Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali memperkuat agenda besar pembangunan karakter bangsa melalui survei akhir tahun implementasi kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter. Survei ini menjadi tahap lanjutan dari pemetaan awal yang sebelumnya dilakukan pada Mei–Juni 2025.
Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan (PPKPSP), yang tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor 1 Tahun 2025, menjadi salah satu fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan karakter tidak hanya pelengkap, tetapi berdiri sejajar dengan kecerdasan akademik.

Gerakan Pembiasaan untuk Wujudkan Generasi Berkarakter
PPKPSP mencakup sejumlah program pembiasaan yang kini mulai diterapkan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia, di antaranya:
- Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)
- Pertemuan Pagi Ceria (PPC)
- Gerakan Kepanduan dan Ekstrakurikuler (GKE)
Tiga gerakan ini diharapkan dapat menciptakan budaya sekolah yang aman, gembira, disiplin, dan inklusif.
Baseline: 94 Ribu Kepala Sekolah dan 1,8 Juta Murid Terlibat
Dalam survei baseline yang dilakukan pertengahan tahun lalu, sebanyak 94.823 kepala sekolah, lebih dari 1,8 juta murid, dan ribuan orang tua telah berpartisipasi. Data ini menjadi pijakan awal dalam memetakan kekuatan, tantangan, dan disparitas implementasi kebijakan di seluruh daerah.
Survei tersebut juga memberikan gambaran nyata mengenai sejauh mana satuan pendidikan siap menjalankan budaya karakter, disiplin positif, serta inklusivitas.
Survei Endline Dimulai 10–28 November 2025
Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas implementasi, Kemendikdasmen kembali membuka survei akhir tahun (endline) mulai 10 hingga 28 November 2025. Fokus evaluasi meliputi tiga aspek penting:
- Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan (PPKPSP)
- Budaya Belajar Aman, Nyaman, dan Gembira (BBANG)
- Inklusivitas dan Kebinekaan (IK)
Satuan pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB diminta mengisi instrumen evaluasi yang telah tersedia di portal resmi Kemendikdasmen.
Instrumen survei tersebut dapat diakses melalui portal resmi yang telah disediakan di https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/

Instrumen Survei dan Dukungan Teknis
Instrumen survei dapat diakses oleh sekolah melalui portal khusus evaluasi karakter.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota juga diminta menugaskan pejabat terkait untuk mengisi formulir evaluasi yang telah disiapkan.
Proses teknis dan pertanyaan yang muncul selama pengisian dapat dikonsultasikan melalui Balai Besar/Balai Penjaminan Mutu Pendidikan atau Pusat Penguatan Karakter sesuai kewilayahan.
Langkah Penting Menuju Indonesia Emas 2045
Kemendikdasmen berharap survei endline ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai efektivitas kebijakan di lapangan. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan program pendidikan karakter di seluruh Indonesia.
Komitmen ini sejalan dengan amanat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran, yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter.
Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan Indonesia ke depan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga kesantunan, kreativitas, integritas, serta kepedulian sosial.
Kemendikdasmen mengajak seluruh kepala sekolah, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menyukseskan program ini. Dengan dukungan bersama, pendidikan karakter bukan hanya visi, tetapi menjadi budaya yang hidup di setiap sekolah.













