aula Lantai Dua Gedung Amanullah Adnan.
Namun, proses pembelajaran pada hari itu tidak hanya berlangsung di dalam ruangan. Rindangnya pepohonan dan suara-suara satwa turut menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman para peserta. Suasana alami ini memberikan nuansa yang berbeda dan menyegarkan dalam upaya penguatan kompetensi guru.
SD Alam Muhammadiyah Kedanyang, atau yang dikenal sebagai SD Almadany, bertindak sebagai tuan rumah kegiatan penting ini. Sekolah tersebut menerima peserta dari berbagai satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja. Dengan demikian, aula sekolah pun diubah menjadi sebuah ruang belajar kolaboratif yang inklusif.
Sejak awal, kegiatan Bimtek berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh keramahan. Supriadi, S.Pd., selaku pengawas sekolah Kecamatan Kebomas, membuka acara bersama dengan Ulfa Iriana, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai fasilitator daerah (Fasda).
Selanjutnya, Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan Almadany sebagai sekolah alam pertama yang ada di Gresik. Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama proses penyambutan.
Sebanyak delapan sekolah turut serta dalam kegiatan ini. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SD Almadany sendiri, UPT SD Negeri 82, UPT SD Negeri 80, UPT SD Negeri 69, UPT SD Negeri 57, serta SD Muhammadiyah Melirang. Peserta lainnya berasal dari UPT SD Negeri 237 dan SD Muhammadiyah GKB (SD Mugeb).
Setelah sesi pembukaan, peserta menyimak penjelasan mengenai kebijakan dan bagaimana memanfaatkan hasil Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kemudian, Fasda memimpin sesi pendalaman strategi literasi dan numerasi. Materi ini dirancang untuk membekali para guru agar dapat memperkuat praktik pembelajaran di sekolah masing-masing.
Usai jeda untuk istirahat, salat, dan makan siang, kegiatan kembali dilanjutkan. Peserta berfokus pada analisis kerangka asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA). Analisis ini mengacu pada Perkaban Nomor 45/47 Tahun 2025 dan capaian pembelajaran BSKAP. Banyak guru kemudian terlibat dalam diskusi aktif, bertukar pengalaman, dan menghubungkan materi yang disampaikan dengan kebutuhan spesifik di kelas mereka.
Berikutnya, peserta secara berkelompok menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang didasarkan pada capaian TKA. Setelah selesai, setiap kelompok mempersiapkan hasil kerja mereka untuk dipresentasikan. Ini memungkinkan peserta untuk secara langsung mengolah materi yang diterima menjadi rancangan pembelajaran yang konkret.
Di tengah keseriusan sesi belajar, suasana SD Almadany menghadirkan pengalaman yang berbeda. Pepohonan yang rindang menaungi area sekolah menciptakan lingkungan yang terasa sejuk dan nyaman. Keberadaan berbagai jenis hewan juga turut memperkaya dan menghidupkan suasana belajar.
Lailatul Rosyidah, S.Pd., dari SD Muhammadiyah Melirang, menyampaikan kesan positifnya. Ia mengaku sangat menikmati nuansa alam yang terasa begitu kuat sepanjang kegiatan. Menurutnya, lingkungan sekolah yang unik ini membuat seluruh rangkaian acara terasa lebih menyenangkan dan interaktif.
“Asyik dan nuansa alamnya sangat kental. Ada banyak pohon serta hewan-hewan,” ujar Lailatul.
Ia juga menyebutkan beberapa hewan yang ditemuinya di lingkungan sekolah, seperti kelinci, burung, kura-kura, ayam, luwak, hingga monyet. Selain lingkungan yang hijau dan asri, Lailatul juga sangat mengapresiasi keramahan para guru selama kegiatan berlangsung.
“Seru suasananya dan tentunya sambutan yang luar biasa ramah dari Ustaz dan Ustazahnya,” lanjutnya.
Sementara itu, seluruh rangkaian Bimtek Literasi Numerasi BOSP Kinerja berlangsung hingga sore hari. Kegiatan berjalan lancar dan antusiasme para peserta tetap terjaga dengan baik. Setiap sekolah mendapatkan giliran untuk mempresentasikan hasil dari kerja kelompok mereka.
Sesi presentasi menjadi bagian penting dalam penutupan kegiatan. Para peserta dengan penuh semangat memaparkan hasil diskusi yang telah mereka olah. Kesempatan ini juga memungkinkan mereka untuk melihat dan belajar dari gagasan-gagasan yang disampaikan oleh sekolah lain.
Dengan demikian, pertemuan ini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi semata. Peserta membawa pulang beragam rancangan, gagasan baru, dan rencana tindak lanjut yang spesifik untuk diterapkan di sekolah masing-masing. Pada akhirnya, suasana alam SD Almadany menjadi latar yang inspiratif dan menghidupkan seluruh proses belajar bersama.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Melalui tahapan ini, setiap sekolah mempersiapkan langkah-langkah konkret setelah mengikuti bimtek. Harapannya, penguatan literasi dan numerasi tidak hanya berhenti di ruang aula, tetapi dapat terus tumbuh dan diimplementasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari di sekolah.












