SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi pelajar. Kali ini, dua siswi yatim SMP PGRI 6 Surabaya menerima santunan dari Wali Kota Surabaya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Penyerahan santunan berlangsung di SMP PGRI 6 Surabaya, Jalan Bulak Rukem III No. 7–9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Senin (15/12/2025). Bantuan tersebut diserahkan kepada wali murid Siti Nur Amelia dan Aulia Novita Sani, siswi kelas VIII SMP PGRI 6 Surabaya.

Santunan diberikan melalui pihak sekolah sebagai bagian dari program kepedulian Pemerintah Kota Surabaya dalam memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikannya akibat keterbatasan ekonomi, khususnya bagi anak yatim.
Perwakilan Pemerintah Kota Surabaya menyampaikan bahwa status sebagai anak yatim tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pemerintah, kata dia, berkomitmen agar seluruh anak Surabaya memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak.
“Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen agar tidak ada anak yang putus sekolah karena kendala biaya. Santunan ini diharapkan menjadi penyemangat agar adik-adik tetap rajin belajar dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Masing-masing siswi menerima santunan sebesar Rp250 ribu yang diserahkan langsung oleh Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, H. Banu Atmoko, kepada wali murid penerima bantuan.
H. Banu Atmoko yang juga menjabat Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Wali Kota Surabaya. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya berdampak secara materi, tetapi juga memberikan dorongan psikologis yang kuat bagi siswa.
“Perhatian langsung dari Bapak Wali Kota memberikan semangat dan rasa percaya diri bagi anak-anak. Mereka merasa diperhatikan dan didukung oleh pemerintah kotanya,” ujarnya.
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan diharapkan dapat terus menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Bagi kedua siswi penerima santunan, bantuan ini menjadi lebih dari sekadar dukungan finansial, melainkan motivasi untuk terus berprestasi dan membuktikan bahwa warga Surabaya adalah satu keluarga besar yang saling peduli dan menjaga.













