Pagi itu, halaman SDIT Al Uswah Surabaya tampak berbeda dari biasanya. Deretan siswa berdiri rapi dengan kostum pahlawan yang beragam — dari Bung Tomo, Cut Nyak Dien, hingga tokoh internasional seperti Nelson Mandela. Di tengah semangat itu, terdengar lantang orasi perjuangan yang menggema, seolah menghidupkan kembali suasana Surabaya tempo dulu.
Itulah cara SDIT Al Uswah Surabaya memperingati Hari Pahlawan tahun ini — penuh semangat, kreatif, dan sarat makna. Mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” sekolah ini menggabungkan dua kegiatan yang unik: Virtual Run dan Upacara Kostum Heroik.

Kegiatan dibuka dengan Virtual Run: Langkah Sehat Pejuang Sejati Indonesia Tangguh, sebuah tantangan kebugaran yang dirancang agar siswa tak hanya mengenang semangat para pahlawan, tetapi juga menghidupinya lewat gerak nyata.
Para peserta diminta berlari di sekitar lingkungan rumah mereka dan melaporkan hasilnya melalui Google Form. Jaraknya pun disesuaikan dengan jenjang kelas:
- Siswa kelas 1–3 menempuh jarak 3 kilometer.
- Siswa kelas 4–6 menempuh jarak 5 kilometer.
- Para guru pun tak mau kalah — ikut berlari sejauh 5 kilometer.
Bagi yang berhasil menyelesaikan tantangan, sekolah menyiapkan suvenir khusus sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka.
Puncak acara tiba saat seluruh siswa dan guru berkumpul untuk mengikuti upacara Hari Pahlawan. Tidak ada seragam merah putih seperti biasa — yang ada adalah lautan kostum pejuang yang membuat suasana terasa hidup dan penuh warna.
Ustaz Aris, yang tampil gagah dengan atribut pahlawan, menjadi pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan pentingnya meneladani semangat para pahlawan yang pantang menyerah.
Sorak semangat menggema saat ia membawakan orasi Bung Tomo dengan penuh penghayatan, sambil mengangkat bambu runcing di tangannya. “Merdeka atau mati!” teriaknya, disambut tepuk tangan riuh dari para siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ustazah Sulaikah Kurniawati, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Antusiasme siswa luar biasa. Untuk Virtual Run saja, ada 254 siswa yang berhasil menyelesaikan tantangan — melebihi target yang kami tetapkan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Direktur Pendidikan Yayasan Ukhuwah Islamiyah, Ustaz Edris Effendi, yang mengapresiasi inovasi sekolah ini. Ia menilai kegiatan semacam ini bukan hanya memperingati Hari Pahlawan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan semangat sehat dalam diri siswa.
Peringatan Hari Pahlawan di SDIT Al Uswah Surabaya tahun ini terasa begitu hidup. Bukan hanya tentang mengenang perjuangan, tetapi juga bagaimana meneladani semangat itu dengan aksi nyata — berlari, bergerak, dan terus berjuang di masa kini.













