Surabaya – Dunia pendidikan tengah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Kapur dan papan tulis kayu yang selama puluhan tahun menjadi simbol pembelajaran kini perlahan mulai bergeser, digantikan teknologi digital yang lebih interaktif dan dinamis.
Menjawab tantangan tersebut, Pelatihan Sosialisasi Papan Interaktif Digital dan Digitalisasi Pembelajaran digelar pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Aula SMP Taruna Jaya Surabaya, Jalan Kedinding Tengah Sekolahan No. 40, Kenjeran, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 34 Guru TIK SMP Swasta Surabaya Utara.

Pelatihan ini bertujuan membekali para pendidik dengan keterampilan dan pemahaman komprehensif dalam menghadirkan pembelajaran yang aman, nyaman, dan relevan bagi peserta didik di era industri 4.0.
Papan Interaktif Digital, Jantung Kelas Masa Kini
Digitalisasi pembelajaran bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Peserta didik saat ini merupakan digital natives yang lebih mudah menyerap informasi melalui visual, audio, dan interaksi langsung.
Kehadiran Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel Display) menjadi pusat kendali baru di ruang kelas. Perangkat ini mengintegrasikan fungsi komputer, televisi, dan papan tulis dalam satu layar pintar yang mampu menghidupkan suasana belajar.
Sejumlah manfaat utama papan interaktif digital antara lain:
- Visualisasi Lebih Hidup, seperti materi anatomi tubuh, simulasi tata surya, hingga video resolusi tinggi dan model 3D.
- Kolaborasi Real-Time, siswa dapat berinteraksi langsung, membuat anotasi, serta menyimpan hasil diskusi dalam bentuk PDF atau gambar.
- Konektivitas Fleksibel, guru dapat melakukan screen sharing dari laptop atau ponsel tanpa kabel yang rumit.
Fokus Pelatihan: Pedagogi Digital, Bukan Sekadar Teknis
Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara mengoperasikan perangkat, tetapi juga menitikberatkan pada pedagogi digital. Para guru dilatih untuk:
- Menyusun konten kreatif berupa kuis interaktif dan gim edukatif.
- Mengelola kelas digital dengan integrasi platform seperti Google Classroom dan Microsoft Teams.
- Melakukan evaluasi interaktif melalui polling cepat yang hasilnya langsung tampil di layar.
Multimedia Pembelajaran Interaktif yang Aman dan Nyaman
Dalam era digital, teknologi di kelas harus memberikan keamanan digital dan kenyamanan psikologis bagi siswa. Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang efektif tidak hanya canggih, tetapi juga berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.
Beberapa pilar utama MPI yang ditekankan dalam pelatihan ini meliputi:
1. Keamanan Data dan Lingkungan Digital
MPI harus bebas dari iklan, konten eksternal tidak terverifikasi, serta menjamin perlindungan data pribadi siswa.
2. Kenyamanan Visual dan Ergonomi Kognitif
Desain antarmuka yang ramah, pemilihan warna dan font yang nyaman, serta fitur aksesibilitas menjadi faktor penting agar siswa tidak mengalami kelelahan kognitif.
3. Keamanan Psikologis
Pembelajaran dirancang agar siswa tidak takut salah, dengan umpan balik positif dan kesempatan belajar mandiri sesuai ritme masing-masing.
4. Interaktivitas yang Menyenangkan
Gamifikasi digunakan secara sehat dan seimbang, tanpa menciptakan kompetisi berlebihan yang dapat memicu stres.
Dukungan Pemangku Kepentingan
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ibu Febrina Kusumawati, S.Si., M.M., didampingi Kepala Bidang Sekdasmen, Bapak Achmad Sufyan, S.Pd., M.Pd.

Paparan pengimbasan disampaikan oleh para guru dari berbagai sekolah, di antaranya:
- Rohmatia Nadilla, S.Pd., Gr. (SMP PGRI 6 Surabaya)
- Pitra Jaya Burnama Yudha, M.Pd. (SMP Katolik Pecinta Damai)
- Rayhan Fathoni Andi Rafif, S.Kom. (SMP Wachid Hasyim 1 Surabaya)
- Iwan Aji Pratama, S.Pd. (SMP Sasana Bhakti Surabaya)
- Yohanes Prabekti, S.Kom. (SMP Katolik Angelus Custos 1)
- Novan Prasetya Nyuwono, S.Pd., Gr. (SMP Barunawati)
Sementara itu, materi tentang Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dipaparkan oleh Syahrul, S.Pd., Gr., Sekretaris MKKS SMP Swasta Surabaya Utara sekaligus Kepala SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya.
Digitalisasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Dalam sambutannya, H. Banu Atmoko, Kepala SMP PGRI 6 Surabaya sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara, menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia bangsa.
“Teknologi adalah alat, namun keamanan siswa adalah fondasi. Bangunlah dunia digital yang melindungi, bukan yang mengeksploitasi,” tegasnya.
Ia menutup kegiatan dengan ajakan kepada seluruh guru TIK untuk bersama-sama mewujudkan pembelajaran interaktif yang aman, nyaman, dan memanusiakan teknologi demi masa depan pendidikan yang lebih baik.









