Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Dari Malang hingga Probolinggo, 362 Pelajar SIT Bertemu dalam Ajang 2nd Islamic Youth Festival Regional 7 Jatim

badge-check

Dari Malang hingga Probolinggo, 362 Pelajar SIT Bertemu dalam Ajang 2nd Islamic Youth Festival Regional 7 Jatim Perbesar

MALANG – Udara sejuk Kota Malang pada Sabtu pagi (5/9/2026) menyambut kedatangan ratusan anak dengan wajah-wajah yang memancarkan campuran antara rasa gugup dan antusiasme tinggi. Sebagian turun dari kendaraan dengan menenteng sepatu futsal kebanggaan, sebagian lagi mendekap erat hafalan Al-Qur’an di dada, sementara yang lain bersiap menguji batas kecepatan kaki mereka. Menempuh perjalanan dari Probolinggo, Pasuruan, Batu, hingga pelosok Malang Raya, mereka membulatkan tekad dan keberanian untuk tampil membuktikan diri.

Pemandangan penuh semangat ini mewarnai perhelatan 2nd Islamic Youth Festival (IYF) Regional 7 Jawa Timur. Digagas oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung pembuktian bagi 362 pelajar pemberani yang terdiri dari 292 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 70 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bermodalkan sportivitas dan ukhuwah, kemeriahan anak-anak ini menghidupkan tiga sudut Kota Malang sekaligus. Di lapangan rumput sintetis Nikolas Futsal, peluh dan sorak-sorai dukungan tumpah ruah mengiringi 121 siswa SD yang saling beradu taktik mengolah si kulit bundar. Pemandangan tak kalah mendebarkan terlihat di lintasan lari GOR Gajayana, tempat di mana 104 peserta memacu napas dan menembus batas ketahanan fisik mereka dalam cabang atletik lari 100 meter, 1200 meter, hingga 1600 meter.

Sementara itu, suasana yang lebih syahdu dan hening menyelimuti SDIT Insan Permata Malang yang didapuk sebagai pusat kegiatan. Di dalam ruangan, 101 peserta berjuang menahan gemetar saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan indah di hadapan juri lomba Tahfidz. Di sudut ruangan lain, 36 siswa SD tampak asyik tenggelam dalam imajinasi, menorehkan warna-warni harapan mereka pada kanvas lomba menggambar.

Melihat anak-anak ini berjuang menembus batas kemampuan mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ketua Pelaksana Kegiatan, Dewi Dianawatie, STP, S.Pd. Ia menjelaskan bahwa IYF adalah ruang edukasi jangka panjang untuk membentuk karakter tangguh para pelajar.

“Islamic Youth Festival merupakan program turun JSIT Indonesia yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari PAUD – SMA. Ini dilakukan mulai dari TK di tingkat kota, regional, wilayah, hingga nasional,” kata perempuan yang akrab disapa Ustadzah Dewi.

Baginya, menyediakan ruang berekspresi bagi anak-anak adalah bekal krusial untuk masa depan mereka. “Digelarnya kegiatan ini tentu untuk mengembangkan potensi, kreativitas, sportivitas, dan prestasi peserta didik di wilayah Kota dan Kabupaten Malang, Batu, Pasuruan, dan Probolinggo,” ungkapnya.

Di balik riuhnya perebutan medali hari itu, ada doa dan harapan besar yang dititipkan para pendidik. Ustadzah Dewi sangat berharap agar keringat dan air mata bahagia para peserta dalam 2nd IYF ini nantinya dapat terkurasi secara resmi di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

“Prestasi yang diakui oleh Puspresnas, bisa menjadi jejak – jejak kebaikan yang bisa dikenang, dan merupakan buah dari usaha dan kerja keras mereka,” ujarnya.

Pada akhirnya, ajang ini meninggalkan satu pesan moral yang jauh lebih berharga dari sekadar trofi kemenangan. Para siswa diajak menyelami realitas bahwa tidak ada keberhasilan yang jatuh dari langit secara instan.

“Diharapkan muncul semangat juang siswa SIT dalam berprestasi, sesuai potensi dan bakatnya. Tidak hanya mengejar gelar juara, tapi juga memahami bahwa kesuksesan harus diusahakan, dengan cara yang benar dan penuh ketawakalan,” tutup Ustadzah Dewi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Janji Gizi yang Berujung Sakit: Menelisik Insiden Keracunan Massal Siswa SDN Kanigoro 2 Madiun

9 Sep 2026 - 15:17 WIB

Janji Gizi yang Berujung Sakit: Menelisik Insiden Keracunan Massal Siswa SDN Kanigoro 2 Madiun

Elnusa Merajut Kemandirian Energi: Di Balik Kinerja Keuangan Solid dan Strategi Tumbuh Berkelanjutan

9 Sep 2026 - 15:16 WIB

Elnusa Merajut Kemandirian Energi: Di Balik Kinerja Keuangan Solid dan Strategi Tumbuh Berkelanjutan

Jerit Dawuhan di Musim Kemarau: Menguji Ketahanan Petani Madiun di Tengah Air yang Menyusut

9 Sep 2026 - 12:38 WIB

Jerit Dawuhan di Musim Kemarau: Menguji Ketahanan Petani Madiun di Tengah Air yang Menyusut

Senyap di Depan Karaoke: Tabir Kematian Misterius di Sidoarjo Menanti Visum

9 Sep 2026 - 12:37 WIB

Senyap di Depan Karaoke: Tabir Kematian Misterius di Sidoarjo Menanti Visum

SD Mugres & Dinas Perpussip Gresik Berkolaborasi Perkuat Literasi Sekolah

9 Sep 2026 - 12:37 WIB

SD Mugres & Dinas Perpussip Gresik Berkolaborasi Perkuat Literasi Sekolah
Trending di Pendidikan