Menu

Mode Gelap
Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan Membangun Karakter dan Kebersamaan Lewat Jalan Sehat Semarak HUT RI di SDN Godog Spemduta Perkuat Pendidikan Inklusif dengan Pendampingan Psikolog Humanity: Fokus Holistik untuk Murid dan Guru Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo Pengukuhan Kader UKS Spem Eight: Langkah Strategis SMP Muhammadiyah 8 Gresik Ciptakan Siswa Sehat Berkarakter BEM Unair dan Warga Sukolilo Baru Merajut Kampung Berdikari: Kolaborasi Inklusif untuk Kemandirian Pesisir

Pendidikan

Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan

badge-check


					Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan Perbesar

KlikMojok – Di sebuah sudut Banjarsari, Kecamatan Manyar, Gresik, sebuah inisiatif kecil namun berdampak besar tengah tumbuh. Bukan sekadar bangunan, melainkan sebuah “Rumah Daur Ulang” yang menjadi jantung program `Eco Green School` di TK Alam Yaa Bunayya Gresik. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, rumah mungil ini diresmikan, menandai langkah nyata sekolah dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, bukan hanya sebagai wacana, melainkan praktik langsung yang membentuk karakter anak-anak.

Kehadiran Rumah Daur Ulang ini bukan sekadar pelengkap, melainkan sarana pembelajaran yang mendalam. Para murid kini memiliki tempat untuk mengenali, memilah, dan mengolah sampah, khususnya botol atau gelas plastik bekas, melalui pengalaman langsung. Ini adalah wujud konkret dari komitmen TK Alam Yaa Bunayya Gresik untuk mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini, jauh melampaui sekadar teori di dalam kelas.

Peresmian Rumah Daur Ulang ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Indonesia yang meriah di lingkungan TK Alam Yaa Bunayya Gresik. Acara tersebut melibatkan seluruh elemen sekolah: kepala sekolah, para guru, murid-murid cilik, serta orang tua mereka, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Pengawas PAUD Kecamatan Manyar, Alimatul Ningsih, M.Pd., turut hadir memberikan sambutan dan meresmikan rumah edukasi lingkungan ini. Dalam pidatonya, Alimatul Ningsih berharap program Eco Green School di TK Alam Yaa Bunayya ini menjadi langkah sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Baginya, sekolah memiliki peran krusial tidak hanya dalam memperkenalkan konsep menjaga lingkungan, tetapi juga mengajak anak-anak terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan sampah.

Kepala TK Alam Yaa Bunayya Gresik, Sulistyorini, S.T., S.Pd., menegaskan bahwa `Eco Green School` adalah salah satu program unggulan sekolah alam yang akan diwujudkan secara berkelanjutan. “Ini adalah salah satu program sekolah alam, yakni Eco Green School. Ini adalah suatu program yang akan kami wujudkan secara berkelanjutan untuk bagaimana mengajak anak didik kita melestarikan bumi ini,” ujarnya penuh optimisme. Sulistyorini menjelaskan, Rumah Daur Ulang menjadi fondasi penting dalam upaya tersebut, di mana anak-anak akan diajarkan proses pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah plastik, organik, dan nonorganik.

Lebih dari sekadar memilah, program ini juga berorientasi pada pemanfaatan kembali. “Dengan memilah sampah, plastik, organik dan nonorganik, kemudian kita insya Allah ke depannya akan membuat pupuk kompos dari daun-daun yang jatuh di lingkungan sekolah kita,” jelas Sulistyorini. Visi ke depan bahkan mencakup pengembangan program pengolahan sampah makanan. Sisa makanan anak-anak maupun sampah daun yang terkumpul dari lingkungan sekolah nantinya akan diolah menjadi pupuk cair. “Ke depannya mungkin ada juga pembuatan kompos cair dari makanan sisa anak-anak atau yang ada di lingkungan sekolah kita. Insyaallah, semuanya ini akan bermanfaat untuk lingkungan kita, bumi kita tercinta, dan juga bermanfaat untuk umat manusia,” lanjutnya, menggambarkan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini.

Rumah Daur Ulang ini menjadi laboratorium hidup bagi para murid. Mereka tidak hanya menerima pengetahuan teoretis dari guru, tetapi juga belajar mengenali dan mengolah sampah melalui praktik langsung. Sulistyorini memaparkan bahwa keterlibatan anak-anak dimulai dari pemahaman sederhana mengenai jenis-jenis sampah, membedakan organik dan anorganik, hingga memahami bagaimana sampah tersebut dapat diproses untuk menghasilkan manfaat baru. “Anak-anak akan memahami apa itu sampah organik dan anorganik. Kemudian bagaimana cara memprosesnya untuk menjadi pupuk,” katanya.

Kunci keberhasilan program ini, menurut Sulistyorini, adalah konsistensi. Kebiasaan memilah dan mengolah sampah tidak dapat dibangun hanya melalui satu kegiatan seremonial, melainkan melalui pengalaman yang terus-menerus. “Dan semuanya itu butuh konsistensi. Dan itu adalah salah satu pelajaran yang unik yang ada di sekolah alam. Kita langsung praktik bersama alam,” tutur Sulistyorini. Dengan demikian, Rumah Daur Ulang diharapkan bukan sekadar tempat penampungan sampah, melainkan pusat pembelajaran lingkungan yang dinamis, di mana guru, murid, dan orang tua dapat berkolaborasi untuk memastikan program berjalan rutin. Ini adalah langkah fundamental dalam membentuk budaya peduli lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan sejak usia dini, menanamkan pemahaman bahwa menjaga bumi adalah kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar tugas sesaat.

Semangat kemerdekaan yang mengiringi peresmian Rumah Daur Ulang juga terasa kental dalam berbagai kegiatan lainnya. Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia diawali dengan jalan sehat di klaster Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) 2 Manyar, Gresik, yang membangun kebersamaan dan mendorong aktivitas sehat. Kemeriahan berlanjut dengan beragam perlombaan seperti lomba ayah-anak Hulahop Bendera, lomba ibu PBB Buta, serta lomba Topi Unik, yang diakhiri dengan pembagian hadiah undian. Seluruh kegiatan ini tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga mempererat jalinan silaturahmi antara sekolah, murid, dan keluarga, sembari menyemai benih-benih kesadaran lingkungan yang akan tumbuh bersama mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Membangun Karakter dan Kebersamaan Lewat Jalan Sehat Semarak HUT RI di SDN Godog

22 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Spemduta Perkuat Pendidikan Inklusif dengan Pendampingan Psikolog Humanity: Fokus Holistik untuk Murid dan Guru

22 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo

22 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Pengukuhan Kader UKS Spem Eight: Langkah Strategis SMP Muhammadiyah 8 Gresik Ciptakan Siswa Sehat Berkarakter

22 Agustus 2026 - 15:33 WIB

BEM Unair dan Warga Sukolilo Baru Merajut Kampung Berdikari: Kolaborasi Inklusif untuk Kemandirian Pesisir

22 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Trending di Pendidikan